mantra vutura

Membedah Proses Penciptaan Rilisan Terbaru Mantra Vutura, ‘2020’ dan 'Percakapan Pt. 1'

  • By: Tristan Juliano
  • Selasa, 19 May 2020
  • 2346 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Menyiasati pandemi yang tengah berlangsung, tentu semakin banyak waktu luang untuk lebih produktif di rumah, mencari kesibukan baru. Untuk saya salah satunya adalah dengan tetap berkarya merilis dua single di Mantra Vutura berjudul "2020" dan "Percakapan Pt 1" yang akan kita bahas proses penciptaannya.

Proses Penciptaan Mantra Vutura - 2020

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

[USE HEADPHONES] . Unggahan ini kami ingin awali teruntuk kawan-kawan musisi hebat yang sudah memberikan spektrum warna, berbagi wadah emosi hingga menyelamatkan ribuan nyawa melalui lagu. Terima kasih musisi Indonesia dan terima kasih untuk kita semua yang merayakan . Limpahan kebahagiaan tertuang dalam 'Mantra Vutura - 2020 [Official Music Video]' karena kali ini berkesempatan merangkai puluhan doa yang telah dikumpulkan melalui jejaring media sosial, diikat dengan ucapan 'Amin' dari 61 kolaborator, dilantunkan dengan nada bebas, dan pada akhirnya bermuara sebagai harapan bersama menghadapi 2020 yang penuh ujian . Selalu kami anggap Mantra (doa) Vutura (untuk masa depan) bukan hanya milik Tristan Juliano dan Zakari Danubrata, namun rumahnya milik semua. Lagu ini akan menjadi pengingat, wadah, serta medium baru untuk kita merenung. Silahkan sisipkan doa-doa 2020 kalian dalam hati atau jika berkenan berbagi di kolom komentar, kami akan sangat senang mendengar versi kalian . Semoga terkabulkan Dalam situasi apapun, semoga kita dikuatkan dan saling menjaga. Amin. ______ @tristanjulianos @zakari.d @_klav_ @rizkia.laras @rl.klav @osloibrahim @anandathsvra @kadji_ @fiersabesari @kittendust @asteriska @tjkusuma @viratalisa @wisn_ikhsantama @kevinseptanto @ifyalyssa @deviasitaptr @bimsins @figurarenata @arielnayaka @enricooctaviano @ditapermatas @charitamy @rayhannoor @agthpricilla @idgarirang @pandunoid @tashoora @__________saldi @oscarlolang @igunsudarmono @teddyadhitya @afifahyusuf @rayssadynta @natasha.udu @bisabunyi @diaswidj @glaskaca @chikifawzi @bensihombing @ryobodat @adnandenan @bilalindrajaya @rendypandugo @ardhitopramono @msteffiano @rayendrasunito @iamsoftanimal @elephantkind @igamassardi @barasuara @billyasaleh @ffikriawan @pamunqkas @monicakarina @erapatigo @wordfangs @aylaadjie @mondogascaro @lafagreen @aleantipony @jesslynjuniata @kuntoajiw @putichitara @bammastro @abyanza @__.denisa @lombasihiryes @ffeastt ___ Video by Tristan Juliano Produced by Mantra Vutura Composed & Arranged by Tristan Juliano Mixed by Tristan Juliano, Yudistira Abjani Mastered by Marcel James Artwork by Zakari Danubrata #MantraVutura #2020

A post shared by Mantra Vutura 2020 (@mantravutura) on

Kedua rilisan memiliki proses yang menarik, khususnya "2020" yang mengajak 61 musisi tanah air seperti Kunto Aji, Iga Massardi, Rayendra Sunito, Ardhito Pramono, dll, cukup mengucapkan "Amin" di nada bebas yang nantinya kumpulan "Amin akan diharmonisasikan di DAW Ableton Live 10. Tak henti sampai situ, lagu 2020 juga mengajak warganet untuk seraya mengumpulkan doa dan harapan mereka terhadap 2020 yang kita hadapi bersama (via Instagram). Ketika kedua elemen itu digabung dan dirangkai dalam satu video (menggunakan Final Cut Pro), seolah akan menjadi doa dan harapan bersama yang telah di-Amin-kan bersama juga. Referensi lagu 2020 adalah Jacob Collier – Moon River.

