KRAFTWERK

Kraftwerk: Sang Pionir Musik Elektronik

  • By: NND
  • Kamis, 10 October 2019
  • 526 Views
  • 12 Likes
  • 8 Shares

Di penghujung tahun 2019, perkembangan musik sudah menapak cukup jauh. Namun tentunya, musik, akan selalu ada sosok-sosok yang mampu membuka jalan baru. Para pelopor, seperti Kraftwerk, adalah beberapa figur pembuka jalur baru, setara radikalnya dengan sound lain di era ’60-an dan ’70-an.

Mereka adalah pelopor, inovator dan salah satu grup yang mampu membangun wadah baru di dunia musik. Mengupas soal Kraftwerk, maka sudah jelas juga kita akan berbicara musik elektronik, dan tak ada yang bisa membantah bahwa dewasa ini musik elektronik dengan berbagai variasinya sangatlah berjaya.

Kraftwerk adalah sebuah grup musik asal Jerman yang dibentuk di Dusseldorf pada tahun 1970 oleh Ralf Hutter dan Florian Schenider. Mereka dikenal luas sebagai salah satu band yang mempopulerkan musik elektronik. Kraftwerk, awalnya bermusik sebagai sebuah grup yang dekat dengan kancah eksperimental krautrock sebelum mulai fokus pada sentuhan elektronik—di antaranya instrumen macam synth, drum machines, dan vocoders.

Di album-album tersukses mereka seperti Autobahn (1974), Trans-Europe Express (1977), dan The Man-Machine (1978), grup ini mulai mengembangkan mode aransemen dan sound yang mereka namakan “robot-pop”. Pendekatan ini menggabungkan musik elektronik dengan nada dan irama pop, aransemen penuh bunyi mikro, dan ritme repetitif penuh pengulangan—semuanya mereka bungkus pula dengan imaji dan visual retrofuturistik.

Klingklang: Awal Kraftwerk (1970-73)

Florian Schenider (flute, synth, violin) dan Ralf Hutter (organ, synth) bertemu saat masih duduk di bangku sekolah Robert Schumann Hochschule di Dusseldorf pada akhir 60-an. Aktif di kancah seni dan musik eksperimental, mereka tergabung dengan kuintet Organisation—sempat merilis album tahun ’69 sebelum akhirnya bubar.

Semenjak itu, tumbuhlah ketertarikan Schneider terhadap sound synthetizer dan memutuskan untuk membelinya pada tahun ’70. Terinspirasi karya Gilbert dan Georgio, duo seniman visual yang sempat menggelar pameran di Dusseldorf, keduanya sepakat untuk mengangkat juga seni keseharian di musik Kraftwerk.

Mereka merilis dua album rock ekperimental, debut self-titled-nya pada tahun ’70 dan Kraftwerk 2 pada ’72. Berisikan musik-musik improvisasi dan eksperimental hasil intrumen-instrumen konvensional, mereka kemudian memodifikasi suara instrumen dan memanipulasinya melalui dubbing dan metode lainnya. Aksi panggung mereka berlangsung berdua dengan drum machine serta ritme preset dari organ listrik. Tahun ’73, Wolfgang Flur ikut bergabung saat sesi latihan, ketiganya sempat tampil di acara TV di Jerman Barat.

Rilisnya album Ralf und Florian pada tahun ’73 menandakan Kraftwerk yang mulai menggunakan synth dan drum machine di musik mereka. Album ini kali pertama mereka menggunakan vocoder—yang nantinya dikenal sebagai salah satu karakteristik utama mereka.

Der Stimme der Energie: Autobahn dan Radioactivity (1974–76)

Di album Autobahn, Kraftwerk menampilkan sound yang sedikit menjauh dari yang sudah matang di tiga album pertama mereka. Hutter dan Schneider membawa teknologi baru macam Minimoog serta EMS Synthi AKS yang berhasil memberikan suara baru.

Album ini berhasil menjadi album breakthrough, laris terjual dan menopang nama Kraftwerk hingga ke industri musik AS. Mulai dari era ini, Emil Schult selaku seniman grafis, mulai giat berkolaborasi dengan mereka—merupa sampul album, membantu menulis lirik, serta mengawal tur.

Setelah tur Autobahn rampung tahun ‘75, Kraftwerk kembali ke studio dan mulai menggarap Radio-Activity. Album ini kembali menampilkan investasi teknologi baru dalam jajaran instrumen mereka. Tema utamanya—sama seperti judulnya—adalah gelombang radio yang hadir di kehidupan manusia.

Penggarapan album ini juga menjadi titik di mana studio mereka, Kling Klang Studio, berhasil menjadi sebuah studio rekaman berstandar tinggi. Kraftwerk merekam seluruh materi Radio-Activity di sana. Tidak sesukses album sebelumnya, tapi album ini tetap menjadi sebuah hit di Eropa.

Peluncuran dua album ini menggarisbawahi pergeseran Kraftwerk dari ranah eksperimentasi avant-garde ke arah elektronik dan pop.

Die Roboter: Trans-Europe ExpressThe Man-Machine dan Computer World (1977–82)

Di tahun 1977, Trans-Europe Express resmi dirilis. Album keenam ini direkam di Kling Klang Studio, dan menjadi momen pertemuan Kraftwerk dengan David Bowie. Meski rumor menyatakan keduanya berkolaborasi, materi itu tidak pernah tampak hingga sekarang. Album yang cukup epik ini mengisahkan perjalanan via kereta yang menyusuri dataran Eropa.

