Fractal AX8

Fractal AX8: Multi Efek Digital Favorit

  • By: Agung Hellfrog
  • Jumat, 24 May 2019
  • 632 Views
  • 1 Likes
  • 2 Shares

Tulisan ini tidak membahas sebuah alat yang paling update di tahun ini secara perilisan barangnya. Alat yang akan saya bahas ini adalah Fractal AX8, secara umur, perilisan barang ini bukan merupakan seri terbaru karena sudah ada dua generasi lagi di tahun-tahun berikutnya. Sampai sekarang seri terbarunya adalah Fractal FM3, yang tentunya akan saya bahas di artikel berikutnya.

Saya sempat berfikir untuk menggunakan multi efek digital dengan cara yang sederhana, tapi sangat lengkap dari segi fitur. Keinginan saya dijawab dengan perilisan AX8 beberapa tahun lalu. Tidak menutup kemungkinan bahwa banyak gitaris selain saya yang merasakan kesenangan hal yang sama ketika AX8 diluncurkan. Dengan adanya alat ini, saya merasa banyak sekali terbantu ketika di atas panggung. Dengan kapasitas sound yang sangat banyak dan semua fitur suaranya sangat mendekati analog, tentunya akan sangat memberikan rasa nyaman ketika menggunakannya.

Bagi saya yang termasuk sering menggunakan perangkat digital dan menggunakan banyak kabel bisa jadi menjadi sebuah solusi yang menarik ketika menggunakan alat ini, karena salah satunya adalah tidak perlu menggunakan banyak kabel.

Sebagai contoh, di bulan Ramadhan ini saya sedang menjalani sebuah rangkaian tur yang di mana saya bermain dalam dua project yang bersamaan, yaitu dengan Burgerkill dan AGC Music School.  Sore hari saya bermain dengan AGC Music School untuk melakukan klinik gitar, setelah itu di panggung yang berbeda disambung dengan perform bersama Burgerkill dengan format akustik. Dilihat dari segi waktu tentunya akan sedikit ribet kalau saya menggunakan perangkat analog, karena saya harus menyiapkan ampli dan beberapa buah efek stompbox, dengan jumlah kabel yang sangat banyak tentunya. Sudah bisa dibayangkan ini akan memakan waktu dan tenaga lebih dalam proses pengerjaannya.

Singkat cerita ketika saya bermain bersama AGC Music School untuk melakukan workshop, saya sama sekali tidak menggunakan ampli, semua menggunakan ampli dan cabinet simulator dari AX8 direct ke mixer. Begitupun untuk sesi akustik bersama Burgerkill saya menggunakan semua sound modeling amp sampai sound efek dari alat tersebut. Dan semua sound yang dihasilkan menurut saya sudah sangat cukup.

Set Up

Untuk alat ini saya menyiapkan beberapa set-up tergantung dari kebutuhan apa yang akan digunakan disesuaikan dengan kondisi panggung, di antaranya adalah:

- Four Cable Method

Di set-up ini saya menggunakan set-up seperti setting ketika menggunakan sistem analog memfungsikan masing-masing switch-nya menjadi beberapa efek stompbox yang terpisah, dengan metode dua kabel utama dari gitar ke beberapa stompbox diteruskan ke input ampli dan dua kabel pada send return dengan menyimpan beberapa efek modulasi di dalamnya.

- Set-up kedua adalah metode direct yang paling simpel dilakukan pada efek digital. Ini sudah bisa digunakan hanya menggunakan dua kabel, dari gitar menuju input AX8 dan dilanjutkan via output XLR ke mixer.

- Set-up ketiga adalah set-up yang sering dilakukan pada umumnya dilakukan dengan menggunakan dua kabel mono dari gitar ke input lalu dilanjutkan dari output AX8 ke slot return pada ampli.

-Set-up selanjutnya menggunakan output terpisah, yaitu penggabungan metode kedua dan ketiga. Dalam setting ini kita bisa membuat dua macam setting, yang pertama membuat kedua signal dengan sound wet yang sudah terproses pada AX8 ataupun membuat kedua channel mempunyai sound yang berbeda, yaitu wet and dry dengan membuat setting penambahan fx loop di dalam efek tersebut.

Ini bisa di-set melalui front panel pada AX8, tapi akan lebih menyenangkan apabila kita membuat setting dengan dikoneksikan ke komputer. Alasan lainnya adalah kita bisa menyimpan 512 preset ke dalam efek ini, jadi akan lebih sulit kalau kita set-up dari front panel dengan ukuran LCD yang kurang besar.

Pastinya masih banyak metode set-up pada efek ini, saya rasa efek ini mempunyai tingkat fleksibilitas yang sangat tinggi, dan dirancang untuk beberapa tipe set-up seorang gitaris.

Banyak beberapa pendapat yang berfikir untuk lebih memilih Fractal AXE FX-II karena prosesornya yang lebih kecil dibandingkan dengan versi rack-nya, tapi sejauh ini yang saya rasakan itu bukanlah menjadi masalah. Karena pada dasarnya sound yang dihasilkan oleh AX8 sudah bisa mewakili apa kebutuhan saya di atas panggung, terutama ketika saya membutuhkan set-up yang sangat sederhana. Fat sound, detail frekuensi yang baik dengan sound jenis apapun didukung oleh dynamic range yang baik, mendukung tipe permainan yang banyak seperti nuance playing, strumming, menggunakan pick ataupun fingerstyle akan sangat bisa diwakilkan oleh alat ini. Yap, I’m convinced!

Foto: YouTube.com/Mitchbaker

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
155 views
supergears
828 views
supergears
768 views
superbuzz
2878 views
supernoize
1083 views
supernoize
1390 views