Glenn Danzig: Si ‘Evil Elvis’ Pencetus Horror Punk

  • By: OGP
  • Kamis, 2 August 2018
  • 1733 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Medio 70-an adalah titik mula tonggak penyebaran musik punk rock di dunia. Revolusi para kaum ‘pemberontak’ tengah bergemuruh mengibar genderang perang ke industri musik konservatif. Tentunya jika menyebut revolusi punk, maka tak jauh-jauh dari trinitas esensial punk rock yang berisikan tiga raksasa: Ramones, Sex Pistols, dan The Clash.

Sama seperti ketiga nama sakral di atas, kancah bawah tanah pun melahirkan band punk berpengaruh lainnya. Empat pria kekar dengan make-up seram itu mampu meleburkan imej horor dan punk secara sempurna. Tanpa introduksi panjang, Misfits merupakan sebuah unit horror punk yang terbentuk sejak 1977. Dan semua penggila kancah punk tentu akrab dengan salah satu anggota mereka bernama Glenn Danzig.

Danzig adalah sosok vital dibalik kedigdayaan Misfits di ranah punk. Obsesi Danzig pada musik, film, dan Marilyn Monroe turut mengarahkan Misfits pada hal-hal berbau okultisme, horor, science fiction, hingga bumbu-bumbu porno. Bahkan nama Misfits sendiri dicomot dari judul film terakhir yang dibintangi ikon kultur pop tersebut. 

Logo tengkorak ikonis milik Misfits juga diprakarsai oleh Danzig. Kepala tengkorak itu diambil dari film horor klasik besutan Fred C. Brannon dan William Witney, bertajuk The Crimson Ghost. Dia adalah ‘Godfather of Horror Punk’, pendiri Misfits, Samhain sekaligus Danzig, dan yang juga mempopulerkan gaya rambut unik nan sengak Devilock.

Segelintir orang sepakat menyematkan Glenn Danzig dengan sebutan ‘Evil Elvis’, lantaran vokal baritonnya menyerupai sang raja rock n roll Elvis Presley. Selain itu, pengaruh-pengaruh kentara dari Jim Morrison, Howlin’ Wolf, hingga Roy Orbison pun turut membentuk sisi musikal dirinya.

Ditengah-tengah manggung, Danzig juga kerap membuat kericuhan dengan menghancurkan properti-properti di panggung. Di sisi berseberangan pun, Danzig kerap diidentikkan sebagai simbol seks di lanskap rock lantaran kegemarannya memasukkan visual wanita seksi di tiap karya-karyanya.

Danzig beridentitaskan asli Glenn Allen Anzalone, lahir pada 23 Juni 1955, di Lodi, New Jersey, AS. Sedari remaja, Danzig mengagumi jajaran unit rock prominen seperti Black Sabbath, Ramones, Blue Cheer, hingga The Doors. Di usianya yang baru remaja, Danzig telah ‘akrab’ dengan berbagai macam obat-obatan terlarang dan alkohol. Tak heran jika ia sering terlibat dalam perkelahian dan berurusan dengan pihak berwajib, karena berada di bawah pengaruh benda-benda haram tersebut.

Beranjak menuju dewasa, Danzig mulai menunjukkan minatnya pada dunia literatur. Dia begitu menyenangi karya-karya dari penulis besar seperti Edgar Allan Poe dan Charles Baudelaire, yang semakin membuatnya mencintai dunia horor. Lulus dari sekolah menengah, Danzig mulai bercita-cita menjadi seorang pembuat buku komik dan juga fotografer profesional.

Seiring berjalannya waktu, Glenn Danzig mengajak Gerald Caiafa alias Jerry Only untuk membentuk sebuah band. Danzig begitu terobsesi pada Marilyn Monroe, dan mengambil nama band-nya dari film terakhir aktris legendaris tersebut. Sebagian orang menyebut Danzig sebagai perpaduan antara Frank Sinatra dan Sex Pistols. Selama berminggu-minggu lamanya, Danzig mulai menulis lagu dan jamming bersama rekan bandnya, sembari mencari personel yang tepat untuk menjalankan misinya.     

Elit-elit punk seperti Ramones dan The Damned turut memberi pengaruh yang vital terhadap musikalitas yang dibentuk Misfits. Album Static Age dianggap sebagai karya yang paling melodius, singkat, tetapi powerful ketimbang band-band punk di kala itu. Di sini Danzig mulai memaparkan lirik-lirik kritik sosial seperti ketidakpercayaannya akan pihak penguasa, kekerasan, hingga daya tarik seks.

