Maynard James Keenan

Maynard James Keenan: A Progressive Alien

  • By: YAS
  • Senin, 16 September 2019
  • 1081 Views
  • 13 Likes
  • 5 Shares

“Kami ingin rilisan ini secemerlang mungkin karena kami telah sukses di masa lalu, jadi ada rasa takut saat album ini akan diluncurkan, serta rasa tidak terima bila album ini ternyata tidak sebagus itu. Ini dapat melumpuhkan kami secara kolektif,” ujar Maynard James Keenan, orang nomor satu Tool.

Dunia musik keras internasional bersuka cita belakangan ini. Perkaranya tentu adalah peluncuran album terbaru mereka, Fear Inoculum yang sudah ditunggu dengan setia selama 13 tahun lamanya.

Pentolan yang selalu tampil eksentrik di atas maupun di luar panggung ini memang menjadi sorotan utama saat Tool tak kunjung membuahkan materi-materi baru pasca kesuksesan era a 10,000 Days (2006).

Maynard James Keenan, yang lebih akrab disapa MJK, memang dikenal sebagai musisi jenius dengan perilaku eksentrik. Saat memutuskan rehat sejenak bersama Tool, ia membentuk dua band baru: A Perfect Circle dan Puscifer akhirnya menuai banyak pujian atas album-album mereka.

Lahir di Ohio tahun 1954, pengalaman hidup MJK sangat beragam. Di usia mudanya, ia pernah bergabung dengan sebuah tim gulat di sekolah. Tidak hanya itu, MJK juga pernah menjalani pelatihan militer tentara Amerika Serikat di tahun 1981, sebelum melanjutkan pendidikan seni di at Kendall College of Art and Design, Michigan.

Karier musiknya yang megah bersama Tool dimulai pada 1990, saat ia bertemu dengan gitaris Adam Jones. Sebelumnya, MJK pernah menjadi bassis di TexA.N.S, serta sering menggelar jamming bersama Brad Wilk dan Tom Morello.

Gitaris Rage Against the Machine itu pun diklaim yang mengajarkannya tuning drop D. Namanya pun sempat dipertimbangkan saat Tom dan Brad mencari vokalis untuk RATM, walaupun pilihan akhir mereka jatuh ke Zack de la Rocha.

Bersama Jones, MJK pun merekrut drummer Danny Carey dan bassis Paul D’Amour untuk memperkokoh fondasi musik Tool. Tak lama berjalan, D’Amour pamit undur diri dan perannya digantikan oleh Justin Chancellor. Formasi generasi kedua Tool pun awet bertahan hingga sekarang.

Di tahun 1993, Tool pun merilis album debut Undertow. Album ini sukses besar, mendapat sertifikasi emas hanya delapan bulan setelah dirilis dan meraih platinum kurang dari setahun.

Beberapa berita menggegerkan juga ikut andil melambungkan nama Tool di awal karir mereka. Contohnya adalah seperti saat MTV menolak menanyangkan video klip “Prison Sex” yang dinilai banyak memuat simbol-simbol tentang kekerasan pada anak-anak.

Tool terus meroket, mereka yakin merilis album ambisius dengan daya ledak dan daya jual yang sama gilanya. Di tahun 1996, Ænima membawa Tool meraih Best Metal Performance di ajang Grammy Award 1998. Begitupun album Lateralus lima tahun kemudian di Grammy Award 2001 kembali menghadiahi Tool dengan penghargaan Best Metal Performance.

Pada Mei 2006, Tool akhirnya merilis album 10,000 Days yang dijatuhi kesuksesan besar. Mencetak angka penjualan hingga 564.000 kopi di minggu awal penjualan dan menduduki posisi puncak tangga lagu Billboard 200 adalah bukti sahih keistimewaan Tool. Selepas era album, Tool memutuskan vakum sementara  sembari merampungkan materi-materi rilisan mereka berikutnya.

Di sela-sela kesibukannya bersama Tool, MJK juga aktif bersama band-band lain, salah satunya adalah A Perfect Circle. Ia menggandeng Billy Howerdel, gitaris plontos mantan teknisi gitar Tool era tur promosi album Ænima, sebagai rekan kerja utama di A Perfect Circle. Supergrup bentukan MJK juga dihuni oleh oleh Paz Lenchantin (Pixies), Troy Van Leeuwen (Queens of the Stone Age) dan Tim Alexander (Primus) saat berdiri.

A Perfect Circle merilis tiga album, Mer de Noms (2000), Thirteenth Step (2003) dan eMOTIVe (2004) yang berjarak tidak jauh dengan peluncuran album-album Tool pada saat itu.

“Masalah utama dari menjalankan Tool dan A Perfect Circle adalah pada saat yang sama, mereka beroperasi dengan cara yang sama. Keduanya adalah band tur dengan label, dan masih bekerja di bawah mentalitas kontrak lama,” ungkap MJK.

Faktor kesibukan MJK dan anggota A Perfect Circle lainnya karena memiliki band utama, pada akhirnya membawa mereka untuk mengambil pilihan istirahat sejenak. A Perfect Circle baru kembali rajin naik panggung saat memasuki tahun 2010, hingga di tahun 2017 mereka berhasil melahirkan album keempat berjudul Eat The Elephant. Periode tahun 2010 – 2017 menjadi masa tersibuk bagi A Perfect Circle, rangkaian tur dunia mereka lakoni tak henti-henti.

Unit berkesenian MJK lainnya adalah Puscifer. Ia mendirikan band yang awalnya diniatkan memainkan musik hardcore ini bersama Carina Round, Mat Mitchell, Jeff Friedl, Mahsa Zargaran dan Paul Barker. Menurut MJK, Puscifer adalah proyek yang sengaja didirikannya hanya untuk mengolah suara-suara aneh yang selalu muncul di kepalanya.

Bersama Puscifer ia merilis tiga album penuh, V Is for Vagina (2007), Conditions of My Parole (2011) dan Money Shot (2015), serta tiga mini album yaitu, Don't Shoot the Messenger (2007), C Is for (Please Insert Sophomoric Genitalia Reference Here) (2009) dan Donkey Punch the Night (2013).

Di banyak kendaraan bermusik yang ia jalankan, MJK kerap kali bertugas sebagai penulis lirik. Pilihan kata serta susunan kalimat yang istimewa membuatnya memiliki ciri khas tersendiri. MJK selalu mencoba untuk terhubung dengan para pendengar pada tingkat yang sangat pribadi.

Ia mendorong mereka untuk menggali diri mereka sendiri lebih dalam dengan tujuan menemukan identitas diri, pemahaman kehidupan serta refleksi yang timbul berdasarkan masalah-masalah di sekitar mereka.

Kini MJK baru saja memasuki babak baru kehidupan bermusik melalui Fear Inoculum, rilisan paling anyar dari Tool. Sebuah album yang diakuinya cukup rumit serta memakan proses penggarapan yang berbelit-belit.

Menurut MJK, 13 tahun adalah waktu yang wajar untuk menuntaskan sebuah album pertaruhan: apakah mereka kembali akan berhasil melampaui zaman seperti pada rilisan-rilisan sebelumnya, atau hasilnya malah sebaliknya?

1 COMMENTS
  • Christianseanl

    Like

Info Terkait

superbuzz
123 views
superbuzz
179 views