Panduan Penggunaan DI Box

Panduan Penggunaan DI Box

  • By:
  • Jumat, 25 June 2021
  • 203 Views
  • 0 Likes
  • 5 Shares

Dalam pertunjukan musik biasanya sound engineer bekerja untuk selalu memastikan tidak ada gangguan magnetic dan listrik terhadap kualitas sound band-band yang sedang tampil di atas panggung. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah perangkat yang sangat berguna dalam upaya ini yaitu DI Box. Artikel ini akan memastikan bahwa super friends akan mendapatkan informasi tentang apa itu DI Box, apa fungsinya?, jenis DI Box dan perbedaannya, serta cara memilih DI Box yang tepat. Yuk kita langsung lihat saja pembahasannya!!!

Apa itu DI Box?

DI box adalah sebuah perangkat untuk menghubungkan instrumen pada mixer tanpa menambahkan noise yang tidak diinginkan. Sebagian besar instrumen musik elektronik mengirimkan sinyal audio dengan impedansi tinggi yang tidak seimbang (unbalanced). Nah loh… pasti sedikit rumit ya! Baiklah saya coba sederhanakan, impedansi akan mempengaruhi kerja sebuah sistem audio. Intinya, impedansi berhubungan dengan arus. Semakin besar impedansi maka akan semakin kecil arus yang bisa lewat, dan sebaliknya.

Seberapa besar arus yang bisa mengalir akan berpengaruh besar terhadap daya dan kekuatan maksimal sebuah rangkaian (semoga sedikit mencerahkan ya). Sebaliknya, sinyal audio akan berjalan lebih baik melalui kabel yang diseimbangkan (balanced) dengan impedansi rendah yaitu, resistansi rendah, seperti halnya mikrofon yang menggunakan kabel XLR. Untuk mencegah sinyal audio menjadi terlalu berisik dalam perjalanannya ke mixer, musisi dan engineer FOH memerlukan cara untuk mengubah sinyal impedansi tinggi menjadi sinyal impedansi rendah dan disinilah DI Box bekerja.

 Apa yang bisa dilakukan Sebuah DI Box?

DI Box mengubah sinyal input impedansi tinggi menjadi sinyal impedansi rendah yang dapat dikirim ke mixer. Dalam hal ini memiliki tiga efek penting, yakni:

  • Mengubah sinyal instrumen level dari kabel instrumen 1/4" menjadi audio level mikrofon yang dapat dijalankan melalui kabel XLR seimbang.
  • Menghilangkan dengungan 60-siklus yang tidak diinginkan yang dihasilkan oleh loop tanah.
  • Memungkinkan kabel berjalan lama tanpa menambahkan noise yang tidak perlu ke sistem PA.

Jenis DI box dan perbedaannya

DI box aktif adalah kotak langsung yang membutuhkan sumber daya. Beberapa kotak ini menggunakan baterai sembilan volt, beberapa menggunakan phantom power 48-V yang dibawa melalui kabel XLR dan beberapa memiliki power supply AC khusus. Sedangkan DI Box Pasif adalah direct box yang tidak membutuhkan sumber listrik, berfungsi sebagai transformator, mengubah input level menjadi output impedansi rendah melalui induksi elektromagnetik. Secara singkat keduanya mempunyai fungsi yang sama, mengubah sinyal impedansi tinggi yang tidak seimbang menjadi output XLR yang seimbang, keduanya beroperasi secara berbeda dan berpasangan dengan berbagai jenis instrumen.

Gambaran singkatnya kita bisa membayangkan microphone condenser, DI aktif membutuhkan power, baik dalam bentuk baterai, power supply, atau lewat phantom power. DI aktif sangat populer digunakan karena banyak tersedianya 48V phantom power dan biaya produksi mereka yang terjangkau dibandingkan dengan pasif transformer. Seperti halnya mic condenser, direct box aktif memiliki sedikit kelebihan jika dibandingkan dengan DI Pasif. Kurang lebih gambaran kekurangan dan kelebihannya seperti berikut:

  • DI Box pasif meningkatkan saturasi dan berperan sebagai transformator, yang memungkinkannya membuat saturasi suara di bawah kekuatan audio output tinggi. Mudahnya, jika menggunakan input langsung dengan sinyal yang kuat seperti bass dengan pickup aktif atau keyboard elektronik yang kuat maka, DI pasif pilihannya.
  • DI pasif Box memiliki ground lift yang memberikan opsi tambahan untuk melepas ground loop atau yang menyebabkan timbulnya gangguan pengiriman sinyal dari transmitter ke sistem kontrol (PLC/DCS) berupa noise.
  • DI Box aktif berfungsi sebagai preamplifier dan memberikan injeksi berupa listrik ke sinyal audio, jenis ini secara efektif berfungsi seperti preamp, meningkatkan sinyal frekuensi tinggi. Untuk alasan ini, DI Box aktif sangat populer di studio dan konser.
  • DI Box aktif paling baik dipasangkan dengan instrumen pasif. Semakin rendah output instrumen, semakin berguna DI Box yang aktif. Gitar elektrik dengan pickup pasif mendapat manfaat dari DI Box aktif, seperti halnya gitar akustik yang tidak memiliki output bertenaga baterai.
  • DI Box pasif berpasangan dengan baik dengan instrumen aktif. Sebagai aturan umum, DI Box pasif adalah pilihan terbaik ketika instrumen yang digunakan memiliki input sinyal dengan intensitas tinggi seperti keyboard elektronik dan gitar akustik yang menggunakan baterai.

Persoalan selanjutnya, mana yang lebih baik? dengan banyak beredarnya DI Box di pasaran, terdapat dua pertimbangan untuk memilih mana yang tepat sebagai senjata di panggung.

  • Cari tahu jenis input apa yang akan digunakan. Jika menggunakan dengan bass atau gitar, cukup DI Box dengan satu channel. Jika bekerja dengan keyboard, maka manfaat lebih baik dapat didapatkan dari DI stereo, karena sebagian besar keyboard menyediakan output stereo. Jika sumber suara dari ponsel, tablet, atau komputer, sebaiknya menggunakan DI Box yang memiliki input 1/8". Sobat juga dapat menghilangkan banyak noise dan meningkatkan respons frekuensi dari perangkat ini saat mengirimnya melalui DI box dan keluar menjadi output yang seimbang.
  • Bagaimana saya harus memilih? Pasif atau aktif? Pilihan ini tergantung pada jenis instrumen yang akan diperkuat. Sumber audio pasif seperti pickup vintage dan instrumen akustik cocok dengan kotak DI aktif, dan sumber audio aktif seperti keyboard elektrik dan pickup gitar bertenaga cocok dengan kotak DI pasif. Direct box aktif juga terdengar bagus sebagai preamp untuk pelacakan atau re-amping di studio rekaman.

Pada gilirannya semua mengerucut pada satu hal yaitu mempelajari karakter instrumen dan DI Box itu sangat penting, karena kita akan lebih bijak dalam memutuskan. Selamat berbelanja. 

 

Image source: Sweet Water

0 COMMENTS