Jimi Hendrix Virtuoso Gitar Elektrik dengan Aksi Panggung Gila

  • By: Lana Syahbani
  • Selasa, 18 August 2015
  • 10719 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Tidak ada yang bisa menyamai sound, kharisma, lirik dan eksperimen yang dilakukan seorang James Marshall Hendrix hingga saat ini. Seorang pemain gitar elektrik revolusioner sejak tahun 1960-an. No one’s come close to it yet.

Dewa gitar revolusioner

Bukan sesuatu yang berlebihan jika dunia mengakui Jimi Hendrix sebagai dewa gitar. Di tangan seorang Jimi Hendrix, gitar menjadi sebuah lahan eksperimental. Ia merupakan gitaris pertama mempopulerkan distorsi dalam permainan gitar. Sound yang kini digunakan hampir seluruh musisi rock di dunia. Hendrix pun gemar melakukan eksperimen bunyi untuk menghasilkan suara yang diinginkannya, termasuk bebunyian flanging dan phasing. Penggunaan pedal wah-wah yang menjadi salah satu ciri khas permainannya pun kini populer di dunia rock berkat Hendrix. Ya, apapun yang Hendrix lakukan untuk mengeluarkan imajinasi suara yang ada dalam kepalanya melalui gitar, kini bisa para gitaris dapatkan dari eksperimen penggabungan aneka ragam stompbox, tetapi jangan harap ada yang bisa menyamai guitar legend yang satu ini.

Teknik permainan gitar Hendrix memang bukan sesuatu yang istimewa. Tetapi, kita patut berterimakasih pada Hendrix yang mempopulerkan beberapa teknik bermain gitar, seperti menggunakan jempol pada fret gitar, teknik yang kini lazim digunakan oleh para gitaris. Lead yang dimainkan Hendrix pun tidak sesempurna Eric Clapton, namun seksi rhytm yang dimainkannya bisa menjadi permainan solo yang akan terasa berbeda bila dimainkan gitaris lain.

Crazy stage act and eclectic appearance

Di samping kepiawaiannya memaksimalkan permainan gitar elektrik, Hendrix adalah gitaris yang terkenal dengan permainan gilanya di panggung. Memainkan gitar dari belakang punggung, di bawah kakinya dan memetik gitar dengan gigi? That’s him. Aksi menghancurkan dan membakar gitar di panggung pun membuat Hendrix terlihat lebih gila lagi. Ia dapat menguasai stage dan penonton dengan permainan gitar virtuosonya dan aksi panggung ultra kharismatik.

Permainan gitar, eksperimen dan aksi panggung, bukan hanya ketiga hal tadi yang membuat Hendrix patut dikatakan sebagai legenda. Penampilan ekletik dan kharisma adalah hal yang melekat erat pada diri Hendrix. Pria kelahiran Seattle, 27 November 1942 ini mengaku terobsesi dengan gaya berpakaian Bob Dylan. Hendrix menuangkan dengan caranya sendiri dan memiliki cara berpakaian khas: rambut afro, warna flashy, kemeja kembang-kembang, celana cutbrai, aksesori ekletik dan terkadang ikat kepala. Perpaduan menarik bila disandingkan dengan Fender Stratocaster putih kesayangannya.

300 karya belum ter-publish setelah wafat

Karir musiknya dimulai sejak tahun 1963, bersama band King Kasuals. Dengan roots musik yang terinspirasi dari rock and roll dan electric blues, ia membentuk The Jimi Hendrix Experience pada tahun 1966. Bersama The Experience, mereka mencapai kesuksesan di UK dengan single “Purple Haze” dan “The Wind Cries Mary” pada tahun 1967. Are You Experienced (1967), Axis: Bold as Love (1967) dan Electic Ladyland (1968), Hendrix hanya merilis tiga album studio semasa hidupnya.

Ia meninggalkan sekitar 300 recording yang belum ter-publish dan meninggal di umur 27. Dengan sebelas album studio yang dirilis setelah masa hidupnya, Hendrix mendapatkan posisi ke-94 dalam daftar 100 musisi best-selling dalam sejarah US dan mendapatkan Grammy Lifetime Achievement Award pada tahun 1992. Ia juga masuk dalam US Rock and Roll Hall of Fame dan UK Music Hall of Fame.

Dengan masa kejayaan mainstream semasa hidupnya yang terbilang singkat, yaitu selama empat tahun, nama Hendrix masih dikenal hingga kini karena kontribusi besarnya dalam dunia musik. Diakui sebagai gitaris terbaik sepanjang masa (menduduki posisi pertama dalam 100 Greatest Guirarists versi Rolling Stone), menciptakan permainan gitar elektrik yang memukau, inventor distorsi dan mempopulerkan beberapa pedal lainnya, aksi panggung gila tiada tandingan pada masanya, serta menciptakan musik yang timeless dan didengarkan hingga kini, butuh alasan apa lagi yang membuat kita berkilah untuk mengesampingkan Jimi Hendrix sebagai icon besar di dunia musik?

Foto: theriffrepeater.com, blurppy.com

2 COMMENTS
  • adjieadityapurwaka1

    hell yeahhh!!

  • rikysubagza31

    Dewa, terbaik

Info Terkait

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One

supericon
82 views

Chuck D: Public Enemy Number One