Ian Antono Menelusuri Tapak Musik Ian Antono

  • By: AFR
  • Kamis, 20 August 2015
  • 10180 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Berbicara tentang perkembangan musik rock di Indonesia dari tahun ke tahun pasti gak bakal luput dari sosok bernama Ian Antono, musisi kelahiran 19 Oktober 1950 ini udah dianggap sebagai bagian dari sejarah musik rock Indonesia, bahkan diumurnya yang menginjak 65 tahun, Ian Antono masih terus berimajinasi kreatif dan menyalurkannya melalui gitar hingga menjadi sebuah lagu.

Pencapaian yang didapat Ian Antono saat ini melalui proses yang tidak mudah. Perjalanan yang dilakukan Ian Antono dalam bermusik dimulai dari kanak-kanak dan sempat beberapa kali bergabung di band, tapi kesuksesan besar dia raih saat bergabung dengan Ahmad Albar dan bandnya God Bless. Saat bersama God Bless, Ian Antono mulai dianggap sebagai gitaris terbaik Indonesia. Walaupun demikian Ian Antono sempat merasakan beberapa kali dituding telah menjiplak aransemen dari band luar negeri, seperti lagu kehidupan yang mirip dengan Livin’ on A Prayer dari Bon Jovi, lalu Semut Hitam yang mirip dengan Goin’ Crazy milik David Lee Roth. Pengaruh besar dari band luar kedalam negeri memang sangat kuat jadi bukan hal yang aneh kalau itu bisa terjadi bahkan sosok gitaris sekelas George Harrison dari The Beatles juga pernah dituding menjiplak aransemen miliki orang lain tapi karena kejadian itu dan pengalamannya dimasa lalu sebagai gitaris, Ian Antono semakin menemukan ciri khas dari permainan gitarnya yang dengan mudah bisa dikenali oleh para penikmat musik. 

(Ian Antono/freemagz.com)

Seperti gak pernah puas dengan pencapaiannya di dunia musik rock bersama God Bless, Ian Antono terus bereksperimen dan ikut berkontribusi, bukan hanya di ranah musik rock saja, Ian Antono sempat menggarap album-album untuk musisi Pop. Keahliannya dalam mengolah lagu semakin tajam, dengar saja lagu-lagu dari Duo Kribo atau album fenomenal milik Iwan Fals yang berjudul “1910” dan “Mata Dewa” berkat album-album tersebut Ian Antono, mendapat penghargaan sebagai Penata Musik Terbaik tahun 1992. Selain itu, sebagai seorang legenda, Ian Antono juga gak jarang mendedikasikan dirinya untuk turun kebawah, membina band-band rock muda sebagai regenerasi agar musik rock Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun.

Ian Antono adalah satu dari sekian banyak orang yang melalui perjalanan panjang dan pada akhirnya memilih peran diatas panggung sebagai bentuk dedikasinya untuk dunia musik rock Indonesia.

0 COMMENTS

Info Terkait

supericon
66 views
supericon
66 views
supericon
66 views
supericon
66 views
supericon
66 views
supericon
66 views