Woodstock '69

Woodstock: Perjalanan Festival Paling Ikonis di Dunia

  • By: YAS
  • Rabu, 21 August 2019
  • 598 Views
  • 12 Likes
  • 7 Shares

3 Days of Peace & Music selamanya akan diingat sebagai salah satu tagline yang mengubah budaya populer. Bagaimana tidak, saat itu generasi muda di Amerika Serikat sedang muak-muaknya dengan rezim yang menggeber perang ke Vietnam. Anak muda terkena imbas program The Draft, atau wajib militer.

Sikap subvesif timbul. Kalangan hippie tumbuh besar dan terus mengecam tindakan pemerintah AS. 15-18 Agustus 1969, tercatat dalam sejarah pertama kalinya Woodstock digelar. Kehadirannya disambut gegap gempita. Pesta pora sekaligus ajang bersuara bagi siapapun yang menolak agresi militer Amerika. Saat itu, semua yang hadir menginginkan perdamaian.

Festival ini adalah perwujudan ide gila empat sekawan: Michael Lang, Artie Kornfeld, John Roberts dan Joel Rosenman. Mereka terobsesi membuat gelaran musik akbar yang mampu mewakili satu generasi dan diingat sepanjang masa. Momen digelarnya Woodstock ‘69 bertepatan dengan kemuakan generasi muda saat itu.

Jimi Hendrix, Janis Joplin, Creedence Clearwater Revival, Richie Havens, The Who, Crosby, Stills, Nash and Young, Ravi Shankar dan Santana adalah nama besar yang hadir di Woodstock. Penonton kemudian membludak tak terbendung, target 150.000 pegunjung jebol sampai ke 450.000 kepala. Lapangan super luas di pinggiran Bethel, White Lake, seketika menjadi bumi perkemahan hippie dari seluruh penjuru AS.

Tiga hari penuh aktivitas seksual, narkoba, madat, alkohol dan berbagai hal terlarang lainnya terjadi di sana. Woodstock ‘69 memang berjalan tanpa kerusuhan, festival ini sudah dibidik hippie sebagai wadah menyerukan sikap damai dan budaya tandingan. Festival ini terbilang berhasil menancapkan tonggak sejarah pergerakan kaum muda era baby boomer dengan perdamaian melalui medium musik.

Sepuluh tahun berselang, Woodstock mencoba membangkitkan memori di tahun 1969. Maka digelarlah Woodstock ‘79 di Madison Square Garden, New York.Tidak banyak hal spesial terjadi di Woodstock 79, mengingat selebrasinya tidak di skala yang tidak terlalu besar.

Panggung hanya diisi jamming session oleh with Richie Havens, Taj Mahal, Alhaji Bai Konte, Dembo Konte, Country Joe and the Fish, Canned Heat, Jeff "Skunk" Baxter dan Elliott Randall. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh Rick Danko, Jorma Kaukonen, Stephen Stills, Paul Butterfield dan Johnny Winter.

Sebagai festival yang membekas di benak banyak orang, Woodstock mencoba untuk tetap hidup. Tepat di tahun 1989, seorang musisi folk, Rich Pell berinisiatif merayakan 20 tahun Woodstock. Dirinya dibantu Will Hoppey mempersiapkan Woodstock ‘89 yang kembali digelar di lokasi aslinya, yaitu pinggiran kota Bethel.

Didatangi hanya sekitar 1.500 orang, Woodstock ‘89 seringkali disebut sebagai Woodstock yang terlupakan. Rich Pell tidak berusaha mengulangi kejayaan Woodstock ‘69 yang yampaknya sulit untuk ditandingi oleh festival apapun. Dia hanya ingin merayakan kembali dan bersenang-senang saja, maka Woodstock ‘89 tidak digarap dengan begitu megah.

Para penampil juga tidak terlalu berkesan istimewa, bahkan terkesan dipilih secara asal. Promosinya hanya ke mulut ke mulut, bahkan banyak penonton membawa makanan dan minuman sendiri karena beberapa tenda-tenda konsumsi tidak aktif.

Satu yang mungkin membekas adalah bagaimana gerhana bulan total terjadi di malam Woodstock ‘89 digelar. Penonton beramai-ramai menyanyikan “Call Down The Moon” karya Man yang dikomandoi oleh Jack Hardy.

Di tahun 1994, Woodstock memasuki usia perak 25 tahun. Edisi ini diselenggarakan di wilayah Saugerties. Menurut laporan penyelenggara, 160.000 lembar tiket terjual habis, tapi penonton yang hadir dan memadati area festival menyentuh angka sampai 550.000.

Pemandangan khas Woodstock ‘94 adalah banjir lumpur, sampai-sampai lebih akrab dikenal dengan nama Mudstock. Greenday menjadi band yang rela dihujani lemparan lumpur oleh para penonton yang hadir. Meski demiliam, Billy Joel Armstrong, Tre Cool dan Mike Dirnt cuek sampai pertunjukan selesai.

Cerita-cerita gila dari atas pentas terus terjadi di Woodstock ’94. Aphex Twin harus dihentikan di tengah setlist karena menggunakan nama palsu di kontrak, Shannon Hoon (vokalis Blind Melon) yang tampil dengan gaun wanita dan terlalu berhalusinasi akibat konsumsi LSD dalam jumlah besar, hujan lumpur saat Primus memainkan “My Name Is Mud”, hingga Nine Inch Nails yang sengaja melumuri tubuh mereka dengan lumpur, inilah cerminan betapa serunya Woodstock ’94.

Lima tahun setelahnya, Woodstock merayakan hari jadi ke-30 di Woodstock ‘99. 400.000 orang memadati pinggiran kota New York, tepatnya di Rome. Sayangnya, masa ini adalah masa paling gila di mana hampir semua para anak muda di Amerika terjangkit demam narkotika jenis opiat dan obat penenang.

Anthony Kiedis, vokalis Red Hot Chili Peppers yang tampil dengan rambut putih, berkata bahwa panggung Woodstock ’99 lebih mirip kiamat dibanding festival musik. Red Hot Chili Peppers tampil menggairahkan dengan banyak gimmick: Flea bugil sepanjang set, Frusciante mabuk total, Chad Smith tak berhenti mengisap ganja.

Kiedis memang tidak berlebihan, Woodstock ’99 berubah menjadi bencana. Api berkobar dan kerusuhan terus meluas selama acara berlangsung. Menara siaran MoreMusic dirobohkan penonton, dan lebih dari 10.000 orang mengalami cedera karena insiden yang berlangsung saat Limp Bizkit mengguncang panggung.

David DeRosia yang ditemukan tergeletak di tengah pit saat Metallica tampil, dikabarkan meninggal dunia karena overdosis narkotik. Menyeramkan. Beberapa kasus pemerkosaan juga dilaporkan terjadi saat Korn naik panggung.

Penampilan brutal juga ditampilkan oleh para anak emas dekade 90-an. Rage Against The Machine dengan perkasa memainkan “Killing In The Name” sambil membakar bendera Amerika yang membuat pit malam itu sangat menggila.

Tahun ini, Woodstock harusnya merayakan usia emas 50 tahun. Namun karena berbagai jenis masalah yang menimpa, mulai dari penolakan izin hingga perginya investor serta tim produksi, menjadi faktor utama gelaran Woodstock 50 resmi ditiadakan.

1 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    Woodstock

Info Terkait