MENGENAL TERMINOLOGI DALAM SEBUAH MIXER

MENGENAL TERMINOLOGI DALAM SEBUAH MIXER

  • By:
  • Jumat, 22 January 2021
  • 726 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Karena banyak mixer yang mendukung fungsi perekaman dan pertunjukan langsung, perbedaan antara kedua jenis ini tidak selalu jelas. Saat ini ada banyak mixer audio yang akan memenuhi kebutuhan panggung dan perekaman. Tapi apakah sobat benar-benar tahu tentang istilah-istilah yang dipakai dalam sebuah mixer? Karena dengan mengenal istilah tersebut , dapat dipastikan pemahaman spesifikasi, fitur, dan pengoperasian mixer akan menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk membantu Sobat memahami spesifikasi dan fitur yang akan Sobat baca, kami menawarkan glosarium berikut yang akan membantu Sobat menjelajahi semua informasi itu.

Channel

Channel, pada dasarnya adalah jalur sinyal. Mixer dengan jumlah channel yang banyak, berarti kemampuan untuk dihubungkan, menghubungkan, dan mengirim sinyal akan lebih banyak pula. Channel biasanya dirancang secara khusus untuk dapat dihubungkan dengan mikrofon atau perangkat lain seperti amplifier preamp, dan pemroses sinyal.

Channel Strip

Channel Strip merupakan sekelompok sirkuit dan kontrol yang berfungsi bersama pada channel mixer untuk mempengaruhi sinyal audio yang melewatinya. Ini biasanya termasuk:

  • Input XLR 
  • Jack input untuk menerima instrumen eksternal, mikrofon, dll.
  • Input lain menerima konektor RCA atau TRS ¼ inch.
  • Preamp untuk memperkuat sinyal dengan melakukan proses ekualisasi atau disingkat EQ (gate, kompresi, gain, dll)
  • Tombol group 
  • Fader untuk mengontrol input atau output channel

I/O

Simbol I/O merupakan simbol dari input/output pada mixer. Jumlah dan jenis masukan dan keluaran yang diperlukan sangat ditentukan oleh cara sobat berencana menggunakan mixer. Misalnya, dalam situasi mixing secara live, sobat memerlukan mixer dengan input yang cukup banyak untuk menangani kombinasi mikrofon dan perangkat lain yang terhubung, ditambah output untuk menghubungkan ke speaker utama dan monitor. 

Bus

Bus pada dasarnya adalah jalur untuk mengarahkan satu atau lebih sinyal audio ke tujuan tertentu. Tujuan dapat mencakup grup, pengiriman tambahan, campuran stereo, flipback, atau monitor. Bus, pada umumnya digunakan untuk merutekan sinyal saluran ke fader grup master, perekam multitrack, atau fader master stereo utama (atau semuanya). Dalam penerapan di studio, bus dapat digunakan untuk mengelompokkan sinyal bersama-sama untuk merekam ketika terlalu banyak saluran audio untuk dikirim ke multitracker / interface / soundcard sobat. Bus juga biasanya digunakan untuk memilih instrumen apa saja yang akan didengarkan di headphone

Groups

Mixer dengan banyak channel  seringkali memiliki fungsi grup yang memungkinkan dapat mengontrol dan memproses beberapa channel secara kolektif. Grup bekerja seperti sub-mixer, berbagi pemrosesan dan perutean sinyal yang sama, dan karena semua channel dikontrol dengan satu fader, keluaran ke bus master lebih mudah dikontrol. Misalnya, semua mikrofon yang digunakan pada kit drum dapat diatur ke dalam satu grup, sehingga kontrol akan jadi lebih mudah bagi keseluruhan instrumen dan volume drum. Beberapa mixer yang memungkinkan pengelompokan saluran juga memiliki fungsi mute. Ini berguna saat sobat ingin menghilangkan suara yang tidak diinginkan dari bocoran mikrofon. 

Inserts

Channel insert dapat dipakai untuk menghubungkan prosesor suara eksternal seperti kompresor dan equalizer ke channel tertentu, biasanya setelah tahap preamp channel. Pada mixer yang lebih besar mungkin terdapat patch bay yang memungkinkan terkoneksi dengan berbagai perangkat eksternal.

Direct Output

Sebuah fitur yang ditemukan pada beberapa mixer dimana output terpisah dikirim langsung dari input preamplifier, tidak tergantung pada level fader dan ekualisasi, yang dapat dikirim ke mixer monitor atau mixer. 

Cue System

Cue System dapat membantu untuk mendengarkan pada channel yang dipilih tanpa mempengaruhi keluaran mixer. Biasanya, sinyal diumpankan ke amplifier, headphone, atau speaker monitor. Cue System juga biasanya dapat membantu mendengarkan sinyal baik sebelum atau setelah fader memengaruhinya. 

Terminologi yang dibahas dalam artikel ini tidak lengkap, namun berdasarkan pertimbangan banyak ditemui ketika situasi live atau di studio. Jika sobat memang tertarik untuk lebih dalam mempelajarinya, akan lebih bagus untuk melihat buku panduan dari mixer-mixer ternama.

 

Have fun..

TAGS:
0 COMMENTS