daft punk

Daft Punk: Duo Robot Pemandu Lantai Dansa

  • By: NND
  • Jumat, 6 December 2019
  • 1016 Views
  • 12 Likes
  • 549 Shares

Dikenal sebagai ujung tombak gelombang French house, Daft Punk kini berhasil menjadi unit musik yang cukup dinamis. Mereka menyelami celah bawah tanah di medio 90-an, menjadi kiblat lantai dansa dunia era 2000, hingga memasuki dekade 2010-an dengan duduk di papan atas musik arus utama.

Lepas dari jenis lagu yang mereka gubah, duo Parisian Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter ini adalah sosok berpengaruh dan ikonis di pendar musik elektronik.

SUPERMUSIC akan membedah karir mereka dan mengkaji perkembangan musik-ragam duo elektronik ini. Mulai dari bumbu acid house, sentakan techno, paduan pop, melodi indie rock, atau beats n’ breaks hip-hop. Kelihaian itu, marilah sejenak menapak tilas karier mereka yang penuh warna.

It’s A New Wave, Darling

Meski dikenal sebagai salah satu nama terbesar dunia elektronik, Daft Punk berawal tak jauh dari akar indie rock. Bersama Laurent Brancowitz (Phoenix), sempat tergabung dalam grup Darlin’, unit indie rock yang sangat terinspirasi The Beach Boys. Mereka sempat merilis lagu untuk album kompilasi label Duophonic besutan Stereolab, dan disebut majalah Melody Maker sebagai “a daft punky thrash.”

Darlin’ kemudian bubar, tapi frasa “Daft Punk” nyangkut kala Momem-Christo dan Bangalter menanggalkan indie rock demi kemegahan musik dansa. Lahirlah Daft Punk di Paris, Perancis pada 1992.

Selang setahun setelah terbentuknya, meluncurlah single perdana “The New Wave” melalui Soma Records dari Glasgow, UK. Single itu mampu menempatkan Daft Punk dalam radar pegiat musik elektronik dan direspon positif oleh beberapa media.

Namun, kejayaan awal baru datang setelah single susulannya, “Da Funk” dirilis. Single keduanya ini menjadi hit perdana mereka dengan angka penjualan yang mencapai 30.000 keping di tingkat internasional.

Do Your Homework!

Berbekal duo single beserta “Musique” yang sempat dirilis secara terbatas di tahun 1996, Daft Punk berhasil mengamankan kontrak dengan Virgin Records. Di label ini juga album debut mereka, Homework dirilis pada 1997.

Album debut mereka direspon baik dan mampu menggiring perkembangan sound French house ke level internasional. Homework mendarat di tangga lagu 14 negara dengan angka penjualan fantastis.

Berbumbukan inovasi sintetik dari moda bebunyian techno, house, acid house, dan electro, Homework berhasil menjadi salah satu rilisan penting di kancah elektronik paruh 90-an. “Da Funk” dan “Alive” segera merajai lantai dansa Eropa hingga Amerika Serikat. Namun, justru “Around The World” yang menjadi single andalan mereka.

Daft Punk juga memproduseri beberapa klip untuk single Homework yang digarap sekelompok sutradara up-and-coming, Spike Jonze, Michel Gondry, Roman Coppola, serta Seb Janjak. Koleksi video klip tersebut dirilis sebagai D.A.F.T.: A Story About Dogs, Androids, Firemen and Tomatoes.

Discovering Discoveries

Dengan album debut yang disambut baik oleh publik dan kritik, semua menanti album nomor dua. Penantian itu, sayangnya, cukup panjang.

Daft Punk menempuh jeda empat tahun untuk merilis album Discovery. Momem-Christo dan Bangalter baru masuk dapur rekaman pada 1998, dan akhirnya menghasilkan album beraroma synthpop.

Haluan itu menjadi salah satu element of surprise bagi pendengar setia, sekaligus menjaring barisan pendengar. Melalui narasi dan tema utama yang membahas “masa kecil”, Daft Punk menyuguhkan sampling rekaman dekade 70 dan 80-an. Sama seperti saudara tuanya, Discovery diterima dengan baik di tangga nada.

Single utama “One More Time” menjadi trek hit dan diputar tak berhenti di berbagai klab dan pesta. Tak hanya itu, ada juga “Digital Love”, “Harder, Faster, Stronger”, serta “Face to Face” yang duduk aman di posisi atas tangga lagu internasional.

