nick cave

Nick Cave: The Prince of Darkness

  • By: NND
  • Kamis, 26 September 2019
  • 185 Views
  • 6 Likes
  • 47 Shares

Nicholas Edward Cave, lahir pada 22 September 1957 di Warracknabeal, Australia. Produktif dalam bermusik, karya-karyanya berjajar panjang. Terasa sekali musik seperti selalu menjadi bagian dalam hidupnya, saat jatuh atau ketika di berdiri nyaman di atas.

Meski begitu, sosok Nick Cave tak sekedar relevan dalam dunia musik, ia juga berkiprah di dunia kesusastraan, perfilman, hingga mengolah peran.

Dikenal dari Nick Cave and the Bad Seeds, musiknya terasa unik bahkan dari karakter suaranya, intensitas emosi, dan narasi lirik yang luas. Liriknya membicarakan banyak hal: mulai dari cinta, politik, kekerasan, agama, hingga kematian—dan semua di antaranya.

Getting Out of the Cave

Saat berusia sembilan tahun, Cave muda tergabung dalam paduan suara Wangaratta di katedral lokal rumahnya. Di usia 13 tahun, ia sudah dikeluarkan dari sekolah. Tak lama, pada tahun 1970, ia dan keluarganya berpindah ke Melbourne.

Sebagai seorang remaja, Cave mengalami pengalaman buruk. Ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan saat ia masih berusia 19 tahun. Kabar itu ia terima sewaktu ibunya mengeluarkannya dari penjara akibat mencuri.

Tahun 1976, Cave mendalami ilmu melukis di Caulfield Institute of Technology, tapi ia memutuskan untuk berhenti dan mengejar jalur musik setahun kemudian. Di saat-saat inilah Cave mulai terjerat penggunaan heroin.

Pengalaman yang cukup berkesan dan kemudian membentuk selera musiknya terjadi kala ia menyambangi konser pertamanya di Festivall Hall di Melbourne. Konser tersebut menampilkan Manfred Mann, Deep Purple, dan Free. Ia menyebut konser ini sebagai sebuah pengalaman luar biasa.

Di awal tahun 1977, ia juga sempat menyimak penampilan grup punk rock Australia, Radio Birdman dan The Saints untuk pertama kalinya—panggung ini berdampak besar pada masa depannya dalam musik. Ia menyatakan bahwa usai menonton konser punk ini, hidupnya tak lagi sama. Ia sudah berubah total.

A Party with The Birthday Party

Di tahun 1973, Cave bertemu Mick Harvey (gitar), Phill Calvert (Drum), John Cochivera (gitar), Brett Purcell (Bass), dan Chris Coyne (Saxophone)—rekan studinya di Caulfield. Mereka membentuk band dengan Cave sebagai vokalis. Repertoar mereka berisikan musik-musik proto-punk yang mengaransemen ulang nomor Lou Reed, David Bowie, Alice Cooper, dan lain sebagainya.

Mereka berhasil menjadi nama paling dominan dalam skena bawah tanah Melbourne era 1970-an. Mereka memainkan ratusan panggung di Australia sebelum akhirnya mengganti namanya menjadi The Birthday Party pada 1980 saat pindah ke London, lalu ke Berlin Barat.

Di tanah asing, reputasi mereka tetap terjaga berkata aksi panggung gila Cave, yang didukung dengan musik rock monoton dan intens penuh feedback. Lirik provokatif, tepat sasaran, dan berbalut humor gelap juga menjadi ujung tombak The Birthday Party. Lagu-lagu macam “King Ink” dan “Release the Bats” sebagai trek andalan mereka berhasil mengemas semua elemen itu.

Setelah mengamankan sejumlah cult-follower di Eropa dan Australia, The Birthday Party akhirnya bubar di tahun 1983. Saat itu, Cave berangkat ke Amerika dan tergabung dalam grup The Immaculate Consumptive, band supergroup yang usainya tak lama, yang berisikan Marc Almond, Lydia Lunch, dan Clint Ruin.

Planting the Bad Seeds

Band ini beranggotakan Cave pada vokal bersama Harvey (rekan mantan gitaris The Birthday Party), dan Blixa Bargeld (vokalis-multi instrumentalis unit eksperimental/industrial Einstürzende Neubauten). Embrio grup legendaris ini terbentuk saat The Birthday Party berdomisili di London.

