CHARLES MANSON: Sesatnya Jiwa Sang 'Juru Selamat' Palsu

  • By: OGP
  • Rabu, 19 October 2016
  • 6222 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Bila ada yang bertanya siapakah sosok paling mengerikan di industri musik, mungkin sebagian besar dari kita akan melontarkan nama Marilyn Manson, Gwar dan berbagai musisi dengan atribut menyeramkan. Well, SuperMusicID punya pendapat lain. Figur ‘monster’ sejati ada di diri Charles Manson. Banyak orang yang mungkin tidak mengenal atau lupa siapa sesungguhnya sosok Manson. Seorang pemimpin sekte, penghasut, musisi, SuperMusicID mengajak kamu masuk ke dalam otak sosok yang menyeramkan sekaligus mencengangkan dari Manson.

 

Prolog: “Aku bisa lebih terkenal dari The Beatles...” – Charles Manson

 

(Bagian I: Kelahiran sang Iblis)

Charles Milles Manson lahir di Cincinatti, Ohio pada 12 November 1934 silam. Sedari kecil hingga dewasa, dirinya selalu masuk-keluar penjara. Berbagai kegilaan dia lakukan tanpa sebab, mulai dari tindak kriminalitas seperti perampokan, kekerasan seksual hingga penipuan. Selepas keluar dari penjara di tahun 1967, di mana fenomena ‘summer of love’ (kemunculan kaum hippies), ia hanya membekali dirinya dengan sebuah gitar kayu kusam untuk memulai petualangannya menuju ‘dunia baru’. Namun dengan perlahan, tabiat ‘iblis’ yang seperti bersemayam di dirinya mula tumbuh.

 

(Bagian II: Keluarga Manson)

Lepas dari jeratan hukum, Manson mulai mencari akal untuk menghimpun kekuatan. Modal utamanya berupa pemikiran abstrak terkesan sinting yang telah ia asah semasa penjara. Target pertama utama Manson adalah sekumpulan hippies yang tersebar di area Haight-Ashbury, Kota San Franscisco. Seperti kebanyakan kaum hippies pada masa itu, banyak dari mereka tidak memiliki tujuan hidup selain bersenang-senang. Mulai dari mengkonsumsi narkoba hingga seks bebas dijalani layaknya hal biasa. Bodohnya, mereka dengan mudah terpengaruh hasutan Charles Manson dengan berbagai bualan non logisnya. Dengan cepat Manson dianggap sebagai Guru atau sang ‘nabi’ bagi sekumpulan kaum hippies. Dengan mendapatkan sambutan yang antusias, Manson kemudian mengembangkan sayapnya hingga gemerlapnya Los Angeles. Musisi, aktor hingga pelaku industri showbiz lainnya masuk ke dalam daftar keranjang Manson sebagai calon pengikutnya.

 

(Bagian III: Pusaka bernama Lie: The Love and Terror Cult)

Charles Manson sukses memainkan perannya sebagai ‘nabi palsu’ di kalangan pop culture dunia. Jumlah anggota ‘keluarga’ binaan dirinya terus bertambah. Bahkan kelompok surf-rock The Beach Boys juga sempat dikatikan dengan berbagai aktivitas yang dijalankan sekte Manson. Trio kakak adik Brian-Carl-Dennis Wilson disinyalir juga membantu proses penggarapan debut album si pria nyentrik. Setelah pada tahun 1967-1968 Manson merekam materi album dengan genre psychedelic folk, album Lie: The Love and Terror Cult yang dirilis tiga tahun kemudian pada 6 Maret 1970.

 

(Bagian IV: Kegilaan Skenario Helter Skelter)

Dengan kultus ‘keluarga’ Manson yang semakin tersebar di Amerika Serikat, semakin banyak pengikut yang mendengarkan celoteh penuh hasutan dirinya. Setelah mendengarkan LP legendaris White Album milik The Beatles, Manson duduk dengan santai dan mendengarkan dengan seksama tiap lirik dan melodi dari LP tersebut. Otak liarnya mulai menginterpretasikan setiap lagu Beatles di White Album dengan pola pemikiran yang aneh. Ia kemudian membedah materi tersebut dan menciptakan ‘firman’ sesat versinya. Seperti di track Helter Skelter, Manson menafsirkannya sebagai ayat kiamat dengan perang antar ras yang akan terjadi dalam waktu dekat. Ia percaya skenario pembantaian akan mempercepat proses peperangan tersebut. Sejak itulah muncul daftar orang yang layak ‘dikorbankan’ muncul, dan dirinya mulai memberikan perintah ke pengikutnya untuk segera membunuh pengedar narkoba, aktor Hollywood, hingga musisi. Puncaknya terjadi pada 8 Agustus 1969, di mana aktris dan istri dari sutradara ternama Roman Polanski dibunuh dengan kejam oleh orang suruhan Manson. Dengan keji, Tate dibunuh saat dirinya tengah hamil tua. Mereka menggunakan darah Tate untuk menulis frasa “pig” (babi) di muka pintu. Dalam semalam Hollywood kemudian gempar oleh langkah ‘keluarga’ Manson. Aksi yang kemudian berlanjut di keesokan hari. Kali ini korbannya adalah pasangan LaBianca, yang dengan brutal dibunuh dengan cara tidak biasa. Lagi-lagi ceceran darah para korban digunakan untuk menuliskan “Death to Pigs, Rise and Helter Skelter” di sudut dinding. Tidak lupa pesan tersembunyi melalui kata “WAR” yang digoreskan dengan sebilah pisau ke perut Leno LaBianca. Seolah menjadi peringatan bahwa skenario Helter Skelter memang nyata!

 

(Bagian V: Warisan Kegelapan)

Tak perlu menunggu bagi pihak berwajib untuk menyelidiki kasus pembunuhan Tate-LaBianca. Dengan cepat Manson dan ‘keluarga’ gilanya ditangkap. Awalnya dijatuhi vonis hukuman mati, para hakim dan jaksa kemudian sepakat untuk mengubahnya menjadi hukuman penjara seumur hidup. Di antara raut tua keriputnya, guratan simbol swastika mengisi keningnya, sebagai tanda yang menunjukkan kegilaannya. Bahkan hingga kini ketakutan akan kemunculan kembali gerakan Neo-Manson masih bisa dirasakan sebagian orang.

 

Epilog:

Tidak salah jika Brian Hugh Warner mengambil nama belakang Manson untuk dipadu dengan nama Marilyn Monroe hingga menciptakan alter ego, Marilyn Manson. Bahkan kita bisa maju beberapa dekade ke depan single “Look at Your Game, Girl” milik Manson resmi didaur oleh band rock sekelas Guns N’ Roses untuk LP The Spaghetti Incident. Tidak berhenti sampai di situ, nama-nama beken mulai dari Rob Zombie, Red Kross, The Lemonheads, GG Allin hingga The Brian Jonestown Massacre pun turut mendaur-ulang tiap track dari album Lie. Terlepas dari sosok ‘horror’, eksentrik dan mematikan Manson, tersimpan sisi kikuk penuh tawa canggung serta kepekaan terhadap musik yang mungkin dilupakan dunia. Sayang sekali, untuk kesekian kali ‘setan’ berhasil menyelewengkan jiwa seorang jenius.

 
 
 
 
2 COMMENTS
  • rikysubagza31

    Serem

  • chove2

    Menyeramkan

Info Terkait

superbuzz
1728 views
superbuzz
3573 views
supericon
37084 views
superbuzz
2098 views
supericon
6686 views