Patti Smith The Godmother of Punk

  • By: LS
  • Rabu, 23 September 2015
  • 5082 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

An accidental rock star. Album Horse (1975) yang dirilis bersama Patti Smith Group merubah sudut pandang dunia terhadap seorang Patti Smith. Berkat debut album ini dirinya terlibat sebagai sosok berpengaruh dalam pergerakan punk rock di New York di masa itu.

Smith memiliki ketertarikan pada puisi, revolusi, seksualitas dan aktivitas politikal; semua itu menurutnya dapat ditemukan dalam dunia rock ‘n ‘roll. Apa yang membuat kita jatuh cinta pada sosok Smith adalah attitude dirinya yang tidak pernah merasa seperti seorang rock star. I do play electric guitar and all of that but in the end I’m just a person,” cetus Smith pada The Talks.

Revolution with rock and poetry

Banyak yang memusingkan sebutan buat Smith, apakah ia seorang musisi rock atau kah seorang penyair? Smith adalah keduanya. Perpaduan chord rock dan lirik berisi puisi yang ditulisnya adalah kekuatan utama dari Smith. Julukan rock poet rasanya lebih dari layak. Misi yang Smith bawa sejak awal nampaknya berhasil.

Merasa tidak cukup hanya menulis puisi, Smith memadukannya dengan rock, hal yang dicintai ia dan ibunya sejak dulu. Kehadiran Smith di dunia musik bertepatan dengan hilangnya nama-nama besar di industri musik rock dunia. Kepergian Jim Morrison, Jimi Hendrix dan Janis Joplin jelas merubah haluan dunia rock saat itu. Sebelum rock dengan kesan revolusioner, seksual, puitis dan politis hilang ditelan kuasa korporasi, Smith merasa harus melakukan pergerakan.

Rock had been glamorized. Bersama sosok seperti Tom Verlaine, Richard Hell dan Debbie Harry, ia ingin melanjutkan revolusi rock yang telah ada sebelumnya. Bukan kebencian pada korporat musik yang membuat mereka terus bergerak, Smith dan kawanan ini hanya ingin menjalankan yang menurutnya benar. “Saya tidak mengatakan saya tidak punya kelemahan atau seorang amatir. Tapi, kalian tidak akan bisa mengatakan saya melakukan segala sesuatunya untuk menuruti perbisnisan musik,” cetus Smith.

Rock star tanpa gimmick

Patti Smith menjadi role model dari berbagai segi. Kalangan pria sudah jelas bakal memuja-muja sosok Smith di masa muda. She’s really talented good looking lady and still like that in the present. Masih ingat sampul album Horse yang terlihat begitu otentik itu? Layaknya yang ditampilkan dalam sampul itu, gaya berpakaian androgini yang Smith kenakan bukan lah konsep atau gimmick yang sengaja ia sodorkan pada publik. Itu lah Smith, dalam keseharian maupun di panggung, apa adanya.

Di samping gaya Smith yang cuek dan apa adanya, penampilannya di panggung adalah sorotan lain yang sangat menarik. She’s a great performer. Sepertinya kharisma yang Smith punya ada dengan sendirinya. Bukan aksi panggung gila seperti yang dilakukan Alice Cooper dengan darah buatan atau semacamnya, Smith bernyanyi dan terlihat begitu menikmatinya.

Ia pun bergerak ke sana ke mari dan tak jarang menjatuhkan diri ke lantai panggung. Aksinya yang tak kenal lelah ini sempat membahayakan dirinya. Smith mengalami cedera parah ketika dirinya terjatuh dari panggung pada tahun 1977; tulang belakang patah di empat bagian dan pulang dengan 42 jahitan di kepala. Bukan masalah besar, ia kembali lagi dan merilis album-album selanjutnya.

Exotic life

Smith bukan hanya seorang rock star. Ia seorang artist, penulis juga aktivis. Kenapa Smith masih relevan dipandang sebagai seorang icon, karya dan kontribusinya dalam ranah seni masih memberikan pengaruh hingga kini. Ia menentang perang dan kekerasan lewat lagu-lagu protes. Tidak sampai di situ, ia pun bicara langsung soal isu tersebut pada pihak-pihak yang memberikan pengaruh. Smith pun pernah membuat konser anti-perang tepat sepuluh hari setelah kematian Rachel Corrie, Oktober 2003 lalu.

Tidak hanya berperan sebagai aktivis kedamaian, Smith telah merilis 16 buku semasa hidupnya. Bukunya yang berjudul Just Kids (2010) mendapatkan penghargaan 2010 National Book Award kategori nonfiksi. Ya, penghargaan memang bukan tolak ukur utama. Apa yang telah Smith berikan semasa hidupnya sebagai pengaruh rasanya sudah lebih dari cukup.

Foto: billboard.com, lepoissonrouge.com, tate.org.uk, theredlist.com

 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1125 views
superbuzz
7820 views
supericon
5745 views