Menghasilkan Sound Vintage Menggunakan VST Gratisan

Menghasilkan Sound Vintage Menggunakan VST Gratisan

  • By: Mardial
  • Rabu, 11 March 2020
  • 18450 Views
  • 2 Likes
  • 2 Shares

Melalui kemudahan yang selalu diberikan software era ini, terkadang kita merasakan ada "kekurangan" dari musik yang kita produksi. Sound modern memang cenderung lebih mengutamakan kebersihan atau kejernihan suara. Namun, hal tersebut justru seringkali malah menghilangkan nuansa real dan menghasilkan sound yang terlampau robotik. Di sisi ini, banyak produsen yang justru membangun VST instrument atau effect yang menyimulasikan perangkat legendaris jadul guna meraih sound vintage.

Beberapa band modern yang dikenal dengan nuansa sound jadul telah banyak bermunculan. Tame Impala yang baru saja merilis album baru bulan lalu pada awal kariernya terdengar sangat mengandalkan VST instrument dan effect dalam memproduksi musik.

Menggunakan fasilitas home recording, yang terbilang tidak terlalu profesional, Lonerism karya Parker dibuat menggunakan Laptop dan DAW Ableton Live. Bermodalkan moto ”If it's good, it's good" alias tidak terlalu memikirkan metode seorang professional sound engineer. Ia lebih mempercayai telinganya melalui fasilitas yang ia miliki.

Di artikel ini, saya akan memberikan beberapa metode mendapatkan sound vintage menggunakan VST instrument dan effect yang bisa kita gunakan di DAW, gratis. Saat ingin mengetahui referensi sound incaran kita, sangatlah penting untuk lebih dulu mengetahui gear musisi/band bernuansa vintage yang ingin kita tiru.  

Beberapa synthesizer populer dikenal dapat menghasilkan sound era jadul adalah Roland Juno 60, yang terdengar di album Mac DeMarco atau Tame Impala. Contoh lain adalah Oberheim OB-X yang sudah sangat familiar kita dengar di lagu Van Halen, “Jump”, juga sound populer di era 80-an asal Yamaha DX7 dan masih banyak lagi.

VST Instrument Vintage

Setelah kita mengetahui jenis gear yang mereka gunakan, kita tidak perlu menghabiskan ribuan dolar untuk memburu alat-alat langka tersebut. Kita cukup mencari emulasinya, berupa VST instrument untuk kemudian dipasang dalam DAW.

Banyak produsen VST membuat emulasi atau clone gear-gear lawas dengan harga yang (terbilang) pantas. Namun akan lebih menyenangkan lagi kalau kita bisa mendapatkan versi gratisnya, seperti emulasi Roland Juno 60, bernama TAL U-NO-62.

Instalasi instrumen VST sangatlah mudah: hanya dengan memasukkan file (.dll) dalam folder VST di komputer kalian, plugin langsung terpasang dan siap dipakai. Melalui 20 preset sound  ikonik, kalian secara tidak langsung akan mempelajari parameter Juno 60' seperti oscillator, filter, LFO, dan sebagainya. Ini adalah metode belajar synthesizer gratis, sebelum kalian nantinya memutuskan untuk memiliki gear synthesizer dengan harganya selangit dan sangat langka itu.

Berikutnya ada simulasi Oberheim OB-X yang bernama OB-Xd. VST yang berukuran sangat kecil, hanya 15Mb, ternyata memiliki sound powerful. Seringkali saya gunakan untuk membuat suara synthesizer benuansa tebal dan uplifting, misalnya serupa scoring Stranger Things atau disko darurat The Upstairs, bisa dihasilkan menggunakan beberapa preset yang tersedia.  

Suara yang dihasilkan memang tidak setebal perangkat asli/analog, tapi dengan sedikit tweak seperti compressing atau penambahan saturasi pada track, saya rasa akan sangat cukup untuk menghasilkan sound jadul nan powerful.

Berikutnya, Yamaha DX7 adalah synthesizer yang mengubah dunia musik era 80-an. Sejak dirilis pada 1982, banyak sekali hits yang dihasilkan menggunakan DX7. Setiap kali kita menggunakan sound DX7, pendengar biasanya otomatis beranggapan bahwa alunannya sangat bernuansa nostalgia.  Emulasi Yamaha DX7 sangatlah banyak, mengingat popularitasnya, tapi lagi-lagi kita akan menggunakan versi gratisnya, Dexed FM Synthesizer.

Bagi saya, plugin ini adalah one stop jadul sound dengan preset ikonik. Kita dapat menghasilkan banyak sekali sound revolusioner era 80-an. Walau mungkin tampilannya akan sangat memusingkan, mengingat DX7 adalah jenis FM synthesizer dengan operasional dan parameter jelimet. Namun dengan mempelajari sound preset-preset yang tersedia, nantinya kalian akan terbiasa.

VST Effect Vintage

Setelah kalian mampu menghasilkan sound-sound emulasi gear jadul, kalian masih bisa memberikan nuansa vintage dengan menambah VST effect yang menyimulasikan konsol mixing. Ini tentunya juga bernuansa jadul, seperti effect native Ableton bernama Vinyl Distortion yang mensimulasikan sound yang dihasilkan pemutar piringan hitam.

Suara kotor atau crackle yang diciptakan efek ini cukup renyah, dan mampu memberikan warna pada distorsinya. Ini tentu dengan catatan khusus: jangan gunakan terlalu banyak karena justru dapat terdengar mengganggu keseluruhan sound.

Salah satu metode penjadulan suara yang sangat saya sering lakukan adalah menggunakan efek flutter atau gelombang. Biasanya bisa kita jumpai pada perangkat analog seperti pemutar pita rekaman. Flutter dapat memberikan kesan gelombang suara tidak stabil di kaset pita lawas.

Versi gratis dari efek ini salah satunya adalah MGF Timewarp, VST kecil dan sangat powerful ini memiliki panel operasional yang sangat mudah. Kita bisa atur kecepatan gelombang kejadulannya dengan knob frequency. VST ini sangat cocok untuk diaplikasikan di sound synthesizer, gitar atau piano. Sekali menambah efek ini, kalian langsung bisa merasakan perbedaan signifikan dari sound sebelumnya.

Di era sebelum produksi musik menggunakan perangkat komputer, teknik produksi sangat terbatas dan penuh dengan trial-and-error. Demi meraih nuansa sound vintage, kita harus membatasi segala kecanggihan DAW saat ini, contohnya membatasi jumlah track yang kita produksi di sebuah projek.

Contohnya, bila kita terbiasa menggunakan 30 track di satu lagu, cobalah batasi menjadi 16 track seperti konsol mixing jadul. Jika kita terbiasa menggunakan Digital Parametic Equalizer yang sangat detail dalam menerjemahkan frekuensi suara, cobalah untuk gunakan 8 band equalizer atau 3 band British equalizer yang sangat terbatas, tapi memiliki karakter sound tersendiri.

Selamat bereksperimen.

0 COMMENTS