SABI

RIAU
Modern rock
  • By:
  • Senin, 6 November 2017
  • 283 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares
SABI, sebuah brand yang didasari oleh persepsi perumpamaan dari kata “BISA” dalam kamus bahasa Indonesia diartikan “mampu/kuasa melakukan sesuatu”, yang dianalogikan sebagai motivasi positif dan rasa optimis kepada masing-masing personel band. Kuasa dalam arti mampu menuangkan ide kreatif dengan jalur indie (independent) yang SABI anggap sebagai salah-satu sarana penyaluran bakat seni bermusik secara bebas tanpa mengenyampingkan unsur estetika dalam memainkan berbagai instrumen musik. SABI dibentuk pada 10 Desember 2010 oleh sekelompok anak muda dari Kota Pekanbaru-Provinsi Riau yang awalnya berasal dari aliran musik berbeda, dimana persaingan kompetisi antar aliran ini membuat mereka memiliki keinginan lebih baik untuk meningkatkan kemampuan musikalitas tiap individu. Disaat industri musik Indonesia mengalami fase revolusi secara ekstrim, dengan banyaknya bermunculan band-band baru dengan warna musik yang unik, mengiring SABI untuk turut serta berkontribusi menuangkan ide-ide baru kedalam arrangment musik ber-genre rock modern yang dipadukan dengan instrument elektronik sebagai karakter baru yang SABI mainkan. SABI berevolusi menjadi band berkarakter kuat dan berani untuk terus menelurkan karya-karya baru yang tidak mengenyampingkan selera dari peminat musik di Indonesia maupun mancanegara. SABI berjalan dengan komitmen yang kuat untuk terus belajar dan menghasilkan karya dengan memproduksi lagu-lagu ciptaan sendiri. Dengan formasi ; Freza (vocal), Kevin (guitar), Ryan (bass), Wawan (drum), dan R (synthesizer), SABI terus menambah wawasan bermusik sehingga karya-karya SABI selanjutnya kelak akan bisa dinikmati para pendengar musik di seluruh dunia. Pertengahan 2013 menjadi permulaan masa aktif brand SABI yang baru hingga sekarang, setelah sebelumnya aktif mengikuti dan menjuarai beberapa kompetisi band akustik lokal dengan nama SABICOUSTIC. Former SABICOUSTIC adalah Freza (vocal), Kevin (guitar), Rian (guitar), Ryan (bass), dan Yudha (cajon, drum). Melihat potensi yang baik setelah menjuarai beberapa kompetisi band akustik, SABICOUSTIC bertekad untuk naik ke level kompetisi band. SABICOUSTIC mengganti nama menjadi SABI untuk pertama kalinya pada kompetisi band tingkat Asia yang diadakan oleh salah-satu produsen musik besar dari Jepang pada pertengahan tahun 2013. Disini juga SABI untuk pertama kalinya berkomitmen mengusung aliran rock electronic dengan menambah satu anggota lagi, R sebagai spesialisasi synthesizer. Faktor kesibukan pekerjaan yang berada diluar kota, menyebabkan Yudha harus meninggalkan SABI dan digantikan oleh Wawan sebagai drummer SABI hingga saat ini. Dengan formasi Freza (vocal), Kevin (guitar), Rian (guitar), Ryan (bass), wawan (drum) dan R (synthesizer), SABI menjuarai kompetisi pertamanya di Pekanbaru pada tingkat Sumatera Bagian Tengah untuk dikirim ke Jakarta sebagai perwakilan regional ke babak Final se-Indonesia. SABI akhirnya finish sebagai Juara 3 dikompetisi Nasional tersebut setelah memainkan lagu ciptaan SABI sendiri yang berjudul “GOODBYE”. Setelah kembali ke Pekanbaru, SABI berkomitmen untuk terus berkarya dengan menghasilkan lagu terbaiknya agar dapat didengarkan di Indonesia maupun diseluruh dunia. Sekali lagi anggota SABI harus meninggalkan rekan-rekannya, dikarenakan Rian sang gitaris berkeinginan untuk melanjutkan bermain bersama band lamanya ALEXANDER di Kota Bandung-Jawa Barat. Diakhir tahun 2013, Ade hadir menggantikan posisi Rian sebagai gitaris kedua SABI hingga pertengahan tahun 2014. Dian mulai mengisi posisi keyboard dan piano setelah R fokus kepada instrument synthesizer-nya. Keinginan SABI untuk terus eksis, di-support penuh oleh rekan-rekan band dilingkungan Kota Pekanbaru yang juga meniti karir dalam mengembangkan karya-karyanya didunia industri musik.