Kling Klang Studio kembali menjadi markas Kraftwerk, kali ini berhasil merilis The Man-Machine di tahun ’78. Namun, karena kompleksitas aransemen dalam materi ini, mixing harus digarap di studio yang berbeda, bahkan sound engineer dari AS pun turut dilibatkan. Usai The Man-Machine mengudara, Kraftwerk rehat menggubah album baru selama tiga tahun.

Fast forward tiga tahun kemudian, lahirlah Computer World—sebuah album yang proses rekamannya terbentang dari tahun ’78 hingga ’81. Proses dan waktu yang cukup panjang dalam rekaman ini disebabkan oleh adanya upaya modifikasi terhadap studio andalan mereka untuk membuatnya lebih portable dan bisa dibawa saat tur.

Vokal di album tersebut hadir dengan sound yang berbeda karena menggunakan language translator, sebuah inovasi dari perusahaan Texas Instruments.

Techno Pop: Tour de France dan Elecric Cafe (’83-89)

Menapak masuk ke tahun 1982, Kraftwerk melanjutkan diskografi mereka dengan merilis sebuah album yang aslinya berjudul Technicolor. Namun karena permasalahan trademark, diganti menjadi Techno Pop. Salah satu titik penting dalam album ini adalah single-nya, yakni “Tour de France”.

Kisahnya berangkat ketika album Computer World yang, secara fisik sangat melelahkan, usai dirilis. Kala itu, Hutter ingin mencari sebuah latihan fisik yang mampu ditempatkan ke dalam musik Kraftwerk. Bahkan, ia sempat meyakinkan rekan sejawatnya untuk menjadi vegetarian dan mulai giat bersepeda.

“Tour de France” yang memang mengisahkan tentang sepeda bermuara dari keputusan tersebut. Hutter menemukan hobi baru: bersepeda. Ketika single itu dirilis, ia menyarankan agar seluruh album ini mengisahkan tentang sepeda, tapi yang lain menolak. Semasa merekam “Tour de France”, Ralf mengalami kecelakan serius saat bersepeda. Ia mengalami luka di bagian kepala hingga koma selama beberapa hari.

Selain itu, di tahun ’83, Wolfgang Flur yang memang mengisi drum dalam Kraftwerk mulai menjauh dari studio karena band tersebut sudah mulai lebih gencar lagi menggunakan sequencer yang menggeser perannya sebagai drummer. Album Techno Pop—yang juga dinamakan Electric Cafe untuk beberapa regional—menjadi rilisan terakhirnya bersama Kraftwerk. Ia kemudian digantikan oleh Fritz Hilpert.

Romantic Warriors: Era Tur Dunia dan Menyikapi Abad Baru

Di era 90-an, Kraftwerk tidak banyak merilis materi baru. Kalaupun ada, hanyalah remix atas karya-karya mereka dari Autobahn hingga Techno Pop/Electric Cafe—sebuah album yang diberi nama The Mix. Selebihnya, era ini diisi oleh aksi panggung dan tur.

Tepat di penghujung tahun 1999, Kraftwerk merilis sebuah single bertajuk “Expo 2000” untuk gelaran World Fair yang kala itu dibuka di Hannover, Jerman. Barulah pada bulan Agustus 2003, akhirnya Kraftwerk kembali dengan musik yang baru.

Bertajuk Tour de France Soundtracks, album ini merupakan materi baru semenjak jebolan 1986 mereka, Techno Pop/Electric Cafe. Dua tahun kemudian, Minimum-Maximum juga beredar—sebuah album live pertama milik Kraftwerk. Album ini memuat lagu-lagu dari seluruh studio album mereka yang dimainkan secara live.

Tahun 2003 juga menjadi waktunya di mana Kraftwerk sempat hadir secara surprise di MTV European Music Awards di Edinburgh, Skolandia. Tampil memainkan “Aerodynamik”, mereka terlihat berhasil memukau pengunjung yang hadir. Mereka juga mengumumkan peluncuran boxset bertajuk The Catalogue, yang baru dapat mengudara enam tahun kemudian.

Setahun sebelum boxset itu rilis, tepatnya pada tanggal 21 November 2008, Schneider resmi menyatakan kemundurannya dari Kraftwerk. Sebagai founding member, ia bersama dengan Hutter telah bermusik selama empat dekade.

Kabar terakhir dari mereka mendarat pada tanggal 20 Juli 2019, di mana Kraftwerk dinyatakan akan menjadi headline dalam Bluedot Festival—sebuah perayaan musik dan sains yang digelar di Cheshire, UK. Festival tersebut juga sekaligus menjadi sebuah perayaan 50 tahunnya pendaratan Apollo 11 di Bulan.

Kraftwerk berhasil membuka jalan bagi banyak musisi elektronik dan penggunaan instrumennya. Genre elektronik, yang juga melahirkan subgenre macam electro-pop, art-pop, dan synth-pop, tak luput dari pengaruh mereka. Sound tersebut pun juga sangat mengakrabi teknologi, sekaligus mengandalkan instrumen yang tidak konvensional pada masanya.

Melalui kreativitas mereka, jiwa mekanik dan rasa ingin tahu, Kraftwerk yang misterius dan eksentrik mampu, secara harafiah, menghadirkan warna baru dalam belantika musik global. Melalui musik mereka, kita bisa mendengar berbagai macam musik yang hadir dari halaman elektronik. Untuk itu, tentunya kita semua berterima kasih kepada mereka: sang pelopor, sang inovator, dan sang trailblazer!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
326 views
superbuzz
232 views
superbuzz
235 views
superbuzz
438 views
supericon
369 views