Mereka sempat menyusun grup kecil untuk menjadi band pendukung solo proyek Cave yang sudah disetujui oleh label Mute Records. Meski sudah sempat rekaman, proyek itu tertunda dan akhirnya dihentikan karena kesibukan Cave dengan The Immaculate Consumptive.

Tahun 1983, barulah Cave kembali ke Melbourne. Kala itulah akhirnya Bad Seeds terlahir. Panggung pertama mereka jatuh pada 31 desember 1983, di St. Kilda, Australia. Bersama Cave sebagai frontman, band ini berhasil merilis 16 album. Nick Cave and the Bad Seeds adalah salah satu grup rock yang paling awet dan produktif di masa modern. Dikografi merekapun dipenuhi oleh karya-karya beragam yang apik.

Jejak tersebut bisa dilacak dari From Her To Eternity, debut yang dirilis tahun ’84 saat mereka kembali pindah ke London. Album kedua mereka menampilkan perubahan dalam gaya bermusik. The Firstborn is Dead sangat terinspirasi dari kultur gothic di Amerika Serikat. Sedangkan, pada album keempat, Your Funeral, My Trial, nama Nick Cave and the Bad Seeds semakin melejit.

Album keenam mereka, The Good Son rilis setelah Cave berhasil menyelesaikan proses rehabilitasi melawan kecanduan narkotika. Album ini didominasi oleh lagu-lagu ballad dengan pondasi piano yang kuat. Suksesnya band ini semakin menjadi kala mereka merilis album ketujuhnya, Henry’s Dream yang rilis pada tahun 1992. Musik mereka dalam album ini disetir ke arah yang lebih rock-influenced.

Setelah itu, Nick Cave and the Bad Seeds mengalami perubahan musik yang lebih didominasi oleh format solo. Barulah pada album ke-12 mereka, Nocturna, yang rilis pada tahun 2003, format band kembali diusung. Setahun kemudian, Abbattoir Blues/The Lyre of Orpheus mengudara—album ke-13 ini merupakan rilisan dua CD yang diterima secara baik oleh kritikus dan mayoritas penggemar Cave.

Karya Nick Cave and the Bad Seeds yang berhasil mengantongi respon baik tak sampai disitu. Dig, Lazarus, Dig!!! di tahun 2008—sebagai album ke-14 mereka, juga demikian. Harvey yang sudah tergabung dalam band ini selama 25 tahun, akhirnya menyatakan mundur diri di tahun 2009. Keputusannya itu menyudahi 36 tahun kolaborasi bersama Nick Cave. Dua album terakhirnya, Push the Sky Away dan Skeleton Tree, masing-masing dirilis pada tahun 2013 dan 2016.

Away From the Stage

Tidak hanya di atas panggung, Cave juga memiliki karier dalam dunia perfilman dan drama televisi. Ia sempat tampil dalam film Dogs in Space jebolan tahun 1986. Karya-karyanya juga mendapatkan ruang di dalam serial TV—contoh saja Peaky Blinders, serial televisi kenaaman produksi BBC yang juga menyertakan musiknya.

Scoring film dan musik theater juga masuk ke dalam daftar karya-karyanya; I Am Sam, The Proposition, The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford, Lawless, The English Surgeon menjadi contoh-contoh film yang ia kerjakan score-nya.

Menjauh dari musik, Cave juga gemar menulis. Buku pertamanya, King Ink, terbit pada tahun 1988—tulisan yang merumahi lirik-lirik guratannya. Debut novelnya baru terbit pada tahun ’89, And the Ass Saw the Angel judulnya.

Ia juga menulis screenplay untuk pementasan theater. Contoh The Propostition dan Lawless, dua pementasan yang juga ia garap musiknya. Nick Cave juga adalah seorang aktor. Peran pertamanya dalam dunia perfilman hadir dalam Wings of Desire yang rilis pada tahun ’87.

Begitulah kehidupan sang legenda yang penuh akan talenta ini. Nick Cave benar-benar menjadi sosok yang dihormati dalam dunia musik. Punk, rock, blues—apapun itu, semua sudah ia jajal, dan karya-karyanya (yang juga lintas medium) itu tentunya akan berkata lebih banyak dan jelas ketimbang tulisan apapun yang berupaya menjelaskannya.

Percayalah, Nick Cave tidak akan berhenti, setidaknya tidak untuk sekarang! Ia masih akan berkarya, dan kita—para penikmatnya—hanya perlu menunggu dengan atusias. Apa lagu Nick Cave favorit kalian? Coba suarakan di kolom komentar di bawah ini!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
146 views
superbuzz
174 views
supericon
1081 views