Memilih Audio Interface

  • By: Agung Hellfrog
  • Senin, 30 April 2018
  • 1627 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Musisi bisa dibilang adalah salah satu pekerjaan yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Karena perkembangan teknologi telah memudahkan banyak musisi untuk berbagai hal, salah satunya adalah berkarya. Sekarang ini, recording di rumah bukanlah sebuah hal yang aneh, karena dengan maraknya software-software DAW (Digital Audio Workshop) ataupun interface yang beredar di market, hampir semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membuat sebuah karya musik.

Dengan semakin banyaknya supply dari alat-alat untuk recording, maka semakin kompetitif pula harga dari benda-benda tersebut. Dan kabar baiknya adalah, membuat sebuah karya atau recording sekarang ini sudah dapat dilakukan di rumah dengan budget yang ekonomis.

Dengan beberapa requirement seperti laptop/PC dan sebuah audio interface, kita sudah bisa memulai melakukan apa yang disebut sebagai home recording. Namun yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, laptop atau audio interface seperti apa yang dibutuhkan untuk bisa melakukan home recording. Artikel ini akan membahas beberapa poin yang dapat kalian jadikan pertimbangan saat ingin membeli sebuah audio interface.

1. Kebutuhan

Ketika muncul pertanyaan, “Audio interface seperti apa yang harus saya beli?” ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa yang kita perlukan dari benda tersebut. Apakah kita memerlukannya untuk merekam full band secara live, atau hanya sekadar membuat demo, atau mungkin kita butuh untuk merekam sesuatu secara mobile.

Dengan mengetahui apa yang kita butuhkan, kita akan mempunyai gambaran lebih jelas tentang audio interface yang kita butuhkan. Mungkin langkah pertama yang paling baik adalah kita harus list kebutuhan yang kita perlukan.

2. Koneksi

Yang dimaksud dengan koneksi di sini adalah melihat koneksi yang dimiliki oleh PC/laptop kita dengan audio interface yang akan kita beli, apakah itu via USB, FireWire, thunderbolt, PCI, dsb.

3. I/O – Input/Output

Jika kita sudah mengetahui kebutuhan kita, secara otomatis kita akan dapat menjawab poin yang satu ini. Sebagai contoh, jika kita ingin merekam full band secara live, maka yang kita perlukan adalah audio interface yang mempunyai input kurang lebih 16 channel.

4. Sound Quality

Saat ini sebenarnya agak sulit untuk membedakan kualitas sound dari audio interface dari masing-masing merek yang ada di market–terutama untuk orang awam. Karena saat ini tidak sedikit audio interface (khususnya audio interface yang lebih murah) yang berani mengeluarkan fitur-fitur layaknya audio interface yang lebih mahal.

5. Harga

Banyak orang yang mengira bahwa kita akan memerlukan biaya yang besar untuk memiliki sebuah audio interface. Sebagaimana yang dibahas di poin sebelumnya, terdapat beberapa audio interface yang memiliki range harga yang miring tetapi dengan kualitas yang sudah lebih dari cukup. Berikut adalah beberapa list audio interface yang bisa dibilang termasuk dalam kategori harga ekonomis:

- Behringer U-PHORIA UMC 404 HD
Harga : Rp 2-3 juta
I/O : 4 input/ 4 Output
- Focusrite Scarlett Solo
Harga : Rp 1-2 juta
I/O : 2 input/ 2 output
- Behringer U-PHORIA UMC 204 HD
Harga : Rp 1,5 juta-2,5 juta
I/O : 2 input/ 4 output
 
- Line 6 Sonic Port
Harga : Rp 1-2 juta
I/O : 2 input/ 2 output
- Presonus AudioBox USB 2x2
Harga : Rp 1,5-2,5 juta
I/O : 2 input/ 2 output

Meskipun sebenarnya masih banyak poin-poin yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih sebuah audio interface, beberapa poin di atas nantinya dapat kalian jadikan “starting point” dalam memilih sebuah audio interface. Sekadar catatan, menurut saya pribadi poin nomer satu merupakan poin yang gampang-gampang susah, karena agak sulit untuk mengetahui apa yang kita butuhkan dalam proses recording jika kita sendiri belum pernah melakukannya sebelumnya.

Saran saya adalah baiknya teman-teman memperbanyak sharing/ngobrol langsung dengan orang yang sudah pernah melakukan proses recording sebelumnya, baik dari kalangan profesional maupun dari kalangan teman-teman sendiri.

*Foto: Faber Skyline (cover).

0 COMMENTS

Info Terkait

supergears
531 views
supergears
405 views

Mengenal Roll-Up Piano

supergears
572 views
supergears
442 views
supergears
1465 views

Membedah Efek Fractal AX8

supergears
1641 views