greg graffin

Greg Graffin: The Punk Professor

  • By: NND
  • Selasa, 29 September 2020
  • 325 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Selaku frontman dari grup punk rock kawakan Bad Religion, Greg Graffin jadi imaji punk rock yang cukup berbeda ketimbang peers-nya. Ia tidak memajang gambaran “bodo amat have fun” yang jadi mentalitas kebanyakan unit punk circa 90-an. Justru, Graffin merupakan sosok yang cerdas. Di balik namanya, adalah gelar Ph.D dalam ranah biologi. Kepintarannya tidak main-main, dan itu tumpah ke musiknya–mengupas isu-isu sosial dan politik secara tajam, dengan intensitas yang kuat. Selain dengan Bad Religion, Graffin juga memiliki sederet karya solo, membuka ruang untuk lagu-lagu yang bersifat personal ketimbang politis.

Besar di Wisconsin lalu di Milwaukee, Graffin angkat koper ke L.A. bersama ibunya di umur 11 tahun setelah orang tuanya cerai. Musik sudah jadi ketertarikannya sejak kecil, ia merupakan fans dari siaran radio pop kala tumbuh meremaja. Pindah ke L.A., ia sempat terkena culture shock karena kehidupan kota yang lebih bebas dan beragam. Adapun Graffin kecil dikelilingi remaja-remaja liar yang mendengarkan musik-musik rock sejak menetap di San Fernando Valley, L.A..

Ketika itu, skena punk/hardcore di L.A. baru saja mulai terbentuk, memberikan ruang alternatif baginya. Tak lama, Graffin pun mulai mendalami dunia dan budaya punk, ia mengenalnya dari musik-musik the Adolescents, Black Flag, dan the Circle Jerks. Tiba di tahun 1980, Graffin memutuskan untuk bernyanyi, dan darinya, membentuk Bad Religion. Ia mengajak gitaris Brett Gurewitz dan bassist Jay Bentley lalu diikuti oleh sejumlah musisi pendukung yang tidak menetap. Geliat musik Bad Religion mulai nampak, namun Graffun tidak ingin menunggu lama untuk dikontrak label rekaman. Mereka memutuskan untuk membentuk labelnya sendiri, sebuah label kenamaan yang hingga sekarang masih aktif, yakni Epitaph Records.

EP enam track self-titled mereka dirilis darinya pada tahun 1981. Setahun kemudian, album utuh How Could Hell Be Any Worse pun hadir disusul dengan Into The Unknown pada tahun 1983. Pertengahan tahun 80-an menghadapkan Bad Religion dengan perombakan formasi, menyisakan Graffin sebagai satu-satunya founding member dari grup tersebut. Gurewitz mundur karena permasalahan personal, lalu digantikan oleh Greg Hetson dari Circle Jerks, iapun menetap di Bad Religion saat Gurewitz kembali ke dalam lineup-nya.

Bagi banyak fans dari Bad Religion, materi-materi terbaik mereka hadir di akhir 80-an dan awal 90-an. Rilisan macam Suffer di tahun 1988, No Control pada 1989, dan Against the Grain di 1990 jadi karya Bad Religion yang solid. Memantapkan status Bad Religion sebagai nama besar kancah punk di masa-masa itu, Graffin tetap memiliki waktu untuk menamatkan studi magisternya di UCLA pada tahun 1987 (geologi), dan tiga tahun kemudian, menyabet gelar Ph. D di Cornell (biologi).

Di masa-masa emasnya itu, Graffin dan Bad Religion pun sempat menikmati kesuksesan komersil, terutama sejak The Offspring selaku roster Epitaph, juga turut menuai sukses dan terkenal. Ketika itu, Bad Religion pun pindah dan dikontrak ke label mayor macam Atlantic.

Selain kesibukannya dengan Bad Religion dan studinya, Graffin juga dikenal sebagai seorang produser untuk band-band lain. Masuk ke dalam CV-nya, adalah Bottom 12 (Songs for the Disgruntled Postman, 1996) dan Unwritten Law (Oz Factor, 1996). Tidak  hanya itu, ia sempat melepas album solo melalui moniker American Lesion di tahun 1997, jadi musisi tamu dalam rilisan NOFX dan Joan Jett, hingga menulis artikel untuk sejumlah publikasi musik kenamaan. Graffin kembali dengan karya solo di tahun 2006, namun melepas moniker American Lesion dan menggunakan nama aslinya. Berjudul Cold as the Clay, melalui album itu ia menampilkan sound folk yang minimalis. Selanjutnya, album solo ketiganya, yakni Millport, mendarat pada tahun 2017. Ia turut melibatkan rekan sejahwatnya dalam Bad Religion, Gurewitz dalam penggarapannya. Terkahir dari Graffin adalah meluncurkan re-issue dari American Lesionnya di tahun 2020 ini.

 
0 COMMENTS