Baizley

John Dyer Baizley: A Perfect Monster

  • By: NND
  • Kamis, 18 July 2019
  • 549 Views
  • 8 Likes
  • 449 Shares

John Dyer Baizley adalah seorang musisi, penyanyi-penulis lagu, seniman kenamaan arsitek Baroness dan juga melalui karya-karya visualnya.

Besar di Rockbridge County, Virginia, AS, saat itu ia beranjak masuk ke usia 18 tahun, ia mendaftarkan diri ke sekolah seni desain Rhode Island. Namun, studi desain yang diemban tidak ia tamatkan. Masuk tahun ketiga, Baizley hengkang dari sekolah tersebut.

Saat menginjak usia 21 tahun, ia mengundurkan diri dari kampus dan, kembali ke kampung halamannya di Virginia. Barulah di tahun 2003, ia pindah ke Savannah, Georgia--kota ia mendirikan Baroness.

Di sanalah namanya mulai terdengar, baik sebagai seorang musisi, dan seniman. Sejauh ini Baroness telah berhasil menelurkan lima keping album, semuanya dibungkus oleh karya visual Baizley.

Rasanya, bisa diperdebatkan mana yang menjadi ujung tombak bagi Baizley, karena jujur saja, namanya tidak hanya terkenal bersama Baroness. Masuk akal juga jika karya-karya seni yang ia hasilkan juga sama menariknya dengan musiknya--atau bahkan lebih, silahkan pilih sendiri.

Singkat cerita, Baizley adalah seorang musisi dan seniman berbakat.

Musikalitas Luas Baroness

Baroness sendiri merupakan sebuah band progressive metal yang sudah tidak asing lagi di kancah musik metal internasional.

Sound mereka menggabungkan kekuatan raw dari metal dengan aksen-aksen psikedelia, ambient, dan berbagai macam hal lainnya mematangkan karakteristik musiknya. Tak ketinggalan pula mentalitas punk/hardcore yang kerap unjuk taring.

Maka, mengkategorikan mereka sebagai sebuah unit prog metal merupakan sebuah gestur yang cukup aman dan masuk akal.

Sejajarkan Baroness dengan Kylesa dan Mastodon, mereka menghasilkan sound otentik. Rasanya, tidak salah bahwa keunikan musik mereka berjalan sebenang dengan estetika seorang Baizley--sang vokalis yang juga merancang seluruh desain artwork album-album Baroness.

Baroness melepas karya-karya awal mereka melalui tiga EP yang mengudara antara tahun 2004-2007. First, Second, dan A Grey Sigh in a Flower Husk (a.k.a Third), adalah langkah awal mereka menapaki karir di kancah musik metal.

Album perdana mereka baru lahir pada Maret 2007. Tepat empat tahun setelah mereka berdiri, Red Album resmi meluncur dan disambut dengan tanggapan positif dari pendengar serta kritikus.

Majalah musik metal kenamaan, Revolver bahkan menempatkan album debut ini sebagai Album of the Year mereka. Di album ini, Philip Cope dari Kylesa kembali duduk di bangku produser.

Album kedua, Blue Record, hadir dua tahun kemudian. Dirilis pada 2009 melalui Relapse Records, album ini direkam atas arahan John Congleton (The Roots, Explosions in the Sky, Black Mountain, The Polyphonic Spree). Album ini kemudian masuk ke jajaran 20 album metal terbaik sepanjang sejarah versi LA Weekly tahun 2013.

Rehat tiga tahun, 2012 dirasa tepat menjadi tahun comeback Baroness. Yellow & Green merupakan materi studio ketiga mereka, dan yang pertama dalam format double album. Stereogum menempatkan album ini pada peringkat ke-18 dalam jajaran 50 album terbaik tahun 2012 mereka. 

Pada saat tur promo Yellow & Green, seisi band terlibat dalam kecelakaan bus, mengharuskan mereka menjalani perawatan yang memakan waktu berbulan-bulan untuk masa penyembuhan. Karena kecelakaan tersebut, Baizley mengalami patah tulang pada tangan dan kaki kirinya.

Setelah masa penyembuhan dan pergantian personil, Baroness merilis album keempat berjudul Purple di akhir tahun 2015 melalui label independen besutan mereka, Abraxan Hymne. Salah satu single album ini, “Shock Me" berhasil menyabet nominasi penghargaan penampilan metal terbaik gelaran Grammy.

