Nick Johnston Atomic Snow

Schecter Nick Johnston Series: The Next Level ‘Strat’

  • By: Agung 'Hellfrog'
  • Kamis, 26 September 2019
  • 248 Views
  • 5 Likes
  • 58 Shares

Gitar dengan bentuk Stratocaster merupakan salah satu gitar impian saya. Sejak pertama kali saya mengenal model gitar ini, timbul keinginan untuk mempunyai gitar dengan model strat. Ada dua seri yang saya inginkan: Fender Stratocaster yaitu strat berwarna sunburst dan seri Fender SRV Signature Series.

Pada awalnya, model gitar ini dipopulerkan oleh perusahaan gitar bernama Fender. Namun, saat ini sudah sangat banyak sekali perusahaan gitar yang memproduksi dengan model Stratocaster, seperti Schecter Guitars, PRS, Yamaha, dan lain-lain.

Ada satu gitar yang menarik perhatian saya. Terutama saat saya melihat salah satu produk dari schecter yaitu Nick Johnston Series. Saat melihat gitar ini, saya menilai bahwa image dan look-nya memang mempunyai nilai legendaris yang bisa disejajarkan dengan nenek moyangnya, yaitu Fender Stratocaster.

Selain itu, saya melihat sound memiliki warna baru dari gitar ini; bukan hanya twangy sound-nya saja yang saya temukan. Ternyata dari segi karakter sound bisa dibilang memiliki beberapa karakter suara yang bertolak belakang dengan Fender Stratocaster. In a good way tentunya.

Misalnya, frekuensi lembut Fender yang seolah-olah “dihilangkan,” diganti dengan bentuk suara yang lebih kasar dengan High Frequency dominan. Five ways switch pick-up dan three single coil pick-up adalah basic dari model Stratocaster yang dipakai di gitar Nick Johnston Atomic Snow ini. 

Salah satu bagian yang paling menonjol dari gitar ini adalah neck guitar-nya yang berbentuk C shape. Rasanya bentuk ini akan lebih shreddy jika dibandingkan gitar dengan model strat lain yang sering kita temukan.

Malah bisa menjadi konsep suara yang unik apabila kita berani memakai gitar dengan model strat di musik ekstrim. Seperti salah satu band metal asal Bandung, Rajasinga yang memainkan musik grindcore dengan menggunakan gitar jenis strat.

Walaupun bentuk gitar ini termasuk yang bisa dikatakan klasik, tapi gitar ini mempunyai kemampuan lebih fleksibel untuk dimainkan di berbagai macam genre. Memang, gitar ini bukanlah pilihan utama untuk dimainkan di musik ekstrim, tapi ia masih bisa mengikuti ketika kita set-up di setting high gain.

Gitar ini dijual dengan harga yang cukup fantastis: konon di bulan September 2019 gitar ini dijual dengan bandrol 51 juta rupiah. Cukup fantastis untuk harga sebuah gitar. Namun, mereka sudah berani memberikan garansi bahwa baik dari segi handfeel ataupun karakter suara, gitar ini sangat sebanding dengan harganya, atau bahkan lebih.

Bahkan ada beberapa komentar gitaris yang menganggap gitar ini adalah versi hi-end dari Fender Stratocaster. Nick Johnston sendiri pernah bilang saat diwawancara bahwa gitarnya bisa dimasukan dalam kategori yang mempunyai beberapa keunggulan lebih dibandingkan Stratocaster.

Buat teman-teman semua yang sudah membaca artikel ini: apakah dengan harga segitu setuju dibelikan gitar, atau malah beberapa petak sawah?

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
482 views
superbuzz
455 views
supergears
1450 views
superbuzz
658 views
supergears
2841 views
superbuzz
1021 views