Frank Zappa: The Father of Invention

  • By: NTP
  • Senin, 26 March 2018
  • 1992 Views
  • 2 Likes
  • 14 Shares

Frank Vincent Zappa mungkin satu-satunya gitaris legendaris dan musisi rock paling berbakat di era 60-an yang tidak mau mengakui kehebatannya. Zappa kerap melompat genre, mengubah sound, menghadirkan kebingungan bunyi dan membangun konsep album aneh tanpa begitu peduli akan pendengarnya.

Lahir pada 21 Desember 1940 di Baltimore, AS, nama Zappa pertama melejit setelah merilis debut album ganda Freak Out! (1966) bersama Mothers of Invention. Album bervolume tebal ini memuat berbagai sound; psikedelia keras khas Amerika, rock n’ roll berkarat, bait lirik satir, nomor-nomor eksperimental dan instrumental. Freak Out! melibas “peraturan” industri musik saat itu, dan digemari kerumunan bawah tanah.

“Saya tidak peduli jika perusahaan rekaman belum siap dengan karya saya. Saya tahu di luar sana ada orang-orang yang ingin mendengarkan dan akan menyukai karya saya. Kita tidak boleh berhenti berusaha hanya karena orang-orang bodoh di perusahaan rekaman tidak memahami karya kita,” ucap Zappa.

Zappa adalah musisi yang tidak percaya batasan dan omong kosong dalam bermusik. Setelah berada dalam kekangan kreatif selama dikontrak MGM Records, gitaris jangkung ini mendirikan label rekaman Bizarre di tahun 1968. Pada akhirnya ia dikenal blak-blakkan berbicara soal kebobrokan industri musik yang menyia-nyiakan musisi.

Setelah Mothers of Invention bubar pertama kali pada 1969 (kemudian bergabung kembali pada setahun berikutnya), Zappa menyusun formasi band pengiringnya dengan jajaran musisi terbaik. Sejak era ini Zappa menjadi mentor untuk Steve Vai dan Alice Cooper. Nama-nama menakjubkan lain yang pernah mengisi formasi Mothers of Invention adalah Terry Bozzio (drum), dan Adrian Belew (gitar).

Gitaris berjanggut panjang ini juga pernah berkolaborasi dengan musisi “cerdik” lainnya, seperti Captain Beefhart (Zappa memproduseri album seminal Trout Mask Replica), violis Jean-Luc Ponty dan Rahsaan Roland Kirk. Selain handal menyerap pengaruh musisi lain, Zappa juga memiliki dampak tersendiri di musik rock.

Pengaruhnya tersebar di berbagai album progressive, art dan experimental rock yang menyesaki katalog rock 70 dan 80-an. Energi Zappa terasa dari rock konseptual dataran Britania, funk luar angkasa George Clinton dan Parliament, free jazz menyerempet noise, serta sound kasar No Wave yang mendominasi New York di akhir 80-an.

Walau aktif di era 60-an, kehidupan pribadi Zappa jauh dari gaya terjun bebas. Ia menikahi Gail (sekaligus manajer Zappa) sebelum merilis album debutnya, membesarkan empat orang anak dan tidak bercerai hingga tutup usia pada 4 Desember 1993.

Kestabilan rumah tangganya memungkinkan Zappa melakukan hal-hal lain seperti menuntut Warner Bros. Records atas kepemilikan rekaman master, menendang balik sensor lembaga PRMC, kemudian membangun label rekaman sendiri. Zappa mengakali kecanduannya akan kerja dengan membangun studio privat dan kantor pribadi di rumah.

Atas hak milik rekaman master Mothers of Invention, Zappa memasuki periode 80-an dengan merilis ulang album lawasnya. Ia bisa menghidupi diri sendiri dari musik, dan baginya, cara terbaik adalah untuk membangun label rekaman sendiri ketimbang menunggu royalti datang.

Di tahun 1983, Zappa memenangkan tuntutannya pada Warner Bros. Records. Ia memperkarakan metode akuntansi dan sistem penghitungan royalti yang membingungkan. Zappa menganggap praktik ini kerap terjadi di industri musik sejak dekade 60-an. Ia ingin memiliki kontrol lebih atas penjualan albumnya dengan cara mengambil alih rekaman master album Mothers of Invention, dan langkah ini menghabiskan US$1.6 juta.

Bersama istrinya, Zappa memiliki beberapa bisnis lain di luar label rekamannya, seperti perusahaan video, penerbitan musik dan jasa pemesanan lewat pos. Mereka memiliki semua unit usaha ini, tanpa disentuh oleh perusahan besar dan rakasasa industri musik.

Etos self-made man Zappa tidak berhenti di bisnis dan musik, ia juga dikenal sebagai penentang sensor. Di tahun 1985, Zappa bersaksi di hadapan Kongres AS ketika organisasi sensor PMRC (dipimpin oleh Tipper Gore, istri wapres AS, Al Gore) ingin merangking “secara sukarela” produk rekaman musik berdasarkan muatan liriknya. Dalam kesaksiannya, Zappa berkata:

“Penetapan sistem rating secara sukarela atau dengan cara lain akan membuka jalan program penilaian kualitas moral tanpa henti, yang didasarkan atas hal-hal yang tidak disukai Kristiani,” ujar Zappa.

Zappa menjadi salah satu musisi dari generasi 60-an yang mengambil alih semua jalur produksi musiknya. Di bawah perusahaan Barking Pumpkin, ia mengontrol produksi rekaman dan pemasaran, sekaligus menjadi ujung tombak penentang sensor musik. Opini Zappa juga disebarkan melalui berbagai wawancara, di radio, media cetak dan televisi.

Memasuki dekade 90-an, Zappa didiagnosa menderita kanker prostat dan penyakit ini tidak bisa disembuhkan lantaran sudah bertahun-tahun menghinggapi tubuhnya. Seketika Zappa pun berhenti bermusik, tapi tetap menulis komposisi klasik. Salah satu karya Zappa di penghujung umurnya, The Yellow Shark dimainkan di beberapa pertunjukan di Eropa.

Setelah melewati karier yang penuh kesuksesan artistik dan finansial, Zappa bersikeras bahwa pencapaian terbesarnya adalah 60 buah albumnya bersama Mothers of Invention. Zappa tidak pernah menganggap serius penilaian pihak lain atas karyanya.

“Dikenang orang lain itu persoalan yang tidak penting.”

“Mereka yang menghawatirkan soal itu adalah orang-orang seperti Reagan, Bush, mereka ingin diingat dan akan menghabiskan banyak uang, melakukan banyak hal untuk memastikan agar mereka tetap diingat. Saya tidak peduli soal itu,” jelas Zappa.

0 COMMENTS

Info Terkait

supericon
19 views
supericon
440 views
supericon
613 views
supericon
1403 views
supericon
1128 views