Instrumen Berbahan Campuran Vs Instrumen Berbahan Kayu

  • By: Agung Hellfrog
  • Jumat, 12 October 2018
  • 559 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah di artikel sebelumnya sempat membahas tentang jenis-jenis kayu untuk gitar (artikel Desember 2016), pastinya teman-teman sudah mulai menyadari tentang karakter tone yang dibentuk oleh material yang digunakan oleh sebuah instrumen. Memang saat memutuskan untuk memiliki sebuah instrumen, seorang musisi mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari harga, kualitas, sampai merek dan mobilitas.

Namun, salah satu faktor yang sering terlewatkan adalah salah satu aspek penting, yaitu material yang digunakan untuk instrumen tersebut. Nah, di artikel kali ini saya tidak akan membahas jenis kayu apa yang harus digunakan, tetapi akan membahas perbedaan sebuah instrumen yang menggunakan bahan kayu Vs. instrumen yang menggunakan bahan campuran (composite).

Selama setengah abad terakhir, kualitas akustik dan tampilan visual dari kayu telah mendominasi market untuk banyak instrumen musik. Namun dikarenakan semakin jarangnya kayu yang “high quality”, dan juga  penggunaan kayu semakin dibatasi seiring semakin pedulinya orang-orang terhadap lingkungan, berbagai alternatif mulai bermunculan untuk masalah tersebut.

Sebagaimana teknologi telah semakin berkembang, banyak pabrik alat musik yang sudah mulai menggunakan bahan-bahan lain seperti plastik, karet dll sebagai pengganti kayu. Sekarang hal tersebut sudah mulai tidak asing bagi kita, karena hampir semua woodwind instrument telah dibuat menggunakan alternatif lain selain kayu, dan bahkan banyak musisi lebih memilih “alternative material” ini untuk instrumen jenis woodwind.

Untuk alat musik yang menggunakan senar juga telah banyak yang menggunakan teknologi ini. Seorang luthier bernama Mario Maccaferri adalah yang pertama membuat gitar dan biola berbahan plastick pada tahun 1950-1960. Meskipun mendapat sambutan minim dari pasar, akhirnya Charles Kaman (founder dari Ovation Guitars) yang pertama mempatenkan gitar yang menggunakan Graphite-composite pada tahun 1974.

Sekarang ini penggunaan carbon fiber dan graphite-composite material sudah lumrah digunakan untuk sebuah alat musik. Beberapa bahan yang sering digunakan sebagai alternatif adalah carbon fiber, kevlar, nylon fiber, dan glass fiber.

Lebih Kuat?

Kenapa memilih composite? Dari sudut pandang struktur bahan, composite memang lebih kuat dibanding kayu. Bahan tersebut tahan air, kuat menghadapi perubahan suhu yang ekstrem, kuat menghadapi kelembapan, dan mempunyai tuning yang lebih stabil. Karena durability yang lebih kuat bahan composite juga dianggap lebih ideal untuk dibawa kemana-mana. Dan alasan lainnya adalah karena mereparasi instrumen berbahan composite lebih mudah.

Meskipun terlihat memiliki banyak kelebihan, banyak musisi yang tetap memilih instrumen berbahan kayu, karena alasan sound quality. Pendapat yang sering muncul adalah: instrumen berbahan kayu menghasilkan range tonality yang lebih lebar dan tidak bisa direplikasi oleh bahan composite. Well, untuk urusan sound quality, akan kembali ke selera masing-masing, karena toh masih ada pabrikan alat musik yang menggunakan bahan composite hingga saat ini dan memang banyak yang menggunakan brand tersebut, contoh paling simpel adalah gitar keluaran brand Parker.

Composite builder

Untuk beberapa teman yang memang tertarik untuk memiliki instrumen musik berbahan composite mungkin dapat mencari brand di bawah ini untuk starting point-nya:

- RainSong, yang menggunakan graphite-composite untuk instrumen-instrumennya

- Ovation, yang menggunakan glass filament dan resin untuk gitarnya

- Blackbird, yangmemproduksi carbon fiber travel guitar

- Peavey Composite Acoustic, yang juga menggunakan carbon fiber

- Luis and Clark, yang menggunakan carbon fiber untuk violin, viola, cello dan bass.

Dari segi harga, instrumen berbahan composite bisa mempunyai harga yang lebih konsisten dibandingkan dengan instrumen berbahan kayu, meskipun akan tergantung kepada kayu yang digunakan oleh instrumen pembandingnya.

Kesimpulannnya, keputusan memilih material alternatif ini akan kembali lagi kepada personal masing-masing. Karena seorang musisi akan mempertimbangkan banyak factor, mulai dari durability sampai kualitas sound. Bagaimanapun, seiring semakin seringnya  penggunaaan instrumen berbahan composite di dunia profesional, sepertinya kita akan semakin banyak menemukan instrumen berbahan campuran di market ke depannya.

*Foto diambil dari berbagai sumber

0 COMMENTS