Two Note Torpedo C.A.B

Bye Todong Mic: Mengulik Two Note Torpedo C.A.B

  • By: Agung Hellfrog
  • Selasa, 29 January 2019
  • 508 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

“F**K todong”, bisa dibilang itulah statement yang sering kita temukan saat seorang menemukan sebuah D.I box atau cabinet simulator yang bagus. Bicara tentang Direct Vs Mic, mungkin itu adalah topik yang tidak akan ada habisnya untuk dibahas karena selalu ada kalangan yang pro dan kontra untuk topik tersebut, kalau untuk saya pribadi, saya lebih memilih untuk todong Mic ke cabinet ampli, tapi jika situasinya mengharuskan saya untuk menggunakan D.I, why not? The show must go on anyway, hehe.

Tapi bukan Direct vs Mic yang akan saya bahas di sini, melainkan tentang sebuah benda yang sangat berguna jika kita berada di situasi di mana kita tidak bisa todong mic. Belum lama ini sebagian gitaris banyak yang pindah haluan dari todong ke direct karena sebuah benda bernama Torpedo C.A.B. karena fenomena itulah saya ingin membahas sedikit tentang benda ini.

Overview

Produk ini adalah salah satu produk dari Two Note Audio Enginering yang mempunyai beberapa fungsi seperti power amp simulator, cabinet simulator, dan juga microphone simulation. Dengan menghadirkan 32 cabinet yang masing-masing cabinet-nya menghadirkan delapan variasi mikrofon untuk dikombinasikan. Selain itu, user juga menambahkan sound lain yang dapat di-download dari situs resmi Two Notes.

Yang menarik dari benda ini

Melihat dari fungsinya yang useful, benda ini hadir dalam bentuk pedal, yang memungkinkan untuk memasukkannya ke dalam pedalboard dari si gitaris dengan menggunakan adaptor 12V.  Selain itu benda ini juga hadir dengan parameter yang user friendly atau mudah untuk digunakan; mulai dari editing, sampai save preset dll.

Selain berguna di panggung, benda ini juga dapat digunakan untuk keperluan recording karena benda ini berbasis digital yang dilengkapi AD/DA converter 24 bit dengan sample rate 96Khz. Jika kita ingin melakukan editing lebih jauh lagi, Two Notes Audio juga menyediakan software untuk editing di PC.

Sound

Komplain yang sering muncul dari musisi adalah sering terasa ada “sesuatu” yang hilang saat mereka menggunakan D.I ataupun simulator. Memang “sesuatu” itu mungkin hal yang agak sulit untuk dideskripsikan, tapi untuk para gitaris pasti mengerti istilah tersebut, hehe.

Dari segi sound memang benda ini mampu menghasilkan sound yang sangat natural, seolah kita menggunakan mic. Seperti yang saya sebut sebelumnya, “sesuatu” yang dicari para gitaris memang tidak hilang saat menggunakan benda ini.

Kontra

Meskipun kualitas sound dan fitur yang ada pada benda ini bisa dibilang sangat baik, sayangnya benda ini tidak hadir dengan harga yang ramah di kantong. Benda ini dijual di kisaran harga Rp 6-9 juta.

Selain dari harga, benda ini tidak mempunyai digital output. Meskipun ada koneksi USB, tapi koneksi USB yang ada pada benda ini hanya berfungsi untuk firmware update, software control, dan mengatur preset yang ada.

Selain itu, benda ini juga tidak memiliki speaker load box. Jadi jika kita tetap ingin mengunakan head ampli, kita harus mengambil sinyal dari line output ampli, baru kita kirim ke benda ini.

Conclusion

Dari segi sound, fitur, dan mobilitas, memang benda ini berhasil menjawab kebutuhan para gitaris. Benda ini juga membantu para player untuk keperluan rekaman, karena untuk teman-teman yang khawatir dengan masalah noise level ataupun perlu bekerja dengan volume terbatas, benda ini akan menjawab masalah tersebut.

Kembali lagi ke topik Direct Vs. Mic, benda ini mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab masalah tersebut. Meskipun harganya untuk sebagian kalangan masih merupakan masalah, tapi yang terpenting adalah kita tetap berkarya dan terus berkarya, baik dengan benda ini ataupun tidak.

*Foto: two-notes.com, sweetwater.com

0 COMMENTS