BACK TO BASIC: Haruskah Musisi Mengerti Audio Recording? (Bagian 4 - Terakhir)

  • By: Agung Hellfrog
  • Kamis, 23 March 2017
  • 2379 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Akhirnya kita sampai di bagian terakhir tentang basic audio recording. Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai DAW (Digital Audio Workstation) dan beberapa plugin yang akan cukup berguna bagi kalian yang ingin merekam karya/permainan kalian sendiri.

Digital Audio Workstation

Sedikit mengingatkan, DAW Adalah sebuah software atau aplikasi untuk merekam, editing, dan memproduksi segala hal yang berhubungan dengan audio: musik, human speech, atau sound effect. Mungkin bagi beberapa teman-teman yang sudah mulai memproduksi karyanya sendiri, ada yang sudah mencoba beberapa jenis DAW yang beredar di pasaran. Berikut beberapa nama DAW yang mudah untuk didapatkan:

  • Cubase
  • Sonar
  • Pro Tools
  • Ableton
  • Reaper

Pada dasarnya, prinsip cara kerja mereka adalah sama; bisa dibilang DAW adalah versi digital dari multitrack tape recorder. Biasanya mereka mempunyai layout umum seperti transport control (play, record, stop, rewind dll.), mixer, dan track control.

Untuk tingkat kesulitan dalam menggunakan software ini bisa dibilang beragam, karena ada beberapa teman musisi yang menganggap DAW ‘jenis A’ lebih mudah ketimbang DAW yang lain. Ada juga yang beranggapan semuanya mudah.

Untuk teman-teman yang ingin mencoba salah satu DAW, beberapa hal penting yang harus di perhatikan adalah:

1. Minimum RAM yang diperlukan agar software tersebut bisa berjalan stabil/lancar.

2. Jumlah maksimum track yang bisa kita gunakan, karena ada beberapa software DAW mempunyai batasan tentang jumlah track yang bisa digunakan.

Untuk jenis DAW mana yang paling cocok memang kita harus rajin bereksperimen. Namun untuk referensi, beberapa studio rekaman yang pernah saya datangi kebanyakan menggunakan Pro Tools untuk DAW mereka.

Saya sendiri adalah pengguna Cubase, meskipun saya juga menginstall DAW lain seperti Pro Tools dan Sonar di PC saya. Kenapa saya menggunakan Cubase, karena saya sudah familiar dengan layout dari Cubase.

Sekadar melengkapi artikel sebelumnya, monitor PC/Laptop dengan resolusi besar akan sangat membantu kita untuk bekerja dengan software ini.

Plugins

Penjelasan singkatnya, audio plug-ins adalah software tambahan yang dapat disandingkan dengan DAW untuk meng-enhance audio yang sedang kita kerjakan dalam DAW kita. Contoh simpel adalah apabila kita telah merekam sound gitar kita dan kemudian kita tambahkan efek delay atau reverb ke dalam track tersebut, maka efek delay atau reverb itulah yang kita sebut plugins.

Meskipun terdapat banyak plugin yang beredar di pasaran hari ini, tetapi saya hanya akan membahas beberapa plugins yang akan diperlukan apabila kita ingin memproduksi sebuah karya musik.

Amp Simulator

Salah satu plugin paling penting bagi para gitaris menurut saya adalah amp simulator. Kecuali kalian mempunyai ruangan khusus untuk recording, plugin ini akan sangat memudahkan kita untuk memproduksi sebuah karya, terutama dalam membentuk sound gitar.

Beberapa contoh amp simulator:

  • Amplitube
  • Overloud TH2
  • Kuassa amplification
  • Guitar rig

Virtual instrument

Plugin ini akan memudahkan kita untuk membuat part bagi instrumen lain yang tidak kita kuasai. Sebagai contoh, saya sebagai gitaris akan membutuhkan sebuah plugin virtual instrument untuk drum, bass, ataupun keyboard. Beberapa plugins yang sering saya gunakan diantaranya adalah EZ drummer atau addictive drum untuk membuat gambaran pattern drum dalam sebuah komposisi.

Plugins bawaan dari DAW

Beberapa DAW selalu disertai dengan beberapa plugins bawaan yang dapat kita gunakan seperti: Delay, reverb, compressor, chorus, tuner dsb. Jadi dengan meng-install sebuah DAW dalam PC/laptop kita, kita sudah mendapatkan beberapa plugins yang bisa kita gunakan.

Mungkin beberapa teman-teman akan menemukan beberapa kesulitan saat pertama kali mulai menggunakan DAW, Plugins ataupun keduanya. Namun di era informasi ini, saya rasa tidaklah terlalu sulit untuk menemukan tutorial tentang menggunakan sebuah produk yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Semoga beberapa artikel tentang basic audio recording ini dapat membantu teman-teman untuk mulai berkarya.

Keep playing and start your dreams now. ;)

Foto: www.rluciani.com

0 COMMENTS

Info Terkait

supergears
242 views
supergears
242 views
supergears
242 views
supergears
242 views
supergears
242 views
supergears
318 views