aphex twin

Aphex Twin: Si Introvert yang Menggemparkan Kancah Musik Elektronik

  • By: NND
  • Jumat, 20 December 2019
  • 1525 Views
  • 7 Likes
  • 1234 Shares

Richard D. James--biasa dikenal dengan moniker Aphex Twin--adalah salah satu nama yang paling gemilang dalam pergerakan musik elektronik. Melalui rilisan-rilisannya, ia terus mendorong dan melampaui batasan yang ada dalam genre tersebut, menjadikannya seorang musisi yang patut diwaspadai. Jajaran karyanya terkesan empat langkah lebih maju; baik itu gubahan ambient (Selected Ambient Works 85-92), techno dan acid (Digeridoo EP), ataupun jungle (Richard D. James Album), hingga ballad piano ("Avril 14th") dan selebihnya. Bahkan, melalui referensi luasnya ini, banyak musisi non-elektronik yang menakarnya sebagai sebuah inspirasi. Ia dianggap sebagai pentolan intelligent dance music (IDM).

Dewasa ini, nama Aphex Twin telah menjadi sensasi yang mendunia. Perilisan materi-materi teranyarnya dikemas dengan promo-promo ikonis di sejumlah daerah lintas negara. Namun, lepas dari semuanya itu, Richard D. James adalah seorang pemalu--seorang introvert, untuk lebih tepatnya. Ia tidak begitu nyaman dengan keramaian dan orang banyak. Cukup berseberangan dengan apa yang ia lakukan, mengingat dirinya adalah seorang musisi elektronik yang kerap melepas set sebagai DJ jika tidak sedang menyajikan penampilan live set yang apik.

Cornwall Rave

Ketertarikan James terhadap musik elektronik tumbuh saat ia masih remaja dan hidup di Cornwall, Inggris. Tumbuh dengan asupan acid house era 80-an, James mulai menjadi DJ untuk rave party setempat. Rilisan pertamanya adalah EP Analogue Bubblebath pada tahun 1991; sebuah rilisan yang ia lanjutkan dengan seri keduanya yang merumahi trek "Digeridoo". Melalui trek tersebut, ia berhasil digaet oleh label asal Belgia, R&S Records. Kontrak yang teramankan berbuah perilisan ulang trek "Digeridoo" pada bulan April 1992, dan melaluinya, berhasil memanjat tangga lagu Britania Raya hingga posisi ke-55.

Enggan menunggu lama, ia lanjutkan diskografinya dengan EP Xylem Tube di bulan Juni--berdekatan dengan penggarapan labelnya sendiri, Rephlex, bersama dengan Grant Wilson-Claridge. Melalui label tersebut, ia sempat merilis beberapa single di bawah moniker Caustic Window yang bermain dalam nada-nada hardcore rave a la trek andalan "Digeridoo."

Mulai menapak ke belantika musik di era 90-an awal, kala itu iklim untuk musik inteligent techno sudah menyurut. Meski begitu, di akhirnya 1992 James merilis album penuh pertamanya, Selected Ambient Works 85-92, sebuah rilisan home recording ambient techno yang berhasil meluncurkan namanya menjadi mega bintang musik elektronik. Ketenaran baru ini menghadirkan segudang kesempatan, terbukti James mendapatkan sejumlah tawaran dari band-band yang ingin karyanya di-remix olehnya. Ia sempat menggarap lagu-lagu dari beberapa band kenamaan seperti St. Etienne, the Cure, Jesus Jones, Meat Beat Manifesto dan Curve.

Warping Into Warp

James membuka tahun 1993 dengan baik. Ia masuk ke dalam roster Warp Records, label kenamaan Britania Raya yang hadir dengan konsep elektronik yang segar. Label baru, album baru--dan rilisan itu tiba dengan nama Surfing on Sine Waves di bulan Januari, album yang ia kerjakan di bawah moniker Polygon Window. Ironis memang, karena album ini berhasil mendapati ruang untuk bisa rilis di Amerika, menjadikannya rilisan pertama Aphex Twin di Amerika, namun tidak dengan moniker Aphex Twin.

Tahun 1993 menikmati dua album darinya, album keduanya hadir pada bulan, dan kali ini hadir dari labelnya sendiri, Rephlex. Analogue Bubblebath 3 resmi mengudara di bawah moniker AFX-nya, dan menampilkan musik-musik tehcno "keras" yang apik. Sisa tahun 1993 diisi oleh tur Amerika bersama nama-nama besar macam Orbital dan Moby, membuktikan pamor James yang semakin besar di kancah elektronik.

Tahun 1993 hingga 1994, ia menyibukkan dirinya dengan merilis beberapa single; salah satunya adalah "On" yang kala itu menjadi rilisan terbaiknya di tangga lagu Britania Raya. Selain itu, ia juga  disibukkan dengan labelnya sendiri. James mengisi roster Rephlex dengan nama-nama baru yang hadir dengan karya-karya segar. Ia juga sempat melanjutkan album terdahulunya dengan merilis Selected Ambient Works, Vol. II, yang sayangnya tidak diterima baik oleh publik dan kritik.

Classics, sebuah kompilasi dari rilisan-rilisan single awalnya dengan label R&S, membuka tahun 1995 dengan baik. Dua bulan kemudian, James memajukan single baru bertajuk "Ventolin" yang bernasib sama. Sebagai salah satu tahun paling produktifnya, diskografi James kembali mendapati anggota baru, dengan I Care Beacuse You Do yang menyusul di bulan April. Album tersebut memadukan sentuhan experimental hardcore-nya dengan bebunyian ambient yang lebih tenang dan melodius, terasa satu frekuensi dengan maraknya musisi post-classical yang gencar merilis materi kalanya meluncur ke publik.