Tak lama berselang, bersama Misfits Glenn Danzig mulai selangkah lebih maju. Mercury Records mengontrak mereka dan bekerja sama dengan Blank Records–label rekaman berdikari milik Danzig. Pada masa itu,  Misfits mengembangkan lebih jauh elemen horor dari segi musik dan penampilan, dan kemudian menciptakan embrio musik baru yang dikenal dengan horror punk. Makin produktif, Misfits menelurkan dua rilisan dari label mereka sendiri, yakni album mini Horror Business dan single “Night of the Living Dead”.

Perlahan tapi pasti, popularitas Misfits lambat laun mulai mendongkrak naik. Ada anggapan bahwa Misfits bisa menyamai unit-unit punk rock legendaris lainnya seperti Sex Pistols, The Clash, The Damned, hingga Buzzcocks. Berbeda dengan rekan-rekannya yang berpenampilan seperti zombie, Danzig malah menarik atensi dengan cara yang cukup bernyali. Ia selalu mengelilingi dan berlarian menghancurkan dekorasi panggung. Bahkan ia juga sering melayangkan pukulan tajam kepada penonton dan menerima kembali pukulan dari penonton yang berkunjung. Kendati memiliki postur kecil, Danzig terang-terangan menyukai keributan dan menikmati ketakutan penonton akan dirinya.

Umumnya, sebagian orang-orang menganggap Danzig hanya sekadar ‘bernyanyi’ tanpa melakukan apa-apa. Tetapi pada kenyataannya Glenn Danzig adalah otak kemudi di balik Misfits. Ia sebenarnya menguasai berbagai instrumen dan dapat menciptakan lagu serta lirik, yang nantinya akan diajarkannya kepada rekan-rekan band lainnya ketika latihan. Ia pun menggalang fanclub Misfits bernama Fiend Club.

Danzig sendiri terang-terangan mengaku kalau dirinya terganggu, jika orang-orang di luar menganggapnya bukan sebagai motor kreatif di dalam band. Untuk menghilangkan pandangan tersebut, ia memutuskan menggarap proyek band yang diberi nama Samhain–yang nantinya bertransformasi menjadi Danzig.

Ketegangan antara Danzig dan Misfits makin memuncak ketika album Earth A.D. rilis. Danzig menganggap album tersebut merupakan materi-materi kotor dan menjurus pada heavy metal purba, tak sesuai dengan pandangan musik yang diinginkannya. Tak ada satupun personel yang puas akan hasil dari album itu. Lantas, hal ini membuat Danzig tak lagi memiliki semangat untuk melanjutkan Misfits, dan akhirnya mereka memutuskan untuk bubar. Saat bubar, para personel Misfits pulang tanpa seucap kata antara satu sama lainnya.

Pasca berpisah dengan Misfits, Glenn Danzig memilih untuk fokus berkiprah pada proyeknya yang lebih gelap dan ‘horor’ ketimbang Misfits, yakni Samhain. Setelah mengubah Samhain menjadi Danzig, di penghujung 1988, dengan formasi baru mereka, akhirnya Danzig menetaskan album perdana berjudul sama dengan nama band. Album ini menelurkan beberapa single penting seperti “Mother”, “Twist of Cain” “She Rides”, hingga “Am I Demon”. Beberapa pengamat musik pun menyebut proyek Danzig sebagai perpaduan Black Sabbath, The Doors dan Misfits, dengan nuansa doom dan blues yang kentara. Subgenre Death Rock pun disematkan.

Seiring bergulirnya waktu, ada atau tanpa Misfits, Danzig kian produktif dan terbilang sukses di belantika. Sejauh ini, ia telah melepas sebanyak 11 album studio, terakhir melepas Black Laden Crown di tahun 2017 lalu. Meski demikian, para penggemar militan tentu merindukan formasi orisinal Misfits kembali aktif. Beberapa tahun ke belakang, Misfits sesekali mengadakan reuni bersama trio Glenn Danzig, Jerry Only, dan Doyle Wolfgang von Frankenstein.

Di kancah rock, Glenn Danzig telah memberi pengaruh kuat kepada eksistensi band-band cadas seperti Slayer, Metallica, Pantera, AFI, hingga My Chemical Romance. Ia juga pernah menulis lagu untuk Johnny Cash dan Roy Orbison.

Di luar itu, Danzig juga adalah seorang penggemar film horor dan anime. Kartun favoritnya adalah Devilman, karya dari mangaka legendaris Go Nagai. Bahkan Danzig pun membuat tato karakter Devilman di badannya.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
294 views
superbuzz
298 views
superbuzz
298 views
superbuzz
2496 views
superbuzz
5152 views
superbuzz
1850 views