GAIN-BASED EFFECT: Ketahui Perbedaan Fuzz, Overdrive atau Distortion

  • By: Agung Hellfrog
  • Jumat, 23 December 2016
  • 7635 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Bagi para gitaris, membeli atau mempunyai pedal efek bisa dibilang menjadi kebutuhan yang absolut. Terlepas dari banyaknya pedal yang digunakan, ada baiknya kita mengetahui apa saja perbedaan antara berbagai jenis pedal (analog/digital), stompboxes ataupun multi efek. Dan salah satu jenis efek yang paling sering digunakan oleh para gitaris adalah "gain-based effect", di mana efek tersebut bekerja dengan cara mengubah/nge-boost level, volume serta tone dari sinyal yang masuk ke dalam efek tersebut. Atau bahasa umumnya distorsi/overdrive/booster.

Meskipun termasuk salah satu jenis efek paling populer di kalangan gitaris, namun perbedaan dari jenis-jenis efek yang masuk kategori "gain based effect" ini sering membuat bingung, khususnya gitaris yang baru mulai "bermain" dengan stompbox. Kali ini SuperMusicID akan membahas tiga jenis efek yang masuk dalam kategori gain-based effect yaitu: Fuzz, Overdrive dan Distortion.

 

Overdrive

Sebagaimana namanya, sebuah overdrive pedal dibuat untuk "meniru" suara dari ampli tabung yang melewati proses overdrive. Walau sebenarnya effect ini tergolong sedikit ketinggalan jaman, karena belakangan banyak amplifier yang sudah mampu menghasilkan drive/distorsi dengan sangat baik tanpa bantuan pedal. Sebut saja merk seperti Tube Screamer TS808, Maxon, TS-9, Boss Super Overdrive.

Secara penggunaan, umumnya effect ini digunakan jika channel drive/lead dari ampli yang digunakan masih membutuhkan sustain atau drive yang lebih. Jadi jika kalian berharap untuk menirukan sound garang, seperti yang dihasilkan ampli Marshall JCM 900 atau Mesa Boogie, maka jangan gunakan pedal ini.

 

Distortion

Secara singkat, pedal jenis distortion mampu menghasilkan lebih banyak kadar drive/distortion dibandingkan dengan efek jenis "overdrive" di atas, sebut saja Metal Zone, Uber Metal dsb.

Untuk penggunaannya, umumnya efek jenis ini sering digunakan untuk menghasilkan sound jadi;

1. Digunakan di channel clean dari suatu ampli.

2. Langsung dimasukkan melalui return ampli.

3. Langsung dimasukkan ke DI box yang mempunyai cabinet simulator.

 

Fuzz

Awalnya pedal efek ini bertujuan untuk membuat para gitaris dapat meniru karakter suara dari saxophone. Efek yang menjadi populer dan banyak digunakan sebagai booster sejak digunakan oleh gitaris legendaris Jimi Hendrix melalui solo gitarnya dan juga Keith Richard bersama Rolling Stones' dalam lagu "(I Can't Get No) Satisfaction".

Dari cara menggunakannya, efek jenis fuzz bisa digunakan seperti efek Overdrive; yaitu dengan ampli yang sudah terdistorsi. Meskipun cara bekerja efek jenis ini mirip dengan "Overdrive", bisa dibilang efek jenis ini mempunyai karakter suara tersendiri yang dibutuhkan oleh para gitaris dari genre tertentu.

 

Kesimpulan

Apabila diurut berdasarkan besarnya kadar distorsi yang dapat dihasilkan, maka yang paling besar adalah efek jenis Distortion. Meskipun efek jenis fuzz mampu menghasilkan kadar drive yang serupa, namun jarang gitaris yang menggunakan efek fuzz untuk digeber, karena mereka akan kehilangan detil sound mereka. Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang masih bingung memilih jenis efek apa yang harus kalian miliki.

Keep playing and keep experimenting ;)

 

Cover Photo taken from: audiofanzine

0 COMMENTS

Info Terkait

supergears
248 views
supergears
248 views
supergears
248 views
supergears
248 views
supergears
248 views
supergears
320 views