Wall of Amps: Fungsional Atau Sekadar Hiasan?

  • By: Agung Hellfrog
  • Rabu, 28 February 2018
  • 2304 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Bagi teman-teman yang sering menonton konser, baik secara live ataupun sekadar nonton di video dll, pastinya pernah melihat apa itu yang disebut Wall of Amps, terutama jika yang sering ditonton adalah konser band rock era 80-90-an. Jika kalian pernah menonton suatu konser yang di atas panggung terdapat speaker cabinet ampli dengan jumlah lebih dari 4 buah dan diletakkan berjejer di samping atau di belakang gitaris, itulah yang disebut dengan Wall of Amps.

Saya yakin, kesan pertama yang muncul saat kalian melihat ampli sebanyak ini dijejer di atas panggung kurang lebih adalah “Wuiihhh” atau “Amplinya banyak banget.” Lalu statement yang muncul selanjutnya (terutama dari teman-teman yang sudah mengerti tentang ampli) adalah “Ampli sebanyak itu untuk apa ya?” atau “Memangnya dipakai semua ya?”

Ya, saya pribadi juga mengalami momen tersebut, momen di mana timbul pertanyaan dalam kepala saya, “Emangnya dipakai semua ya?” Karena saya pribadi, selama ini saya manggung maksimal menggunakan dua buah ampli (termasuk cabinet-nya), karena untuk keperluan sound saya di panggung, set seperti itu sudah lebih dari cukup. 

Yngwie Malmsteen

Saya ingat setahun yang lalu di Jakarta saat Generation Axe menggelar konser, saya kebetulan nonton konser tersebut, dan kebetulannya lagi, teknisi panggung dari pihak EO (penyelenggara) di Indonesia adalah teman saya juga, jadi ya saya bisa sekalian “curi-curi” informasi tentang setting panggung gitaris-gitaris macam Steve Vai, Nuno Bettencourt, dan Yngwie Malmsteen. Di konser tersebut saya ingat betul betapa banyaknya ampli yang digunakan oleh Yngwie Malmsteen pada malam itu. Berhubung teknisi panggungnya adalah teman saya juga, ya langsung saja saya tanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto: cwblive.com

Ternyata untuk kebutuhan panggung saat konser tersebut, Yngwie Malmsteen memang menggunakan semua ampli tersebut. Namun, untuk kebutuhan sound yang keluar ke penonton, sound engineer hanya mengambil sumber dari dua mic, atau hanya dua speaker yang dijadikan source utama sound dari Yngwie Malmsteen yang akhirnya keluar ke speaker utama panggung.

Dummies Cabinet

Yngwie Malmsteen adalah salah satu musisi yang memang menggunakan banyak ampli sekaligus di atas panggung, entah memang untuk kebutuhan sound yang dia inginkan ataupun alasan pribadi yang hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Namun untuk beberapa kasus lain, ternyata ada juga yang memang menggunakan wall of amps di atas panggung bukan untuk kebutuhan sound, tapi lebih kepada kebutuhan visual, contohnya adalah Machine Head dan Black Veil Brides. Meskipun sering terlihat wall of amps di set panggung saat mereka konser, tetapi sebagian besar cabinet speaker tersebut hanya berupa “dummies” dan tidak bisa digunakan.

Meskipun beberapa orang ada yang mencibir dan langsung antipati terhadap hal tersebut, kalau menurut saya pribadi hal tersebut sah-sah aja, toh mereka tetap benar-benar memainkan instrumen mereka secara live dan mampu memberikan performance yang baik kepada penggemarnya.

Untuk keperluan visual, penggunaan dummies memang kerap dilakukan oleh band-band rock saat mereka konser. Karena biar bagaimana pun, kesan “wuiiih” dsb saat menonton suatu konser adalah salah satu pencapaian dari bagaimana si band tersebut menghibur penggemarnya.

Wall of Amps VS No Amps at All

Seiring berjalannya waktu dan teknologi, sudah banyak band-band yang mulai beralih dari konsep panggung yang menggunakan wall of amps sampai kepada konsep tidak ada ampli di atas panggung sama sekali. Memang, jika kita sudah berbicara dalam konteks kebutuhan visual penonton, semua ide-ide akan bermunculan dari yang sedikit aneh sampai yang paling aneh sekalipun, tetapi jika memang tujuannya untuk menghibur penonton, menurut saya sih sah-sah saja.

1 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    Yngwie Malmsteen