Dimulai dari mengajukan permohonan untuk sahabat musisi mengucapkan "Amin" di nada bebas, sekitar 5-7 detik. Video File yang terkumpul kemudian akan dikirim ke DAW Ableton Live 10, Arrangement View, otomatis akan terpampang Audio File di Audio Tracks. Setelah itu, Audio File dari 61 musisi mengucapkan "Amin" akan kita klasifikasikan sesuai kelompok nada (+Color Assign), semisalnya kelompok "Amin" nada F akan diisi oleh Asteriska, Hindia, Pamungkas – nada G# akan diisi oleh Rendy Pandugo, Bilal Indrajaya, Sal Priadi, dst. Kemudian, seluruh Audio File akan melewati Pitch Correction menggunakan Melodyne. Setelah itu, barulah kita bisa menciptakan harmonisasi "Amin" dengan chord pilihan. Dengan mudah kita tempatkan Audio File di nada pilihan sesuai keinginan.

Mengetahui bahwa setiap musisi merekam file dalam kondisi ruangan dan akustik yang berbeda-beda, sebanyak 135 tracks tersebut, kami dan rekan Yudistira Abjani kemudian menghilangkan noise menggunakan X-Noise dari Waves, ditambah EQ-8, dan Compressor sehingga hasilnya lebih jernih dan tidak ada peak.

Berlanjut ke track panning, kami ingin menempatkan karakter suara pria yang rendah berada di posisi tengah dengan reverb yang cukup dry. Semakin mengarah karakter suara wanita yang mengambil nada tinggi, maka penempatan L & R semakin lebar dengan reverb yang lebih wet. Namun, tidak harus selalu format seperti itu, seperti beberapa kali kami mainkan penempatan panning secara acak. Keseluruhan harmonisasi 61 musisi tersebut mengenakan reverb u-he Uhbik A [Big Venue preset] secukupnya. Beberapa lainnya menggunakan u-he Uhbik Q [Clear preset] agar semakin terbantu menjernihkan audio file.

Lagu ini memiliki bagan yang mudah karena tidak ada ketentuan verse, pre-chorus, chorus, dst. Namun, memiliki tingkat kerumitan yang tinggi di mana 135 tracks harus dirangkai dan dipilih sesuai porsinya, di satu sisi tetap memunculkan karakter vokal dari masing-masing musisi.

Proses Penciptaan Mantra Vutura & Hindia – Percakapan Pt. 1

Singkat cerita, "Percakapan" akhirnya menjadi project berkelanjutan milik Mantra Vutura dan Hindia. Lagu ini bagi kami adalah lagu paling eksplor yang pernah dikerjakan. Dalam prosesnya, kami banyak terinspirasi oleh teknik dan metode yang digunakan Bon Iver dan 30 Seconds to Mars, baik dalam segi vocal work, drum work, maupun karakter instrumen lainnya.

"Percakapan Pt 1" menceritakan sisi putus asa manusia ketika doanya tidak diindahkan. Dialog antara mereka yang menyalahkan Tuhan akan situasi—dengan lawan bicara sosok yang memperingatkan keterpurukan adalah ulah manusia sendiri. Meskipun penuh pertentangan, lirik lagu ini tetap mengingatkan “semua terlalu besar untukmu. semua yang ditinggalkan baik adanya, baik awalnya,” untuk kita memperbaiki rasa syukur yang absen dan kembali lagi di jalan-Nya. Dari ide di atas tertuang mood verse lagu yang khusyuk diiringi piano, hingga chorus dengan kompleksitas komposisi sebagai wujud pertentangan.

Proses lagu ini diawali dengan drum work melalui midi ironman kit oleh saya. Kami menginginkan drum pattern yang acak pada chorus 1 (1.15-1.45) dan berusaha mengangkat perasaan "sulit menebak letak ketukan 1", melambangkan gejolak putus asa ketika doa tidak diindahkan. Padahal sebenarnya indikator termudah menemukan ketukan 1 adalah berpatok pada vokal ‘O O O O’. Pada chorus 2 (2.42-3.25), drum pattern yang acak semakin lama semakin stabil dengan muncul shaker yang konstan, dilanjutkan dengan kick drum yang mulai four on the floor, kembali pakem pulang ke rumah. Midi Drum Ironman Kit yang telah dibangun, kemudian disempurnakan rekam drum asli oleh Zakari Danubrata (Mantra Vutura) di Velvet Studio, Pejaten. 

