Marilyn Manson: Sang Kaisar Pucat Kontroversial

  • By: NTP
  • Senin, 18 December 2017
  • 7728 Views
  • 6 Likes
  • 7 Shares

“Hiruplah wangi sebuah bunga sebelum kamu menginjaknya.”

“(Karya) saya dirancang untuk berdialog dengan mereka yang mengerti, dan menakuti mereka yang tidak paham. Saya sering berkata, ‘Jangan kuatir soal persepsi soal apa itu keindahan dan kepantasan masyarakat umum. Percayalah pada dirimu sendiri dan lakukan yang menurutmu benar. Jika kamu ingin seperti saya, jadilah dirimu sendiri. Itulah inti filosofi Nietzsche, kamulah Tuhan bagi dirimu sendiri. Itulah sebabnya saya meminta orang untuk meludahi saya, dengan itu saya mengatakan, ‘Kita semua sama’,” ujar Manson pada 1997.

Manson adalah seorang rockstar kontroversial, kritikus gaya hidup selebritas dan kekerasan di Amerika abad 21. Ia juga disebut psikopat, narsisistik dan pemuja tabu. Sejak melejit lewat Antichrist Superstar (1996) dan 50 juta kopi album setelahnya, Marilyn Manson (alias Brian Warner) kerap menampilkan dua sisi tersebut. Seorang antisosial pembawa pesan sosial.

marilyn manson

Ia lahir di lingkungan kelas menengah Ohio yang stabil dan aman. Fakta ini menjadi semakin membingungkan saat melihat polahnya mengguncang industri musik. Sejak ia menekan kontrak dengan Nothing Records (milik Trent Reznor) dan Interscope, ayahnya bahkan memanggilnya Manson, “demi menghormati sang artis.”

“Orangtua saya membolehkan saya melakukan apa saja. Mereka mengantar saya pertama kali menonton Kiss,” ujar Manson.

Sejak kecil ia ingin merasakan dan menyaksikan hal di luar batas normal. Terlebih saat orangtuanya menyekolahkan Manson di sekolah Kristen swasta. Di tempat ini, ia menyadari cara kerja lingkungan sosialnya.

“Brian Warner mungkin tidak akan pernah menjadi Marilyn Manson jika keluarganya tidak menyekolahkannya di sebuah sekolah Kristen swasta pada 1974. Di tempat itulah dia belajar untuk menipu dan memanipulasi sistem.”

“Waktu itu saya tidak sadar bahwa selalu ada tema yang mendasari semua karya saya; tujuannya adalah mengajari orang-orang agar mereka tidak bodoh,” ucap Manson.

David Bowie, Alice Cooper, Iggy Pop dan Lucifer adalah panutan Manson. Sebelum berada di bawah sorotan media massa, keindahan dan kekacauan sudah mengalir deras dalam darah Manson. Bagi Manson, kekacauan dan kebingungan adalah bentuk komunikasi terbaik, karyanya dibentuk melalui elemen tersebut.

“Saya pikir itu satu-satunya cara membuat karya seni, kamu tahu kan kalau seni itu seharusnya menimbulkan tanda tanya, bukan jawaban. Jadi alih-alih menjelaskan karya saya, lebih baik biarkan karya yang menjelaskan diri saya,” tutur Manson pada Larry King.

Visi ini dieksekusi dengan tajam oleh Marilyn Manson, terutama gitaris Daisy Berkowitz (alias Scott Mitchell Putesky) dan bassis Twiggy Ramirez (alias Jeordie Osbourne White), rekan menulis lagu Manson hingga 2002. Keduanya bertemu di sebuah mall Florida dan mulai menjalin pertemanan karena sama-sama menyukai Mötley Crüe, Twisted Sisters, Dr. Hook, serta telepon iseng. Manson dan Ramirez kemudian membentuk Marilyn Manson and the Spooky Kids.

Band mereka kemudian mencuri perhatian Trent Reznor. Dalang Nine Inch Nails ini akhirnya memproduseri debut Portrait of an American Family (1994) hingga dua album kemudian. Reznor juga merilis album mereka melalui label miliknya, Nothing Records.

Tak butuh waktu lama bagi Marilyn Manson untuk mengumpulkan penggemar berat mereka. Nama Marilyn Manson melejit sebagai band paling kontroversial setelah merilis EP Smells Like Children (1995) dan Antichrist Superstar (1996). Lirik menyerang tabu dan musik keras bertemu simbolisme tebal di video klip mereka, menjadi dinamit yang meledakkan nama Marilyn Manson.

