Mengenal Digital Audio Workstation

  • By: Agung Hellfrog
  • Senin, 30 April 2018
  • 332 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Dari awal kemunculan microchip dan teknologi komputer lainnya, masyarakat sudah menyadari potensi yang dapat dikembangkan oleh penemuan tersebut. Di dunia musik sendiri, kemunculan semua hal yang berbau digital telah berkembang sangat jauh, meskipun rata-rata konsep yang berkembang adalah mendigitalkan hal-hal yang analog, tetapi hal itu telah banyak membantu kalangan musisi dalam banyak proses. Salah satu contoh dari perkembangan teknologi yang ada di dunia musik adalah munculnya Digital Audio Workstation atau yang biasa kita sebut dengan DAW.

Apa itu DAW?

DAW atau Digital Audio Workstation adalah sebuah software yang didesain untuk mengakomodasi penggunanya untuk merekam, mixing, mastering dan/atau mengubah suara yang telah direkam (editing).

Dari awal ditemukannya pada pertengahan era 1970-an, DAW telah banyak mengalami banyak sekali perkembangan. DAW saat ini bisa dibilang adalah sebuah hasil perkembangan teknologi yang mengagumkan, karena produk-produk DAW sekarang ini tidak hanya mampu menggantikan semua equipment yang ada dalam sebuah studio rekaman, tetapi juga mampu membuat proses produksi sebuah musik menjadi semakin mudah dari waktu ke waktu.

Siapakah yang dapat menggunakan software ini?

Belajar menggunakan DAW sebenarnya bukanlah hal yang terlalu sulit, karena menggunakan software ini adalah sesuatu yang dapat dipelajari oleh semua orang. Ada baiknya, dalam mempelajari software ini adalah memilih salah satu dari sekian banyak software DAW yang beredar dan mulai konsisten mempelajari software tersebut, sampai akhirnya kita mengerti konsep-konsep yang ada di dalam software tersebut, karena hampir semua DAW yang ada saat ini bekerja dengan konsep yang hampir mirip.  

Setelah kita mulai memahami basic cara kerja sebuah DAW, barulah kita bisa mulai mencoba berbagai macam hal yang dapat dilakukan oleh software tersebut, mulai dari recordingeditingmixing, sampai mastering. Jika kita sudah mulai mencari-cari informasi seputar dunia audio engineering, kita akan menemukan banyak orang yang terjun di bidang ini tanpa mempunyai latar belakang pendidikan formal di bidang audio engineering ataupun musik.

Requirement

Sebagaimana software pada umumnya, DAW juga membutuhkan sebuah komputer/laptop yang “layak” agar DAW yang kita gunakan dapat beroperasi dengan baik. Berikut adalah beberapa poin yang harus diperhatikan dari sebuah PC yang akan kalian gunakan.

  • CPU (processor) dan RAM Memory

Salah satu perangkat penting yang harus kalian perhatikan dalam menggunakan software ini adalah CPU dan RAM dari PC/laptop kalian. Karena software ini bisa dibilang cukup “berat”, ada baiknya kalian meng-upgrade spec CPU dan RAM kalian. Umumnya sebuah software DAW bekerja cukup baik di PC/laptop dengan spec minimum: Quad core (CPU) dan 8GB RAM Memory.

  • Input Devices

Selain sebuah PC/laptop yang layak, alat tambahan yang kalian butuhkan dalam menggunakan DAW adalah sebuah audio interface. Untuk kalian yang ingin tahu tentang audio interface bisa melihat ke artikel sebelumnya.

DAW seperti apa yang pas untuk pemula?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, karena ada beberapa yang berpendapat untuk menggunakan “Professional DAW” dari awal adalah hal yang paling baik, tapi ada juga yang berpendapat berlawanan.

Menurut saya pribadi, jika kalian baru memulai segala hal yang berhubungan dengan DAW, mulailah dari “Free DAW” yang bisa kalian dapatkan di internet. Seperti yang saya ceritakan di atas, pada dasarnya hampir semua DAW bekerja dengan konsep yang hampir mirip.

And here’s the list

Berikut akan saya sebutkan beberapa DAW yang dapat kalian gunakan baik itu professional DAW dan juga Free DAW:

1. Steinberg Cubase

Ini adalah salah satu software DAW yang paling mudah untuk kalian dapatkan. Produk keluaran Steinberg ini memang telah dikenal di dunia music production selama beberapa dekade, mulai dari seri Cubase 5 sampai seri terbarunya, Cubase Pro 9.  Selain Cubase, produk DAW keluaran Steinberg yang mudah kalian dapatkan adalah seri Nuendo.

2. Pro Tools

Bisa dibilang Pro Tools adalah software DAW yang akan sering kalian temukan di studio rekaman di negeri ini. Dari segi interface yang user friendly dan juga cara bekerja yang memang seperti perangkat analog yang “didigitalkan” software ini sering dibilang sebagai standar DAW untuk professional music production.

3. Cakewalk Sonar

Jenis DAW lain yang bisa kalian dapatkan adalah SONAR. produk keluaran Cakewalk ini memang sedikit lebih sulit digunakan jika dibandingkan dengan dua DAW sebelumnya. Namun produk keluaran SONAR ini sering dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada di DAW lainnya.

4. Audacity (FREE DAW)

Salah satu Free DAW yang dapat kalian gunakan adalah Audacity. Dengan tampilan yang simpel dan minimalis, kalian dapat lebih mudah mengenal penggunaan DAW dengan software ini. Meskipun demikian, software ini bisa dibilang salah satu software DAW yang powerful, yang dapat kalian dapatkan secara FREE.

5. Garage Band

Yup, Garage Band adalah sebuah software DAW. Untuk pengguna Apple pasti sudah tidak asing dengan software ini karena sudah langsung built-in dalam produk-produk Apple, dan beruntungnya kalian bisa mulai mengenal konsep dasar penggunaan DAW dengan software ini sebelum kalian beranjak ke Professional DAW seperti ProTools atau Logic Pro X

6. Pyramix 11

Mungkin tidak sepopuler Audacity, tapi Pyramix 11 adalah DAW Professional yang bisa kalian dapatkan secara free. Jadi untuk kalian yang memang mempunyai budget minim tapi ingin memiliki Professional DAW, Pyramix 11 bisa jadi pilihan kalian.

DAW bisa dibilang adalah salah satu hal terbaik yang terjadi di music industry. Karena software inilah proses-proses memproduksi sebuah karya seperti record, mixing dan mastering menjadi jauh lebih mudah. Beberapa DAW di atas adalah salah satu yang bisa dengan mudah kalian dapatkan di luar sana. Dan dengan sedikit catatan, hampir semua studio profesional menggunakan DAW Professional. Namun untuk kalian yang baru ingin bereksperimen dengan DAW, tidak ada salahnya memulai dengan yang free.

*Foto: soundonsound.com, hearthemusicplay.com, flypaper.soundfly.com

0 COMMENTS

Info Terkait

supergears
316 views
supergears
470 views

Memilih Audio Interface

supergears
986 views
supergears
1119 views
supergears
873 views