Album teranyar mereka baru mendarat beberapa bulan lalu. Mengambil skema penamaan serupa, Gold & Grey diterima dengan sangat baik oleh pendengar dan kritikus. Rilis pada Maret lalu, album ini memiliki materi yang sangat matang. Penuh referensi dari sound album Baroness terdahulu berpadu dengan beberapa pendekatan baru.

Sejauh ini, musik Baroness merupakan sebuah petualangan menelusuri hutan-hutan dan ruang gelap musik metal. Mereka terus membuka jalan, mencoba mencari hal-hal baru melaluinya.

Seni Visual Nan Mistis dari Baizley

Lima album sudah dihasilkan Baroness, semuanya berwajahkan ilustrasi yang ia eksekusi. Dalam wawancaranya dengan Metal Injection, Baizley menyatakan bahwa seni visual masuk lebih awal dalam dirinya ketimbang bermusik. Kedua orang tuanya berlatar belakang seni rupa, jadi wajar saja jika ia mulai terjun ke ranah seni visual.

Mendaftar pada sekolah seni selama tiga tahun, menurutnya, bukan sebuah momen yang kelewat signifikan dalam karirnya sebagai seniman visual. Masa pendidikannya lebih membantunya dalam membuka diri terhadap berbagai macam dan jenis seni yang ada. Secara teknis, tidak ada yang dia sanggup pelajari sendiri.

Baroness mengemban posisi yang cukup penting bagi Baizley. Pindah ke Savannah dan membentuk band ini, Baizley masih dalam tahap berhenti melukis.

Tahap tersebut ia tanamkan kedalam dirinya karena permasalahan pribadi dan ketergantungan narkotika yang juga menjadi penyebab hengkangnya dia dari studi seni. Setelah berhasil merekam EP awal mereka, Baroness membutuhkan sampul album yang layak, disitulah Baizley mulai berkarya lagi.

Sejak itu, karya-karyanya mulai terkenal saat mendarat ke berbagai pasang mata yang ia temui saat Baroness menggarap tur. Pada tahun-tahun awal aktif, mereka melahap hampir sekitar 250 panggung per tahun.

Berjejaring melalui komunitas yang ia temui dari tur merupakan hal yang ia gemari. Setelah itu tak jarang ia mendapati tawaran mendesain saat orang-orang melihat merch Baroness.

Garis besar karya visual yang ia ciptakan berkutat pada tema kehidupan dan mahluk mitos. Warna juga berperan besar dalam karyanya, aspek ini kerap menjadi pondasi awal baginya untuk merupa karya baru. Setidaknya, begitulah yang ia terapkan saat menggarap sampul album Baroness.

Imaji-imaji surreal dipadukan dengan pendekatan realis; kedua konsep ini terus bertarung mencuri perhatian dalam ilustrasinya, menghadirkan karya-karya dengan kontras dan detil yang memukau.

Tidak terbatas pada Baroness, karya-karyanya juga memenuhi sampul album dan merchandise milik band-band lain. Sederet nama-nama macam Kvlertak, Kylesa, Gillian Welch, Flight of the Concords, hingga Metallica dan masih banyak lagi pernah menggunakan desain rancangan Baizley.

Mengapa tidak? Mengingat kualitas karyanya dihasilkan dari seniman yang sadar atas hubungan seni visual dengan musik, hampir bisa dipastikan bahwa karya seni visual hasil jemari Baizley merupakan sebuah karya apik.

Melalui Baroness, ia seakan meleburkan konsep pegangannya baik dalam seni dan musik. Skema roda warna telah menjadi asupan Baroness saat merancang album, dan sekarang, skema ini berhasil menemukan titik akhirnya di album teranyar mereka, Gold & Grey.

Itulah sedikit penggalan terkait dunia John Baizley--seorang musisi yang juga seniman yang handal. Indonesia juga punya jebolan-jebolan macam Baizley, kok! Sudah baca artikel kita terkait hal tersebut? Kalau belum, kalian bisa jelajahi artikel tersebut di Supermusic.Id.

Album baru Baroness, Gold & Grey juga sudah beredar. dari total 17 trek yang mereka sajikan, mana yang jadi favorit kalian?

2 COMMENTS
  • Yumna37

    memang mantap dah karya seninyaa

  • dephythreehandoko

    seniman bertalenta

Info Terkait

supericon
1072 views
superbuzz
269 views
superbuzz
7306 views
superbuzz
553 views
superbuzz
7706 views