Walau seringkali disebut sebagai band shock rock, Manson lebih memilih menyebut musiknya sebagai rock n’ roll. Selama tiga dekade, Marilyn Manson berangkat dari sound industrial (metal dan rock), electronic body music, alternative metal, electronica, hingga glam dan gothic rock, death metal serta pop saat memasuki dekade 2000 dan 2010.

Secara visual atau musik, Marilyn Manson bertolak belakang dengan kesederhanaan grunge dan alternative rock. Mereka menggunakan tata rias dan kostum eksentrik, sengaja berlaku liar di atas dan di belakang panggung, juga kerap mengeluarkan komentar kontroversial saat diwawancara.

marilyn manson live

Tema anti-agama, seks, kekerasan dan narkotika muncul menjadi penghuni tetap lirik Marilyn Manson. Penampilan panggung yang ekstrem (menampilkan perempuan di dalam kerangkeng), menyebabkan tiga negara bagian melarang mereka tampil di arena konser milik negara. Puncaknya adalah tuduhan musik Marilyn Manson sebagai sebab utama penembakan massal di SMA Columbine, Colorado, pada 20 April 1999 (kedua pelaku mendengarkan dan memakai kaos mereka). Melalui tulisannya, Manson menyerang balik kelalaian lingkungan pelaku dan peliputan media massa.

“Kontroversi ini tidak mendorong penjualan album atau tiket, saya tidak mau hal itu terjadi. Saya adalah seniman kontroversial, seseorang yang berani beropini dan menciptakan musik serta video yang menantang pemikiran orang lain di dunia yang kosong dan palsu. Saya mempelajari Amerika melalui karya, dan saya selalu mencoba menunjukkan pada banyak orang bahwa kita semualah setan yang sebenarnya melakukan berbagai kejahatan itu. Jadi, jangan harap kiamat datang tanpa disangka-sangka, hari akhir sedang terjadi tiap hari sejak dulu kala,” tulis Manson.

Perilaku dan pernyataan kontroversial menjadi sinonim Manson dan band-nya. Sempat beredar kabar burung bahwa ia memotong rusuk dan zakarnya, serta mengganti matanya dengan kelereng. Kabar itu tidak benar, tapi semuanya terasa masuk akal saja di dalam mitologi Manson.

“Selama setahun penuh, ada kabar bahwa saya akan bunuh diri saat Halloween. Terkadang saya bingung, apakah saya seorang karakter, atau saya yang tengah menulis diri sendiri,” ujar Manson saat diwawancara Rolling Stone tahun 1997.

Padahal saat tampil dan tur, Manson jauh dari kontroversi. Ia melarang rokok, perbincangan soal olahraga dan tidak mau diganggu selama tiga jam sebelum tampil. Menurut Manson, penampilan eksentriknya adalah cangkang yang melindungi kepribadiannya.

“Dan satu-satunya alasan mengapa cangkangnya begitu keras adalah apa yang ada di dalamnya begitu rentan. Itulah alasan satu-satunya.”

“Banyak orang menganggap kami seperti Kiss atau Alice Cooper, seorang persona. Mereka tidak mengerti sedalam apa Marilyn Manson dalam kehidupan saya,” imbuh Manson.

Di antara cangkang tersebut, citra, lirik dan musik Manson memiliki kemampuan untuk menyampaikan tema seperti penerimaan diri dan kebebasan individu. Di samping kontroversi melawan tabu, tema tersebut membantu Marilyn Manson meraih empat nominasi Grammy Awards, dua album teratas tangga lagu Billboard dan 50 juta kopi album di seluruh dunia.

Selain menekuni posisi vokalis selama tiga dekade, Manson juga aktif melukis, serta menjelajahi seni olah peran. Ia mengunggah lukisannya di situs resmi Marilyn Manson pada 2005 silam. Setelah menghadapi politikus, lembaga sensor dan organisasi keagamaan karena musiknya, giliran Manson menghadapi kritikus seni. Beberapa kritikus bahkan menyukai karya Manson.