Masih di tahun yang sama, James juga merilis Hangable Auto Bulb EP yang rasanya mampu menggeser Analogue Bubblebath 3 sebagai rilisan paling "brutal" Aphex Twin. EP tersebut menggabungkan musik eskperimental yang kerap ia tampilkan dengan aksen-aksen musik jungle, menghasilkan sebuah jajaran lagu yang menggila dan sukses menggemparkan lantai dansa.

From Movies to Kanye

Rilisan yang ditunggu-tunggu dari label Rephlex pun akhirnya hadir di bulan Juli tahun 1996. Kolaborasi antara James dan and µ-Ziq (musisi yang masuk ke dalam rosternya di tahun 1993) terealisasi menjadi sebuah album bertajuk Expert Knob Twiddlers. Melaluinya, kedua musisi ini menampilkan kebolehannya masing-masing: Aphex Twin dengan sisi eksperimental yang sedikit dijinakkan, serta µ-Ziq dengan gemuruh electro-funk yang manis. Tidak sampai di sana, akhir tahun 1996 juga menjadi momen perilisan album nomor empat dari moniker Aphex Twin. Kala itu, publik dianugerahi album anyarnya, Richard D. James Album yang hadir dengan cover yang ikonik dan melanjutkan perjalanan eksperimental, acid, dan jungle yang sudah sebelumnya ditempuh.

Dua rilisan James berikutnya, yakni Come To Daddy EP (1997) dan Windowlicker EP (1999) bermain dengan arahan yang lebih industrial dari cetak biru jungle dan acid yang sudah ia matangkan melalui jajaran materi sebelumnya. Tahun 2000 ia lewatkan tanpa merilis apapun, namun kala itu ia sempat terjun ke dunia scoring film dan terlibat dalam menggarapan Flex, sebuah film pendek arahan Chris Cunningham yang sebelumnya juga berkolaborasi dengan James dalam dua EP terakhirnya itu.

Beda kisahnya dengan tahun 2001. Tanpa aba-aba ia menggemparkan dunia elektronik dengan merilis sebuah album penuh terbarunya. Drukqs, mendarat di akhir tahun, dan menjadi salah satu rilisan paling "berbeda" darinya. Komposisi-komposisi trek di album tersebut menjadi sebuah karya yang timeless, seperti trek piano-based kenamaan miliknya, "Avril 14th" yang digaet masuk ke sejumlah serial TV dan film layar lebar, hingga di-sample oleh nama papan atas dunia rap, Kanye West.

Giant Blimp and Street Poster

James mengisi tahun-tahun berikutnya tanpa rilisan. Meski begitu, iya kerap tampil di depan umum sebagai DJ. Karya anyar baru mendarat tiba tahun 2005, saat Rephlex merilis bagian pertama dari 11 serial single 12" bertajuk Analord. Single-single itu bernuansa acid techno yang minimal, mengingatkan kembali ke era-era moniker Caustic Window atau Analogue Bubblebath yang mengudara di awal 90-an.

Pada bulan Agustus tahun 2014, sebuah balon udara berwarnai hijau dengan visual logo Aphex Twin yang besar nampak terbang di langit-langit London. Di akhir bulan, label Warp merilis album baru Aphex Twin setelah sekian lamanya. Bertajuk Syro, ia berhasil menyabet penghargaan Grammy untuk kategori Best Dance/Electronic Album.  Perilisan baru James dilanjutkan pada awal tahun 2015, lagi-lagi dari Warp, yang merilis EP Computer Controlled Acoustic Intruments, Pt. 2. Sang produser juga menghidupkan kembali moniker AFX-nya untuk merilis EP Orphaned Deejay Selek 2006-2008, adapula EP Cheetah yang menyusul di taun 2016.

Terakhir darinya, metode "promo" yang mirip dengan Syro kembali hadir di London pada musim panas tahun 2018 kemarin. Sejumlah poster mulai beredar di jalanan-jalanan London, Turin, dan Los Angeles tanpa penjelasan lebih lanjut. Tiba bulan September, ia merilis EP terbarunya, yang hingga sekarang menjadi karya teranyar Aphex Twin, yakni EP Collapse.

I Don't Have That Many Friends

"Saya tidak memiliki begitu banyak teman. Semua itu makan banyak waktu. Saya sangat menghargai waktu-waktu pribadi saya," tuturnya dalam sebuah wawancara oleh Crack Magazine. Lepas dari statusnya sebagai musisi elektronik dan DJ papan atas dunia, James merupakan seorang yang cukup pemalu, ia tidak terlalu mahir bersosialiasi.

Ketika ditanyakan terkait hubungan isolasi sosial dengan latar belakang musik klab yang ia miliki, James pun menyatakan bahwa itulah salah satu hal yang membuatnya "keluar rumah". Tinggal di kota kecil, ia mengaku bahwa bertemu orang lain itu cukup intens, terutama bertemu orang di klab yang sangat ramai.

"Jadi, saya berusaha sejarang mungkin bermain. Jika saya abis manggung, saya tidak mau bertemu orang lain untuk enam bulan ke depan, selain keluarga dan teman terdekat saya, tentunya," sambungnya.

Mungkin, sifat-sifat ini pula yang mampu menghadirkan keragaman, eksperimentasi, dan corak-corak menarik dan unik ke dalam musik gubahan Aphex Twin. Sebagai seorang introvert, menjadi musisi kenamaan itu sulit, namun bagi Aphex Twin, nampaknya ia sudah menemukan jalan tengahnya.

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Terbaekk