Panduan Memilih Neck Gitar yang Cocok

  • By: Agung Hellfrog
  • Rabu, 28 November 2018
  • 742 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Seiring berjalannya waktu, berbagai industri dari berbagai bidang kerap melakukan inovasi dalam hal memasarkan produk/jasa yang mereka tawarkan. Mulai dari yang awalnya hanya menawarkan produk/jasa yang mereka buat, lalu membuat produk/jasa yang dibutuhkan oleh market, sampai akhirnya mengakomodasi market untuk melakukan user customization dari produk yang ditawarkan, agar bisa sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Yap, kurang lebih itulah perjalanan inovasi marketing yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Namun cukup segitu saja kita membahas tentang marketing, biarlah para pakar yang membahasnya, hehe.

Lantas apa hubungan pembahasan di atas tadi dengan judul artikel ini? Sebagaimana teman-teman tahu (khususnya teman-teman yang bermain instrumen gitar), bentuk neck pada gitar adalah salah satu faktor krusial yang dapat menentukan permainan si gitaris, dikarenakan masing-masing individu memiliki berbagai bentuk dan ukuran jari tangan yang berbeda.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seiring berkembanganya zaman, akhirnya muncullah berbagai macam variasi produk yang ditawarkan oleh para produsen gitar. Mulai dari bentuk, ukuran, material yang digunakan, sampai finishing.

Untuk kasus neck gitar, teman-teman yang sudah cukup lama bermain gitar mungkin tidak terlalu mengalami kesulitan dalam memilih bentuk neck gitar yang sesuai, tapi untuk beberapa teman yang masih “ngulik” tentang gitar, pastinya berbeda. Nah, di artikel kali ini saya akan mengupas tentang neck gitar itu sendiri, dari bentuk dan radiusnya.

Bentuk (Shape)

Pada umumnya, bentuk neck gitar dideskripsikan dengan alfabet yang sesuai dengan bentuk neck gitar tersebut, seperti C, D, U, V.

C-shaped

Bisa dibilang ini adalah bentuk umum dari gitar-gitar yang ada saat ini. Bentuk ini memiliki bentuk oval yang menurut banyak orang cocok untuk memainkan berbagai macam style dengan neck ini. Umumnya tidak setebal bentuk U dan V.

Banyak gitar-gitar seperti Fender Stratocaster saat ini memiliki neck “modern C Shape” atau kadang dideskripsikan sebagai bentuk traditional C-shape yang di tipiskan.

V-Shaped

Terdapat dua jenis V-shape yang populer di market: soft V dan hard V, di mana bentuk “soft V” cenderung lebih oval dibandingkan bentuk “hard V”. Bentuk ini umumnya digunakan pada gitar-gitar old school, salah satunya adalah signature series milik Eric Clapton yang diproduksi oleh Fender.

U-Shaped

“Chunky and rounded”, itulah istilah yang sering digunakan untuk bentuk neck ini. Beberapa gitaris umumnya menyebut sebagai stik baseball. Umumnya bentuk seperti ini kurang diminati oleh para shredder, tapi semua itu kembali ke selera masing-masing sih, hehe.

D-Shaped

Bentuk neck yang paling sering digunakan para gitaris shredder. Yang membedakan bentuk ini dengan C-shape adalah bentuk ini cenderung mempunyai kontur yang lebih rata jika dibandingkan dengan C-shaped

Radius

Untuk memastikan “feel” dari sebuah neck, kita tidak akan lepas sama yang namanya radius. Sebenernya, apa sih yang dimaksud dengan radius? Jadi, bisa dibilang radius adalah ukuran untuk menentukan lengkungan, atau bisa dibilang seberapa cembungnya fretboard pada suatu gitar.

Jika teman-teman sekarang sedang pegang gitar (terlebih jika gitar listrik), bisa langsung dilihat bahwa fretboard pada gitar tidaklah rata, nah lengkungan yang ada pada fretboard itulah yang disebut radius. Untuk lebih simpel, semakin besar/panjang radiusnya, maka akan semakin rata sebuah fretboard.

Short vs Long Radius

Seperti halnya scale pada gitar (lihat posting-an sebelumnya) keduanya mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk gitar yang memiliki radius pendek, user cenderung akan lebih mudah untuk memainkan chord pada gitar tersebut, baik itu chord dasar, inversion, ataupun extension, dan juga lebih mudah untuk melakukan vibrato di gitar dengan radius pendek.

Namun, bagi para shredder, umumnya mereka lebih menyukai gitar dengan radius fretboard yang lebih besar/panjang, karena dari segi playability, gitar dengan radius besar lebih memungkinkan untuk set senarnya lebih dekat dengan fretboard.

Semoga uraian di atas sedikit banyak dapat membantu teman-teman yang masih bingung dalam memilih bentuk neck yang cocok. Tapi seperti kesimpulan sebelumnya, semua itu kembali ke style permainan teman-teman sendiri.

Dengan menentukan style yang akan kita mainkan, akan lebih mudah untuk menentukan gear yang akan kita gunakan.

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
1646 views
superbuzz
16918 views
superbuzz
2908 views
superbuzz
4342 views