“Saya harus mengakui saya menyukai lukisannya. Beberapa lukisannya terlihat naif, tapi yang lainnya cukup indah dan brilian. Lukisannya tampak sangat berjarak, sedikit muram. Lukisannya sudah tentu tidak bicara soal kebahagiaan,” ucap Patrick Li, editor majalah seni Self Service.

Penjelajahan Manson di seni olah peran bahkan dimulai lewat kerjasamanya dengan sutradara kawakan David Lynch di Lost Highway (1997). Hingga kini, ia sudah tampil di 22 film dan serial televisi. Perannya pun beragam, dari figuran (Lost Highway), seorang nazi (sebagai Ron Tully, di musim akhir serial Sons of Anarchy), pembunuh keji (sebagai Pope, Let Me Make You A Martyr) dan pemuka masyarakat (sebagai Thomas Dinley, serial Salem).

Namun, aksi (atau pembalikan peran) terbaik Manson di depan kamera adalah saat ia tampil menjadi narasumber di dokumenter Bowling For Columbine (2002), arahan Michael Moore. Dokumenter yang menyoroti permasalahan kekerasan senjata api di AS ini menampilkan Manson sebagai pengaruh pelaku penembakan massal di SMA Columbine, Colorado.

Saya mengerti kenapa mereka menuduh saya, mudah memang memajang wajah saya di televisi sebagai simbol ketakutan. Saya mengatakan dan berbuat hal-hal yang saya inginkan, itulah hal yang ditakuti semua orang.”

“Tragedi itu adalah hasil kekerasan di industri hiburan dan kelalaian pengendalian senjata. Ini adalah topik yang tepat untuk dibicarakan menjelang pemilu. Kita juga lupa soal Monica Lewinsky, juga presiden yang tengah menjatuhkan bom di luar negeri, malahan mereka menyebut saya penjahat karena saya menyanyikan lagu-lagu rock n’ roll. Siapa yang lebih berpengaruh? Presiden AS atau Marilyn Manson? Saya ingin dianggap berpengaruh, tapi jawabannya adalah sang presiden,” papar Manson.

Pengaruh Manson tidak hanya tercetak di musik keras arus utama, figurnya bahkan dijadikan inspirasi oleh sahabatnya, Johnny Depp saat memerankan Willy Wonka di Charlie and The Chocolate Factory (2005). Sebelum gagal karena bentrokan jadwal, tadinya Manson yang dicalonkan memerankan Willy Wonka setelah melewati Steve Martin, Robin Williams, Christopher Walken, Nicolas Cage dan Michael Keaton.

Saat ia aktif berakting dan melukis, karier musik Manson kerap menemui jalan terjal. Selain kehilangan momentum dan kerap dilarang tampil di berbagai kota di AS, ia sudah dua kali kehilangan rekan kreatif di Marilyn Manson. Duo gitaris/bassis yang menjadi tandem Manson menulis lagu, Daisy Berkowitz (mengundurkan diri pada 1996) dan Twiggy Ramirez (mengundurkan diri pada 2013).

Pada 2009, Marilyn Manson pun dipecat dari Interscope, label rekamannya sejak 1994. Setelahnya Manson pun sempat kecanduan alkohol absinthe, bahkan sempat menjual mereknya sendiri. Ia menyibukkan diri dengan menggarap soundtrack Californication dan Guardians of the Galaxy.

Di titik ini Manson bertemu Tyler Bates, seorang komposer yang ia rekrut menjadi personel terbaru. Bersama Bates, Marilyn Manson kembali merilis album dan memainkan sound berbeda, meninggalkan alternative/industrial metal, menuju gothic/hard rock. Ia pun mulai rutin berolahraga hingga kembali fit. Manson di 1997 dan 2017, adalah satu pemikiran dengan perspektif yang jauh berbeda.

“Timbulkanlah rasa kagum bagi orang-orang yang berkarya bersama kita. Mereka tidak perlu takut terhadapmu, tapi mereka harus menghormati dan mengagumi karyamu. Ini bisa tercapai saat kamu mengerjakan sesuatu semaksimal mungkin, tanpa keraguan dan rasa takut,” ujar Manson di tahun 2017.

3 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    ROCK N ROLL TERUS

  • dephythreehandoko

    wow banget

  • Ryantambunan666

    Prince of chaos!

Info Terkait

superbuzz
168 views
superbuzz
170 views
superbuzz
1557 views

5 Album Rock Kontroversial

superbuzz
3395 views