John Lydon

John Lydon: Si Punk Gila dari Inggris

  • By: NND
  • Kamis, 21 February 2019
  • 2598 Views
  • 5 Likes
  • 14 Shares

John Lydon, atau yang biasa disebut Johnny Rotten, terkenal dari aksi-aksi gilanya semasa dia menyandang mantel vokalis di band punk legendaris asal Inggris, Sex Pistols. Dengan gaya dan warna rambut di luar wajar,  joget-jogetnya yang aneh, dan juga lirikan mata melototnya yang khas, John Lydon telah berhasil memposisikan dirinya sebagai salah satu katalis atau ikon dari sebuah subkultur yang, banyak dibilang, sudah mati. Entah ingin atau tidak, dia telah menjadi salah satu simbol dari punk.

Ya, berbicara punk, tidak bisa dibantah bahwa Sex Pistols merupakan nama yang besar dalam ranah tersebut. Johnny Rotten berhasil memproyeksikan gambaran, semangat, dan mentalitas punk pada masanya bernyanyi untuk Sex Pistols. Namun, umur Sex Pistol tidak sepanjang itu, dan ketikanya sudah surut, Johhny Rotten tetap berjaya. Mendirikan PiL (Public Image Ltd.), solo karier, dan menulis buku. Si gila yang satu ini memang haus dalam berkarya.

Masa kecil yang keras dan pendewasaan

Terlahir sebagai seorang imigran dari Irlandia di Inggris pada 31 Januari 1956, Lydon dilahirkan dan besar di daerah kumuh dan keras dari utara London, Holloway. Sebagai yang tertua dari empat bersaudara, ia kerap mengurus adik-adiknya saat ibunya sakit. Lydon kecil yang badung dan tidak jarang terlibat dalam perkelahian, mengidolakan band-band seperti The Stooges dan Alice Cooper, musik yang dianggap tidak wajar pada zamannya. Oleh karena itu, dan perbedaan kelakuan dengan anak-anak pada umumnya, dia sering menjadi korban bullying sepanjang masa sekolahnya. Lydon pernah menderita "Spinal Meningitis" yang menyebabkan dirinya dirawat selama kurang lebih setahun. Penyakit ini yang nantinya memberikan "tatapan gila" ciri khas Johnny Rotten yang kita kenal.

Di umurnya yang ke-15, Lydon terlibat dalam perkelahian dengan seorang guru sehingga putus sekolah. Oleh karena itu, dia mendaftar ke Hackney College, di mana dia dipertemukan dengan John Simon Ritchie, yang nantinya akan dikenal sebagai Sid Vicious. Masa-masa ini, Lydon sudah mulai meninggalkan kuliahnya dan pencari pekerjaan sebagai kuli bangunan. Mereka berdua sering terlihat bersama dan menyinggahi rumah-rumah kosong. 

Pistol seks yang meledak hingga habis peluru

Tahun 1975, Lydon sebagai remaja yang sering menyinggahi toko baju fetish milik Malcom McLaren dan Vivienne Westwood bernama "Sex", ditawari posisi vokalis oleh McLaren sendiri, yang kala itu tengah mempromosikan band baru dengan nama "The Sex Pistols". Hal itu terjadi karena McLaren merasa Lydon mempunya fashion sense yang unik, mulai dari rambutnya yang berwarna pink, bajunya yang robek-robek, dan bagaimana dia bernyanyi "I'm Eighteen" karya Alice Cooper dengan nada sumbang dan lagak tak peduli apa-apa. Awalnya berisikan Steve Jones, Glen Matlock, dan Paul Cook Lydon masuk dan terbentuklah Sex Pistols.

Sex Pistols sudah ditakdirkan untuk menjadi band besar, mungkin karena pesan dan corak baru yang mereka sajikan kepada industri musik kala itu. Pada tahun 1976, mereka berhasil mendaratkan kontrak dua tahun bersama raksasa EMI. Masuklah mereka kedalam ruang rekaman dan memperolah banyak dorongan positif. Ketenaran mereka semakin memuncak dan mulailah terjadi pertikaian. Lydon dan sang basist, Glen Matlock, bertengkar dan berujung pada keluarnya Matlock. Hal ini membuka jalan bagi Vicious untuk bergabung. Atas rekomendasi Lydon dan persetujuan McLaren, Sid Vicious yang tidak terlalu khatam bermain bass pun dijajal masuk ke Sex Pistols karena image-nya yang sesuai dengan Sex Pistols.

Tahun 1977, "God Save Our Queen" keluar dan menjadi single yang meledak meski memercik kontroversi. Naiknya Sex Pistols dilanjutkan dengan dirilisnya album perdana dan terahkir mereka, Never Mind the Bollocks, Here's The Sex Pistols di tahun yang sama. Ke depannya, sengketa antara anggota band tidak membaik. Semakin parahnya, terjadi juga sengketa antara Sid Vicious dan pasangannya, Nancy Spungen. Hal ini berimbas kepada keutuhan band dan ahkirnya pada tahun 1978, yang tidak terhindarkan pun terjadi, Sex Pistols bubar.

"Menelan" PiL sembari terus berjalan maju

Lepasnya dari Sex Pistols, Lydon kemudian membentuk grup post-punk dengan nama Public Image Ltd.. Kembali dalam posisinya pada vokal, dan dibantu dengan sejumlah musisi yang kerap mengalami pergantian kecuali Lydon sendiri, PiL merupakan sebuah band dengan produktivitas yang baik. Dalam perjalanan yang terbentang dari tahun 1978 hingga 1993, Lydon dan PiL telah berhasil merekam delapan album. Di selang masa ini, Lydon tidak menutup kesempatan untuk berkarya bersama musisi di luar grup musiknya tersebut. Pada tahun 1993, PiL mengumumkan hiatusnya yang tidak disertakan durasi. Lembar baru dari PiL barulah terbuka pada tahun 2009 hingga sekarang, sejauh ini mereka telah berhasil menyusun dua album.

Di selang hiatusnya PiL, Lydon juga sempat berkarya sendiri. Selain PiL, Lydon juga menyempatkan diri untuk menulis buku. Sudah tiga buku yang tertulis olehnya sejauh ini. Buku-buku yang dia tulis bertali pada tema otobiografi, non-fiksi, dan sentuhan politik. 

Sekarang ini, Lydon tinggal di Amerika dan hidup ringan dengan status artis yang hinggap pada dirinya. Sudah menikah dan bahkan membesarkan anak, Lydon telah berpindah warga negara menjadi warga Amerika secara resmi dan masih aktif bermusik dan terlihat dalam beberapa wawancara. Itulah perjalanan si rambut aneh dengan tatapan gila ini. Terlahir sebagai  imigran dan hidup susah, dibesarkan dengan kultur punk yang kental, bernyanyi untuk Sex Pistols, rokok, seks bebas, narkoba, persengketaan dan bahkan kematian sahabat. Pada akhirnya, yang kita lihat di permukaannya adalah seorang tua jenaka bermulut kasar yang sekarang kita kenal melalui PiL.

Foto: Alex de Brabant via The Talks, berbagai sumber

1 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    punk not die

Info Terkait

supershow
871 views
superbuzz
397 views
superbuzz
212 views
superbuzz
238 views