Chuck D

Chuck D: Public Enemy Number One

  • By: YAS
  • Selasa, 13 August 2019
  • 864 Views
  • 9 Likes
  • 18 Shares

Lahir dengan nama Carlton Douglas Ridenhour pada 1 Agustus 1960, sosok Chuck D hingga kini dikenal sebagai legenda hidup hip-hop dunia. Kiprahnya bersama Public Enemy, kru yang saat ini ia gawangi bersama Keith Shocklee, Flavor Flav, Professor Griff dan DJ Lord, menjadi inspirasi untuk kancah hip-hop global hingga sekarang.

“Aku ingin berterima kasih kepada Chuck D yang memberi inspirasi sangat besar kepadaku, dan juga karena dirinya aku bisa berada di sini. Ia sudah seperti Dewa bagiku,” puji rapper kawakan Eminem saat menyabet gelar Best Hip Hop Artist di ajang MTV EMA 2017.

Kecintaan Chuck D kepada hip-hop dimulai sejak ia masih belia. 13-14 Juli 1977, saat kota New York gelap gulita dilanda mati lampu total selama dua hari, ia memilih menghabiskan waktu dengan menulis lirik dan mempelajari rima lagunya ketimbang bermain di luar rumah.

Ridenhour remaja kala itu masuk ke Adelphi University dan menjadi host untuk program radio hip-hop Super Spectrum Mix Hour di WLIR Radio, Long Island, Amerika Serikat.

Di Adelphi University juga ia pertama kalinya bertemu dengan rekan hype man bernama William Drayton juga tertarik dengan hip-hop. Tak lama setelah pertemuan pertama tersebut, Drayton bermetamorfosis menjadi Flavor Flav yang kemudian berubah menjadi hype man paling dikenal di seantero dunia.

Bersama Flavor Flav, Chuck D membentuk Public Enemy. Merasa dirinya dijauhi oleh lingkungan sekitar, Chuck menulis “Public Enemy #1” bersama Flavor Flav, berkat lagu ini perlahan nama Public Enemy mulai dikenal. Demo “Public Enemy #1” sampai ke tangan produser musik kenamaan, Rick Rubin yang berjanji akan mengorbitkan Public Enemy di industri musik Amerika Serikat.

Tema lirik politis, penggambaran keadaan sosial masyarakat Afrika-Amerika dan kencang melontarkan kritik pedas atas media massa Amerika membuat Public Enemy mulai diperbincangkan di lingkar hip-hop seputar kota New York. Public Enemy bahkan sempat tampil sebagai grup pembuka pesta peluncuran album fenomenal Beastie Boys, Licensed to Ill (1986).

Dari titik itulah nama mereka terus melejit, hingga akhirnya Public Enemy menyelesaikan album perdana Yo!, Bum Rush Show di tahun 1987. Banyak kritikus musik menganggap album ini adalah bentuk yang lebih canggih dari hip-hop era awal East Coast seperti Boogie Down Production.

Hasil positif di album pertama mereka berlanjut ke album kedua. Bahkan Public Enemy menjadi lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan saat itu. It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back menembus angka lebih dari satu juta kopi, sebuah angka penjualan fantastis.

Dengan salah satu hits yang digarap bersama band metal Anthrax, ‘Bring The Noise’, Public Enemy mulai membuat kontroversi di pergolakan politik Amerika Serikat. Salah satunya saat Chuch D menyebut seorang pemimpin muslim kulit hitam Afrika-Amerika sebagai nabi.

Hip-Hop Sebagai Kanal Politis

Diakui banyak kalangan, baik penggemar musik, kritikus, media dan pengamat, Chuck dan Public Enemy telah berkontribusi besar dalam membangkitkan kesadaran politik, sosial dan budaya melalui hip-hop dengan lirik-lirik kritis sebagai pelurunya.

Vokal dalam kampanye persamaan hak kaum kulit hitam, pemerataan kemakmuran dan anti-rasisme adalah bentuk nyata kekuatan revolusioner Public Enemy di jagat hip-hop dunia. Hingga kini, style rap mereka masih banyak diikuti oleh rapper dan MC baru yang turut mengangkat tema Afrosentris dan pergerakan sosial.

 “Aku ingin lagu ini menjadi anthem bagi pemuda kulit hitam Amerika dalam berekspresi menyuarakan apa yang sedang mereka rasakan. Seperti saat ini, New York dibawah pimpinan Mayor Ed Koch menjadi sangat rasis,” ungkapnya tentang lagu "Fight The Power". Ini adalah lagu Public Enemy paling terkenal yang mengisahkan tentang kondisi anti-Semitisme, rasisme dan homofobia.

Buah pemikiran Chuck juga tidak melulu dituangkan dalam bentuk lagu. Dia juga pernah menulis sebuah buku berjudul Fight the Power: Rap, Race, and Reality bersama Yusuf Jah. Keduanya membahas hubungan antara musik rap dengan masalah rasisme yang disampaikan melalui sudut pandang politik era 90-an.

Chuck menantang gagasan umum soal masalah rasisme dan mencoba membangkitkan semangat kelompok Afro-Amerika agar semakin kuat saat memberdayakan kaumnya sendiri. Chuck bahkan sampai dijuluki Black America’s CNN.

Public Enemy Sampai Prophets of Rage

Medio 1987 hingga 1994 menjadi masa kegemilangan Chuck D bersama Public Enemy. Album-album studio mereka, Yo! Bum Rush the Show (1987), It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back (1988), Fear of a Black Planet (1990), Apocalypse 91... The Enemy Strikes Black (1991) dan Muse Sick-n-Hour Mess Age (1994) benar-benar melambungkan Public Enemy.

Penjualannya menyentuh angka luar biasa dan Chuck yang kian terkenal, justru semakin vokal menyuarakan isu dan masalah sosial yang mereka prioritaskan. Deretan jadwal tur dunia dan festival-festival besar mancanegara mereka jalani dengan gagah.

Kumpulan single macam “Don't Believe the Hype”, “Bring the Noise”, “Welcome To The Terrordome” “9-11 Is a Joke” sampai “Fight The Power” menjalankan perannya masing-masing. Dari diputar berulang kali di radio, hingga menjadi lagu marching di banyak pergerakan.

Tak kenal kata berhenti, Chuck D terus terlibat di banyak proyek musik bersama seniman lainnya. Diantaranya adalah bersama Janet Jackson, Kool Moe Dee, The Dope Poet Society, Run–D.M.C., Ice Cube, Boom Boom Satellites, Rage Against the Machine, Anthrax, John Mellencamp hingga Sonic Youth.

Sampai di tahun 2016, Chuck D kembali menggemparkan dunia musik internasional. Ia memberi pengumuman tentang Prophets of Rage, sebuah supergrup yang ia bentuk bersama anggota Rage Against The Machine/Audioslave, yaitu Tim Commerford, Tom Morello, Brad Wilk, DJ Lord yang merupakan kawan bermusiknya di Public Enemy dan B-Real dari Cypress Hill. Prophets of Rage sejauh ini sudah menelurkan satu album, Prophets of Rage (2017) dan satu EP, The Party’s Over (2016).

Pengen tahu aksi legendaris Chuck D? Tonton penampilan Prophets of Rage di HODGEPODGE SUPERFEST 2019, 31 Agustus-1 September 2019! Bakal ada banyak penampilan band keren dan bermacam activity di sana. Serbu Superfest.supermusic.id untuk dapetin special ticket price. Jangan sampai kehabisan, bro!                 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
165 views
superbuzz
167 views
superbuzz
127 views
superbuzz
334 views
supericon
287 views