jayz supericon

Jay-Z: The Hova of Hip-Hop

  • By: NND
  • Jumat, 25 October 2019
  • 293 Views
  • 3 Likes
  • 1 Shares

Shawn Corey Carter—biasa dikenal dengan stage name-nya, Jay-Z—merupakan seorang rapper, penulis lagu, produser, pebisnis dan pemilik label asal Amerika Serikat. Digelari sebagai salah satu MC terbaik, ia memang merupakan sosok yang sangat berpengaruh. Namanya berhasil menjadi pusat ketenaran dalam budaya rap, hip-hop, dan musik pada umumnya hingga dua dekade lebih.

Tidak hanya dalam musik, Jay-Z juga mengamankan predikat sebagai salah satu musisi terkaya. Hal ini ia peroleh dari kiprahnya terjun ke dunia bisnis. Suami dari penyanyi superstar Beyonce Knowles ini merupakan salah satu orang kulit hitam paling kaya di Amerika Serikat. Mereka adalah power couple yang bergerak di industri musik mampu menjadi salah satu pasangan terkaya di AS.

From Jazzy to Jay-Z

Terlahir di New York, awal karir Jay-Z mulai terbang ketika ia mendirikan Roc-A-Fella Records di tahun 1995. Album debutnya, Reasonable Doubt menyusul setahun kemudian.

Menurut ibunya sendiri, Carter—panggilan sebelum terkenal—sering membangunkan saudara-saudaranya di malam hari karena gemar memukul meja makan seperti bermain drum. Ibunya membelikan boom box sebagai hadiah ulang tahunnya, ini kemudian mendorong niatnya bermusik. Ia mulai freestyling dan menulis lirik ketika semakin remaja.

Dipanggil Jazzy oleh lingkungan sekitarnya, Carter pun mengadaptasi panggilan tersebut menjadi nama panggungnya—sekaligus penghargaan kepada mentornya, Jaz-O. Kontribusi Jay-Z bisa pertama kali didengat dalam rilisan Jaz-O pada akhir ‘80-an hingga awal ‘90-an.

Kali pertama ia mendapatkan pendengar yang banyak adalah pada lagu “Show and Prove” milik Big Daddy Kane di albumnya, Big Daddy Kane (1994). Single rap pertama seorang Jay-Z berjudul “In My Lifetime”—yang dirilis dalam format video klip di tahun 1995.

Tidak memiliki label yang bisa menyuplai kontrak untuk menghidupi musiknya, Jay-Z menjual CD-nya secara langsung ke orang-orang sekitarnya. Lalu, bersama Dame dan Biggs, ia mendirikan Roc-A-Fella Records—label rekaman independen yang resmi berdiri pada 1995.

Akhirnya, ia berhasil mengamankan kontrak dan dapat merilis debut albumnya, Reasonable Doubt di tahun 1996. Album itu digarap dengan bantuan beats dari nama-nama besar seperti DJ Premier, Super DJ Clark Kent, bahkan turut menghadirkan The Notorious B.I.G. alias Biggie Smalls.

Sophomore-nya jebol di tahun 1997. In My Lifetime, Vol 1 resmi mengudara—sebuah album yang diproduseri oleh Puff Daddy. Jay-Z mengaku bahwa album ini disusun saat dalam masa yang kelam saat masih tersiksa atas kematian sahabatnya, Biggie.

Setahun kemudian, album barunya dirilis dan kali ini berhasil menjadi titik tertingginya dalam karirnya sejauh saat itu. Vol. 2... Hard Knock Life menjadi sebuah rilisan fenomenal, di mana album tersebut menampilkan Jay-Z yang lebih fokus pada flow dan permainan lirik.

Vol. 3... Life and Times of S. Carter—album nomor empatnya, datang dua tahun kemudian pada 1999. Selanjutnya, Jay-Z kembali merilis The Dynasty: Roc La Famillia, album itu dirilis tahun 2000, yang seharusnya menjadi album kompilasi musisi Roc-A-Fella tapi berganti haluan menjadi album solo kelima darinya.

Living The Dream

Jay-Z sempat terlibat cekcok dan beef dengan Nas. Tahun 2001, ia menyerang Prodigy dari Mos Depp atas sengketa lirik. Ia membawakan trek “Takeover” dalam gelaran hip-hop kenamaan, Summer Jam 2001.

Trek tersebut mengolok Prodigy (Mobb Deep), dan di bagian akhirnya, merujuk pada Nas. Enggan diam begitu saja, Nas pun menyerang balik. “We Will Survive” miliknya merupakan diss untuk Jay-Z. Keduanya baru berbaikan pada tahun 2005—empat tahun kemudian.

Pada kejadian 9/11—tepatnya 9 September 2001, Jay-Z merilis album keenamnya. The Blueprint resmi mengudara sesaat sebelum tragedi itu terjadi. Terlepas dari tragedi memilukan itu, album ini berhasil mendarat di nomor satu dalam tangga nada Billboard 200 dan mampu laris lebih dari 400 ribu keping.

Ia melanjutkan The Blueprint dengan The Blueprint2: The Gift & The Curse—sebuah double album yang juga sama dengan sebelumnya, merajai tangga Billboard 200. Album ini mampu terjual hingga 3 juta keping lebih hanya di Amerika Serikat, dan dengan begitu, mengalahkan album prekuelnya.

