Elfa Zulham

Produksi Musik dengan Akai MPC Ala Elfa Zulham

  • By: Elfa Zulham
  • Senin, 23 March 2020
  • 651 Views
  • 2 Likes
  • 2 Shares

MPC yang awalnya Midi Production Center, sekarang menjadi Music Production Center. Dimana MPC merupakan sebuah alat musik workstation yang di produksi oleh AKAI, perusahaan Jepang sekitar tahun 1988.

Ketertarikan saya pada MPC awalnya saat saya mendengar musik hip-hop pada saat usia muda, dimana saya mulai bermain musik (major drums) pada saat umur 7 tahun. Saya mulai perform di berbagai event musik dan festival (Jamz Pub, ARH Jam Session, Prambors Tenda Mangkal, Jak-Jaz Students, Jazz Goes To Campus, dll), di mana saya dan 3 kakak saya memulai band keluarga “ERZ Brothers Band” dan sering perform di tahun  90-an.

Keterkaitan musik jazz dan hip-hop tentu sangat erat, berdasarkan improvisasi dan progresi chords yang bisa menjadi loop/sequence sehingga MC/Rapper bisa berluasa mengeluarkan flow nyanyian atau lyrics di atasnya. Album Pesta Rap sangat mengangkat hip-hop Indonesia di tahun 90-an, tentunya sangat berpengaruh dalam perkembangan musik saya.

Keterbatasan alat recorder di saat saya masih muda membuat saya berimprovisasi, sering kali membuat mixtape sendiri dengan merekam ulang kaset yang terpakai, dan juga menggunting dan menyambung tali kaset dan merekam suara/instrumen dengan alat recorder 1 channel saja.

Dari era tahun 90-an itu saya mulai banyak mendengarkan hip-hop, dari artist-artist seperti Iwa K, Too Phat, A Tribe Called Quest, Snoop Dogg, Tupac, Jay Z, Eminem sampai yang terbaru ada Chance The Rapper dan Kendrick Lamar, juga ke  produser hip-hop dari Yudis Dwikorana, Q Tip, Dr. Dre sampai ke J Dilla, Timbaland, Pharrell dan banyak lainnya.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 2006 saya memutuskan untuk mengambil kuliah musik Jazz & Contemporary Music di Prins Claus Conservatorium, Groningen di Belanda dan juga melakukan pertukaran pelajar di University of The Arts, Philadelphia di US. Dalam masa waktu kuliah itu saya belajar banyak mengenai music production, composition arranging, dan juga recording.

Di sana saya juga belajar mengenal kultur musik negara lain, dan juga mendapat info yang banyak dari musisi musisi dan teman kuliah saya dari berbagai negara. Di masa waktu kuliah itu pun saya bisa mendengarkan berbagai genre musik lain, dan juga mengumpulkan berbagai sample-sample rekaman musik dari berbagai penjuru dunia.

Di tahun 2011, saya memutuskan untuk pulang dan berkarier kembali di Indonesia. Selain performing saya juga mengembangkan bakat saya di bidang music production (composition, arranging dan song-writing). Dan Kembali pada kecintaan saya di musik hip-hop, saya mulai membuat beat-beat dan juga men-sample dari ratusan koleksi vinyl dan kaset saya.

Di dalam studio, saya memakai AKAI MPC Renaissance untuk bekerja men-sample dan mem-produce beat-beat baik hip-hop ataupun non hip-hop. Alat MPC ini memudahkan saya untuk momotong/chop berbagai rekaman/sample musik apapun, dan juga memainkan pad sound drums /finger drumming langsung dari bank folder MPC. Alat MPC ini juga memiliki ratusan bahkan ribuan sound bank/folders (selain drums) yang tersedia di dalamnya, dan kita bisa meng-upgrade dengan cara download online. Saya juga mengumpulkan berbagai sound drums saya, yang saya record live untuk digunakan di MPC.

Di luar studio, saya juga sering tampil secara live dengan menggunakan MPC Renaissance secara live. Saya baru meng-upgrade alat kerja saya dengan mengambil AKAI MPC One yang baru saja rilis di tahun 2020 ini, di mana kelebihan MPC One ini adalah stand alone, yang sangat handy untuk dibawa travel dan tidak harus menggunakan laptop/komputer saat perform live ataupun mem-produce saat travel.

Dengan MPC ini, saya telah merilis 3 single hip-hop dalam 2 tahun belakang ini (The Rappertoire - Raising Hell Ft. Shotgundre, Elfa Zulham & The Beatz Messengers – Fuego Ft. Ezra Kunzem dan ONAR – Badai Ft. Elfa Zulham). Tentunya MPC sangat identik dengan musik hip-hop, tapi dengan berbagai sound yang bisa dihasilkan oleh alat MPC ini, kita semua bisa memproduksi dan merilis bebagai musik untuk genre musik lainnya.

*Foto: dokumentasi pribadi Elfa Zulham

0 COMMENTS