Liam Gallagher: ‘Si Mulut Besar’ dari Manchester

  • By: OGP
  • Rabu, 27 December 2017
  • 5281 Views
  • 5 Likes
  • 3 Shares

I suppose I do get sad, but not for too long. I just look in the mirror and go, ‘what a good-looking f*ck you are’.

- Liam Gallagher

Bukan Liam Gallagher namanya jika tak mengeluarkan sepatah pernyataan kontroversial. Eks vokalis Oasis dan Beady Eye ini sahih dikenal sebagai sosok paling nyeleneh di lanskap rock. Bahkan sebagian penduduk bumi pun menyematkan dirinya dengan julukan ‘si mulut sampah’ lantaran rajin menggelontorkan kritik pedas kepada siapapun lawannya.

Bukan tanpa sebab. Seorang Liam Gallagher takkan segan-segan bakal menyemprot siapa saja yang dirasa tak memenuhi standar tinggi milik dirinya. Sikap yang fluktuatif disertai dengan perangai yang cenderung kasar, konon mengukuhkan persona dirinya sebagai sosok musisi rock paling kontroversial. Bahkan saking bengalnya, Liam pun tak segan untuk berselisih dengan saudara kandungnya sekaligus mantan gitaris Oasis, Noel Gallagher.

Putra kebanggaan kota Manchester ini juga terkenal memiliki seabrek musuh di kalangan publik figur. Tak tercatat sudah berapa kali ia terang-terangan mengejek sesama musisi dalam berbagai sesi wawancara. Korban-korbannya meliputi pesohor seperti Ozzy Osbourne, Bono, Chris Martin, Robbie Williams, Billie Joe Armstrong, hingga pesepakbola kenamaan Wayne Rooney pun tak luput direcoki oleh Liam.

Yang paling diingat adalah pertikaian sengit yang melibatkan dirinya bersama duo pentolan Blur, Damon Albarn dan Alex James. Rivalitas antara Oasis dan Blur merupakan salah satu ‘santapan’ lezat buat awak media di kala itu. Gilanya, Liam sempat menyerapahi agar keduanya terserang penyakit AIDS.

William John Paul Gallagher lahir di Burnage, tepian Manchester, Inggris pada 21 September 1972 dari pasangan Thomas dan Peggy Gallagher.Tumbuh dari keluarga tak harmonis, justru menginspirasi Liam untuk menjadi seorang artis. Kendati demikian, sifat bengal Liam mulai bersemayam sedari kecil. Di usia remajanya, Liam kerap kali terlibat baku hantam dengan teman sekolahnya, sehingga mengakibatkan dirinya sering berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya.

Sang kakak, Noel melihat bakat potensi musik yang dimiliki sedari Liam remaja. Noel sendiri mengakui jika Liam merupakan penyanyi yang lebih baik ketimbang dirinya. Di awal pertemuannya dengan musik, seolah takdir telah memilihnya. Liam perlahan mulai mendengarkan sederet unit-unit rock legendaris yang kelak akan menjadi band favorit dirinya, seperti The Beatles, The Stone Roses, The Who, The Kinks, The Jam dan T-Rex.

Namun di lubuk hati terdalam Liam, ia akan selalu menyisakan ruang spesial teruntuk John Lennon. Tak dapat dipungkiri, Lennon cukup berpengaruh besar dalam perkembangan musikalitas seorang Liam Gallagher. Konon, si bocah Manchester itu bukan hanya terinspirasi saja melainkan terobsesi. Bahkan Liam sendiri pernah memproklamirkan dirinya sebagai reinkarnasi dari sosok legendaris John Lennon. Di dalam sebuah sesi wawancara terkait topik The Beatles versus Tuhan, dan dengan sombongnya ia menjatuhkan pilihan kepada The Beatles ketimbang Tuhan.

Medio dekade 90-an merupakan puncak kejayaan band rock bernama Oasis. Nama mereka kian meroket di jagat industri musik. Seketika Oasis menjadi band rock paling populer kala itu. Duo Gallagher pun begitu didewa-dewakan oleh para penggemar militannya. Banjir pujian dan kesohoran, sejatinya membentuk persona Liam menjadi lebih angkuh.

Selazimnya seorang rock star, ia pun bebas mengutarakan pendapat-pendapat konyol nan pedas yang spontan terlintas di otak kepalanya. Tak heran, Liam pun menjelma jadi media darling, segala pemberitaan kontroversi mengenai dirinya selalu terpampang jadi tajuk utama di segala media ranah showbiz. Salah satu deretan kisah kontroversi yang masih ia gaungkan sampai saat ini adalah pertikaiannya dengan Noel Gallagher.

Aroma perseteruan antara dua kakak beradik ini kian runcing terpublikasi oleh media. Konon, diberitakan beberapa saat di belakang panggung, menjelang Oasis memulai konser di Rock en Seine Festival pada 28 Agustus 2009, Liam terlihat berang dengan membanting gitar sang saudara di hadapannya. Sebelumnya juga sempat tersiar kabar jika Liam melempari Noel dengan tamborin kesayangannya tepat di kepala. Sejak dari kejadian itu, Noel mengaku jika kariernya bersama Oasis telah tamat.

Pasca Oasis bubar, Liam dan Noel sepakat memutuskan untuk berjalan dengan cara mereka masing-masing. Karier sang kakak cukup menjulang tinggi di proyekan ambisius bernama Noel Gallagher’s High Flying Birds, berkebalikan dengan band binaan Liam, Beady Eye – yang tak lama kemudian bubar di tahun 2014. Tak berhenti sampai di situ, Liam Gallagher masih ngeyel tak mau kalah dengan sang saudara, dengan menelurkan album solo perdana bertajuk As You Were yang dilepas pada awal Oktober 2017, sebulan sebelum Noel Gallagher’s High Flying Birds menetaskan album Who Built the Moon?.

Kendati kisah kontroversi dirinya lebih bergaung ketimbang prestasi musik yang dihasilkannya, setidaknya ada sikap yang diperlihatkan sang eks frontman Oasis itu patut untuk ditiru. Liam Gallagher merupakan simbol kebebasan dalam berpendapat. Meski terkesan selalu menggelontorkan komentar pedas dan konyol, namun ia tak pernah takut untuk mengekspresikan dirinya ke khalayak.

Liam adalah representasi mutlak dari rasa percaya diri. Tak hanya menciptakan sensasi belaka, sosok Liam Gallagher mampu jadi pelecut yang mujarab bagi para sekumpulan individu dalam mengkritisi hal-hal yang dirasa bertentangan hati. Express yourself!  

2 COMMENTS
  • yukeren

    Topp, adidasnya blm dpt ni

  • dephythreehandoko

    TOP

Info Terkait

supericon
607 views
supericon
677 views
supericon
739 views
supericon
1515 views
supericon
1465 views