Sembari membuka klabnya sendiri (40/40 club), Jay-Z mengumumkan bahwa ia akan merilis album kedelapan saat grand opening-nya. Tak lama kemudian, hadirlah The Black Album di tahun 2002. Di tahun yang sama, ia juga bekerja sama dengan R. Kelly dan menggubah sebuah album kolaboratif berjudul The Best of Both Worlds.

Dua album tersebut adalah rilisan terakhir sebelum Jay-Z menyatakan pensiun—meski tidak tahan lama. Pada tanggal 25 November 2003, ia menggelar sebuah konser yang ditempelkan slogan “retirement party” di Madison Square Garden, New York.

Ia menyatakan bahwa konser itu akan menjadi titik pensiunnya dari merilis album baru. Meski begitu, masih ada sejumlah side project yang muncul darinya di kala pensiun singkatnya.

Contoh saja EP Collision Course—sebuah EP kolaborasi antara Jay-Z dan Linkin Park yang menggabungkan lagu-lagu mereka. “Numb/Encore” hadir sebagai salah satu single paling prominennya.

The Great Comeback

Jay-Z baru akan kembali merilis album, menandakannya comeback-nya dari pensiun di tahun 2006. Tepat tanggal 21 November, ia merilis Kingdom Come, dan single dari album tersebut, “Show Me What You Got”, sempat bocor di internet beberapa bulan sebelum dirilis.

Lepas setahun dari comeback-nya itu, ia hadir lagi dengan album American Gangster—sebuah album yang rilis pada tanggal 6 November 2007, sebuah album konsep yang bercerita tentang “kehidupan jalanan”. Ide itu hadir usai Jay-Z menonton film dengan judul yang sama arahan Ridley Scott (seri Aliens, Black Hawk Down, Gladiator).

Album ke-11 Jay-Z dirilis dengan judul The Blueprint 3. Album ini mengudara pada tanggal 8 September 2009—dua hari lebih cepat karena antisipasi yang tinggi dari publik. Pada tanggal 14 September, barulah album ini dirilis secara internasional. Melalui album ini, Jay-Z berhasil mengalahkan rekor musisi solo yang dipegang oleh Elvis.

Di tahun 2011, usai menyelesaikan tur bersama U2, Jay-Z juga sempat merilis sebuah EP bertajuk Watch The Throne. EP ini cukup penting, karena merupakan sebuah materi kolaborasi bersama Kanye West. Rekamannya dimulai semenjak November 2010, yang kemudian resmi dilepas ke publik pada tanggl 8 Agustus 2011.

Dua album terakhir dari seorang Jay-Z adalah Magna Carta Holy Grail dan 4:44. Holy Grail diumumkan pada saat game ke-5 dari partai final NBA tahun 2013. Album itu baru resmi masuk ke toko musik pada tanggal 4 Juli 2013.

Sedangkan album teranyarnya mulai direbus semenjak bulan Juni 2017. Sejumlah poster dan banner mulai terpampang di sekitar NY—mempromosikan proyek kerja sama dengan raksasa streaming Tidal, yang juga merupakan salah satu aset bisnisnya.

Besides the Beats

Kita semua tahu Jay-Z merupakan seorang pebisnis juga. Selain seorang pemilik label rekaman, ia juga memegang saham besar dalam Tidal, founder dari 40/40 Club, dan masih banyak lagi. Bahkan, ia juga memiliki kantor agensi olahraga yang bergerak dalam sektor basket, football dan baseball.

Namun tidak hanya bisnis, Jay-Z juga merupakan seorang philanthropist. Ia sempat menggalang dana yang menggunakan keuntungan tur dunianya di tahun 2006-2007 untuk menyikapi krisis air dunia secara luas.

Saat badai katrina melanda, ia juga turun tangan dan menyumbang dana yang sangat besar kepada palang merah Amerika. Terakhir, aksi kemanusiaannya adalah mendirikan sebuah pendanaan untuk anak-anak korban penembakan.

Salah satu hal paling prominen dari seorang Jay-Z adalah istrinya sendiri, yakni Beyonce. Sama terkenalnya dengan sang suami, Beyonce merupakan penyanyi pop/R&B yang mendunia.

Ia kerap terlibat kolaborasi bersama sang suami. Bersama Bey—begitu akrabnya dipanggill—Jay-Z memiliki tiga orang anak. Mereka menikah pada tahun 2008 dan masih bersama hingga sekarang.

Begitulah ringkasan perjalanan karier seorang Jay-Z dalam halaman hip-hop dan lainnya. Besar melalui budaya rap dan hip-hop, ia sudah berhasil mengamankan posisinya sebagai salah satu “legenda hidup” yang dimiliki oleh kultur tersebut sekarang.

Tidak perlu khawatir, karena Jay-Z masih akan dan tetap berkarya. Kita tunggu saja asupan hip-hop yang otentik—yang jujur tanpa basa-basi berlebih darinya. Perkara kualitas, tidak usah ambil pusing. Hampir bisa dipastikan bahwa Jay-Z adalah orang yang cukup jeli terkait hal tersebut. Sebagai pendengar, kita hanya perlu duduk, menunggu, dan menikmati apa yang akan ia sajikan berikutnya!

1 COMMENTS
  • Ricko13

    I Like it

Info Terkait

superbuzz
73 views
superbuzz
38 views
superbuzz
35 views

5 Sutradara Video Klip Terkeren

superbuzz
148 views