Mardial Artificial Intelligence

Artificial Intelligence yang Mampu Menciptakan Musik Indah

  • By: Mardial
  • Senin, 30 December 2019
  • 856 Views
  • 6 Likes
  • 6 Shares

Perkembangan teknologi artificial intelligence atau mesin kecerdasan buatan hari ini semakin terlihat nyata. Dalam berbagai bidang seperti transportasi ataupun dunia kedokteran, peranan penggunaan artificial intelligence sudah menjadi hal yang umum digunakan. Dengan menggunakan mesin yang mampu mengumpulkan data dan mempelajarinya sendiri, artificial intelligence mampu membantu manusia untuk memberikan gambaran akurat mengenai variabel-variabel tertentu sehingga diharapkan mampu meminimalisir kesalahan-kesalahan yang umumnya dilakukan oleh manusia. Dalam beberapa kasus, artificial intelligence juga bahkan didisain untuk mampu mengambil keputusannya sendiri. Teknologi artificial intelligence ini juga sudah banyak diaplikasikan dalam berbagai aspek-aspek sekunder. Salah satunya adalah musik.

Salah satu artificial intelligent atau machine learning yang bisa kita temui hari ini adalah AIVA, artificial intelligent ini telah dilatih untuk mengenal dan mengaplikasikan seni komposisi musik dengan membaca lebih dari 30 ribu komposisi musik terbesar dalam sejarah. Dibuat pada Februari 2016, teknologi yang dikembangkan oleh seorang insinyur yang juga seorang musisi bernama Pierre Berrau ini, berspesialisasi dalam komposisi musik klasik dan simfoni. AIVA menjadi komposer virtual pertama di dunia yang diakui oleh Société des auteurs, compositeurs et éditeurs de musique (SACEM) sebuah asosiasi musisi dari Prancis. Dengan membaca koleksi besar karya-karya musik klasik yang ditulis oleh komposer seperti Bach, Beethoven dan Mozart, AIVA mampu mendeteksi pola-pola dalam komposisi musik seperti nada, ritme dan progresi sehingga selanjutnya AIVA mampu menyusun sendiri pola-pola tersebut dengan menggunakan metode deep learning untuk kemudian menghasilkan sebuah komposisi musik yang baru.

Sepanjang sejarah, manusia menciptakan banyak sekali komposisi melalui proses trial and error. AIVA bekerja dengan mengumpulkan puluhan ribu komposisi tersebut menjadi sebuah alogaritma yang mampu menghasilkan aturan-aturan dalam pembuatan komposisi musik yang baik. Selain variabel komposisi, AIVA juga mampu mempelajari variabel lain yang seperti mood, kepadatan nada dan karakteristik dari berbagai komposer yang bertujuan untuk menciptakan variasi musik yang luas dan bisa bersifat subjektif. Variabel-variabel tersebut akan sangat berfungsi untuk AIVA dalam memutuskan bagian demi bagian dari komposisi yang harus diciptakan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam presentasinya, Pierre Berrau sang pencipta AIVA menunjukan sebuah cuplikan video dimana komposisi AIVA yang memiliki tema sci-fi dimainkan oleh musisi-musisi asli dari CMG orchestra di Hollywood sebagai bukti bahwa AIVA mampu menciptakan komposisi yang indah dan juga secara tidak langsung mengakhiri perdebatan mengenai mampukan artificial intelligence menciptakan musik yang indah.

Dengan AIVA, kamu tidak perlu menjadi programmer atau insinyur untuk bisa merasakan langsung kinerja dari mesin pintar yang mampu membuat komposisi musik dengan sendirinya ini. pada tahun 2019, perusahaan ini mulai memasarkan produk AIVA secara komersial sehingga siapa saja mampu menggunakan engine AIVA ini.  Dengan software ini, kamu hanya membutuhkan beberapa klik saja untuk membuat komposisi musik baru. Karena selanjutnya mesin ini akan memutuskannya sendiri. Dengan memilih beberapa variabel yang telah disediakan. seperti style, scale ataupun dengan mengunggah file audio yang ingin dijadikan referensi, AIVA mampu menghasilkan komposisi pendek hingga 3 menit dalam berbagai genre seperti rock, pop, jazz, klasik dan lain-lain.

Anda dapat mengakses karya-karya yang dihasilkan oleh AIVA di kanal YouTube-nya dan memutuskan sendiri apakah musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan ini sudah setara dengan musik yang diciptakan oleh manusia. Apakah pada akhirnya peran intelegensi manusia dalam pembuatan komposisi musik akan seutuhnya digantikan oleh artificial intelligence?. Jawabannya adalah mungkin saja bisa terjadi, mengingat perhitungan mesin akan selalu lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan manusia secara manual dan pengembangan teknologi artificial intelligence ini akan terus berlanjut.

Bukan tidak mungkin bahwa nantinya teknologi seperti AIVA ini akan bisa dikombinasikan dengan speech synthesizer seperti Vocaloid sehingga pada akhirnya robot-robot ini-pun akan mampu bernyanyi dan menciptakan lirik dengan sendirinya. Atau mungkin saja di masa depan teknologi seperti AIVA ini akan mampu dikombinasikan dengan data-data lain yang dikumpulkan oleh mesin lain seperti data karakteristik vokal dari berbagai jenis penyanyi, sehingga artificial Intelligence akan mampu menghidupkan kembali legenda musik yang telah meninggalkan kita. Kita tidak pernah tahu.

*Feature photo: sumber

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Sulittt

Info Terkait

supergears
1441 views
superbuzz
703 views
supergears
2259 views
supergears
1570 views
superbuzz
1352 views