Mencari Mikrofon Buat Band Pop Kamu

Panduan Mencari Mikrofon Buat Band Pop

  • By: Agung 'Hellfrog'
  • Sabtu, 30 November 2019
  • 225 Views
  • 10 Likes
  • 2540 Shares

Membuat dan memainkan musik bisa jadi salah satu profesi yang merogoh kocek cukup dalam. Setidaknya kita harus mempunyai perangkat penunjang kita di atas panggung atau di studio.

Misalnya saat rekaman, kualitas rekaman musik kita akan sangat bergantung pada dua hal: suara instrumen dan seberapa baik suara tersebut ditangkap oleh perangkat bernama mikrofon. Kemudian, hal-hal apa saja sih yang harus kita pertimbangkan untuk mewujudkan itu?

Artikel ini akan menjadi pemandu teman-teman, dan harus diketahui oleh musisi untuk memilih mikrofon yang tepat bagi kebutuhannya.

Saat kita jalan-jalan ke toko musik atau browsing di tokom online pasti bisa dilihat ratusan mikrofon dan tentu saja tidak semuanya kita butuhkan. Namun, setidaknya kita harus tahu jenis dan karakter agar tepat guna dan tidak membuang banyak waktu dan uang dalam prosesnya.

Jadi, demi menghindari sakit kepala karena terlalu banyak hal yang harus dipahami, kita coba mulai mengenal dua kategori mikrofon yang umum digunakan di panggung atau studio yaitu mikrofon dinamik.

Mikrofon tersebut dibuat untuk menahan tingkat tekanan suara tinggi dan rentang suara dinamik. Berikutnya ada mikrofon kondensor: jenis yang lebih sensitif daripada mikrofon dinamik, seringkali membutuhkan daya tambahan.

Selanjutnya kita masuk pada bahasan yang lebih rumit. Sebagai musisi pop, idealnya kita harus tahu tujuh sub-kategori mikrofon yang umum digunakan di studio dan panggung,  tapi pertama-tama, inilah sedikit panduan definisi untuk membantu.

  • Dynamic range - Jumlah head room, diukur dalam dB, dan tingkat perekaman maksimumnya.
  • Diaphragm - Bagian mikrofon yang berbunyi di udara bergetar untuk membuat arus listrik mengalir melalui mikrofon.
  • Small-diaphragm condenser - Mikrofon kondensor dengan area permukaan reseptor kecil. Seringkali, terlihat bungkusan panjang dan disebut "kondensor pensil."
  • Large-diaphragm condenser - Mikrofon kondensor dengan area permukaan reseptor alamat (diafragma) yang besar.

Large Diaphragm Condenser Mics

Jenis Ini dianggap mikrofon standar untuk merekam vokal, dan biasanya juga berhasil untuk merekam instrumen lainnya. Seringkali muncul di daftar belanja untuk studio baru, contohnya adalah Rode NT1A.

Small Diaphragm Condenser

Dikenal sebagai "mikrofon pensil", jenis ini bisa disebut spesialisasi instrumen rekaman yang kaya akan detail frekuensi tinggi, seperti simbal dan gitar akustik. Jenis ini sangat cocok untuk penyanyi/ penulis lagu. Jika konsep band kita, bernyanyi sambil bermain gitar akustik, maka sepasang kondensor diafragma kecil menjadi pendamping yang sempurna. Contohnya adalah Shure SM81.

1. Dynamic

Dikenal dengan sebutan "klasik", jenis ini sangat fleksibel dan cocok dengan segala jenis musik. Jenis mikrofon ini termasuk sering menjadi standar industri untuk rekaman gitar elektrik, drum dan vokal. Contohnya Sennheiser MD421 atau Sennheiser E609.

2. Bass Mics

Jika rata-rata mikrofon dinamik tidak sensitif menangkap suara instrumen bass, maka jenis ini adalah solusinya. Umumnya dikenal sebagai bass mic, atau kick drum mic karena mampu menangkap frekuensi rendah. Bekerja dengan baik pada kabinet bass, dan hampir semua instrumen frekuensi rendah lainnya. Contohnya AKG D112.

3. Multi-Pattern Mics

Biasanya terlihat dalam bentuk kondensor diafragma besar. Jenis ini memungkinkan kita untuk beralih di antara tiga pola kutub umum:

  • Cardioid
  • Omnidirectional
  • Figure 8

Berikut diagram yang menunjukkan tampilannya:

Seperti yang dapat dilihat Mic 1 memiliki pola omni directional, artinya seluruh area merah sama sensitifnya terhadap suara. Mic 2 memiliki pola angka delapan. Berarti dua area biru di  bagian depan dan belakang sensitif, sementara sisi-sisinya diabaikan.

Sementara Mic 3 memiliki pola cardioid, berarti area hijau di depan mikrofon paling sensitif, sisi kurang sensitif, dan bagian belakang diabaikan. Karakter ini menjadikannya mikrofon serbaguna, terutama untuk perekaman stereo. Contohnya adalah KSE 2200A II.

4. Ribbon Mics

Mikrofon Ribbons tidak tergolong dinamik atau kondensor. Jenis ini tergolong mikrofon khususl karena tidak menggunakan diaphragm tapi menggunakan pita aluminium tipis untuk menangkap suara. Ditambah lagi daya tahan yang sebanding dengan dinamik, lebih sensitif dibanding kondensor, satu hal kekurangannya adalah harga yang mahal. Contohnya adalah Royer 121.

5. Boundary Mics

Mikrofon jenis ini sering digunakan di studio musik untuk menangkap suara ruangan dengan memasangnya di dinding atau untuk kick drum dengan meletakkannya di dalam shell.

Semakin kita paham tentang jenis-jenis mikrofon dan kegunaannya, maka banyak manfaat yang bisa kita ambil. Dapat dipastikan kita tidak akan lagi menghabiskan terlalu banyak uang dengan membeli mikrofon yang yang tidak sesuai kebutuhan. Hal terpenting adalah usaha untuk mencari suara terbaik untuk instrumen-instrumen yang dimainkan pada karya kita, termasuk musik pop.

Jadi udah kebayang kan, kalau mau main musik pop kira-kira kita bakalan pilih mikrofon jenis apa?

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
113 views
superbuzz
182 views
superbuzz
198 views
superbuzz
361 views
supericon
322 views
superbuzz
461 views