Tahun 2001 tidak hanya diisi dengan peluncuran Discovery. Mereka juga merilis penampilan live saat tampil di Birmingham, Inggris, menjadi album Alive 1997.

Dua tahun kemudian, menyusul pula film animasi Interstella 5555: The Story of the 5ecret 5tar 5ystem. Film ini diproduseri oleh Daft Punk, dengan bantuan supervisi oleh Leiji Matsumoto.

Album remix Daft Club juga diluncurkan untuk mempromosikan film ini, berisi sejumlah remix yang (tadinya) hanya bisa didapatkan melalui membership ekslusif.

Legends On Board

Setelah Discoveries, Daft Punk sempat disibukkan dengan film Tron: Legacy. Tidak main-main, Christo-Homem dan Bangalter menghasilkan 24 trek baru sebagai soundtrack dan scoring yang disusun Joseph Trapanese.

Mereka menempuh dua tahun untuk menggarap proyek tersebut dari nol hingga rampung. Selanjutnya? Album baru. “Tradisi empat tahun” kembali terulang, album baru Daft Punk mendarat di awal tahun 2005.

Human After All, album yang meski menempuh jeda serupa, tapi memakan waktu rekaman yang jauh berbeda. Album ini digarap hanya dalam enam minggu, sejak pertengahan September hingga November. Alhasil, penerimaan publik dan kritik tak semulus dua sebelumnya. Beberapa single yang dimajukan dari album ini adalah “Robot Rock”, “Technologic,” “Human After All,” dan “The Prime Time of Your Life”. 

Setahun setelah album keempat mereka mengudara, Daft Punk merilis album antalogi mereka, Musique, Vol 1: 1993-2005, mengupas rangkaian trek-trek terbaiknya, melintas empat album. Ada pula kehadiran album live performance kedua mereka di tahun 2007 yang bertajuk Alive 2007.

Gettin’ Lucky!

Awal tahun 2013, mereka merilis album fenomenal Random Access Memories, bersama beberapa musisi kawakan seperti Pharrell Williams, Nile Rodgers, dan legenda Giorgio Moroder juga hadir di album tersebut. Tercatat pula kontribusi Panda Bear (Animal Collective) dan Julian Casablancas (The Strokes).

Single hit album ini, “Get Lucky” (featuring Pharrell), hadir pada April, sementara album baru menyusul di Mei. Melalui album ini, Homem-Christo dan Bangalter kembali ke posisi yang lebih baik.

Random Access Memories berhasil memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk Grammy Award untuk Best Dance/Electronica Album, Album of the Year, dan sejumlah kategori lain. Single andalan “Get Lucky” pun mengalami nasib serupa.

Album tersebut berhasil menjadi salah satu rilisan terbaik Daft Punk. Bahkan mampu mengembalikan nama mereka atas kancah musik elektronik dan menguasai industri musik. Komposisi yang lebih bisa diterima oleh pasar pop memastikan pencapaian kali ini.

Musiknya masih sama, bermain dengan disko, house, techno, dan sekitarnya. Namun, penempatan komposisi pop yang pas membuat Random Access Memories mampu diterima semua kalangan tanpa harus memangkas mutu dan kualitas.

Tahun 2014, Daft Punk tampil dalam album G I R L karya Pharrell Williams, sekaligus berkolaborasi dengan Jay Z dalam trek “Computerized”. Dokumenter bertajuk Daft Punk Unchained juga meluncur di tahun 2015, yang mengisahkan sejarah perjalanan mereka dari tahun 90-an hingga dekade ini.

What About Now?

Materi-materi terbaru dari Daft Punk mulai muncul lagi di tahun 2016 sebagai kolaborator di single “Starboy” karya The Weeknd. Adapula trek “I Feel It Coming”, hasil kolaborasi yang sama menyusul tak lama setelahnya.

Kali ini, gelaran Grammy ke-59 jadi panggung mereka bersama dengan The Weeknd. Selepas itu, keduanya juga kerap maju sebagai solo produser dan terlibat dalam beberapa proyek berbeda.

Kapan album baru Daft Punk akan rilis? Tidak ada yang tahu. Yang pasti, album terakhir mereka sudah rilis cukup lama. Mungkin, 2020 besok akan menjadi tahun di mana kita menyambut album baru duo sensasional ini.

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    ????

Info Terkait

superbuzz
197 views
superbuzz
284 views
superbuzz
205 views
supericon
182 views