Untuk bass di verse, menggunakan Plug-In u-he Zebra 2 – HS Flapper. Untuk Bass di Chorus, menggunakan Plug-In u-he ACE – eX Aggression; di-layer dengan u-he HIVE – HS Prog Machine. Kemudian, rekam Guitar Work dibantu oleh Rayhan Noor menggunakan Fender Jazzmaster Troy Van Leeuwen Signature, UAD Apollo Twin (UA 610 Preamp & 1176 Legacy), dengan Logic Pro X (Chromaverb, Scanner Vibrato & Pitch Shifter) bisa dilihat di sini. Strings menggunakan Kontakt 5 – Adagietto. Menuju klimaks akhir, Tristan mengisi Solo Synth dengan u-he Bazille – ‘ARK Queen Guitar Solo’.

Untuk vocal work suara Baskara Putra (Hindia) dan Zakari Danubrata (Mantra Vutura) direkam di Studio SoundPole, dengan Wisnu Ikhsantama (Tama) sebagai engineer. Pada saat rekaman, Tama memakai AudioAssault Headcrusher untuk distorsi, lalu untuk EQ Vocal dengan Slate Virtual Mix Rack + Acustica Audio Big Ceil di Mixbuss Vocal.

Khusus untuk lagu ini, kami banyak menggunakan Izotope Vocal Synth, tambah distorsi dan Key Correction agar timbul vocal work seperti Kanye West atau Bon Iver. Kemudian, Vocal Work 2 adalah Vocal Glitch, diciptakan dengan sampling hasil rekaman vokal yang tidak terpakai, didaur ulang dengan cara di-reverse, mainkan pitch nada sebebasnya, chopping sehingga bisa menciptakan suara seperti glitch, tambah Uhbik-Q (Bottomless Preset) dan mainkan Track Panning. Contoh Vocal Work 2 dapat terdengar jelas di menit 3.27-3.37. Setelah itu, untuk Vocal Work 3 adalah Vocal Stutter, diciptakan melalui penerapan Izotope Stutter Edit terhadap Vokal Baskara dan Zakari yang sudah disatukan sehingga hasilnya padat dan banyak opsi pemilihan untuk dipakai. Vocal Work 3 kami anggap perannya sebagai ornamen sehingga mampu menghias ruang kosong di tengah lagu yang sudah kompleks, tentu dengan Gain yang kecil dan Auto-Pan (Amount besar, Rate menengah). Contoh Vocal Work 3 dapat terdengar di PreChorus 2.13-2.42. Terakhir, Vocal Work 4 seperti Vocoder di menit 1.46-1.56 menggunakan Vocal Synth, gabungan dari rekam Audio kalimat Tristan “kau salah menafsirkan, titipanku juga kelahiranmu,” ditempel dengan chord MIDI yang akan men-generate kalimat menjadi bernada sesuai chord.

Mengakhiri artikel ini, saya sangat bersyukur bisa berbagi ilmu kepada pembaca rubrik Supergears-nya SUPERMUSIC. Menghadapi pandemi ini, saya ingin mengajak teman-teman pembaca untuk tetap berkegiatan, mengulik dan mengumpulkan referensi musik dari berbagai penjuru, seperti artikel yang disediakan juga oleh Supergears. Seperti Mantra Vutura yang bermain di metode reconstruct to deconstruct gabungan referensi lain, alhasil kami mempelajari teknik baru dan menemukan karakter yang ingin dicari. Kemudian, jangan takut untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, karena rasanya kompetisi sehat tetap bisa diraih melalui jalur kolaborasi, lebih banyak akses tukar ilmu.

Tentunya di momen pandemi ini di mana kita diharuskan isolasi mandiri, akan sangat menyenangkan apabila kita bisa menciptakan karya bersama via tukar audio file, lengkap dengan video kolaborasi. Kemudian, manfaatkanlah juga momen ini karena beberapa produk software musik hingga kelas online dijual banting harga. Lalu, musisi ternama luar kerap membagikan patches, kit, dan berbagai aset lainnya seperti musisi J3PO. Bahkan, Pamungkas membagikan drum samples dari album Walk the Talk dan Flying Solo saat ini.

Percayalah, tidak ada waktu yang terbuang. Kelar pandemi ini kita akan siap dengan banyak bekal baru. Semoga industri musik bisa terus berputar dengan berbagi satu sama lain. Amin.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
2585 views
superbuzz
2701 views
supershow
1113 views
superbuzz
701 views