DREAM COLLABORATION: 5 KOLABORASI IMPIAN RENEY ‘SCALLER’ KARAMOY

  • By: Reney Karamoy
  • Rabu, 2 November 2016
  • 5274 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Entah hanya sebatas mimpi atau angan-angan pribadi, ada banyak hal yang saya ingin wujudkan. Salah satunya dengan berkolaborasi. Beberapa di antaranya sepertinya sudah sangat dekat dengan kehidupan nyata, yang lainnya mungkin tipis kemungkinannya akan terjadi. Terlepas dari itu enggak ada salahnya berangan-angan sambil tetap berusaha.

 

Gamelan Ensemble

Sekitar 2 tahun yang lalu saya diperkenalkan dengan musik minimalis oleh Stella, partner nge-band di SCALLER. Yang banyak nyangkut di pikiran saya adalah karya komposer Steve Reich. Dia banyak melakukan  pergerakan komposisi dengan unsur polyrhythm – komposisi yang banyak ditemukan di berbagai musik tradisional berbagai negara, salah satunya gamelan dari Indonesia. Harmoni dan elemen perkusi dari Ensemble Gamelan. Sangat masuk akal untuk dikombinasikan dengan komposisi musik non-linear. Dalam perjalanan ke Yogyakarta tahun lalu, saya dan Gerard (Engineer SCALLER) sempat merekam komposisi gamelan yang dimainkan di area Keraton. Komposisi kompleks yang suatu saat saya harapkan bisa kami ajak berkolaborasi.

 

Suprematism Paintings to Music Interpretation

Intepretasi musik menjadi karya visual - atau pun sebaliknya sebenarnya sudah cukup sering kita temui di industri seni modern. Saya sendiri tertarik untuk berkolaborasi dengan seniman yang mengangkat seni aliran suprematisme – gerakan seni yang mengedepankan elemen konstruktif dan pergerakan objek. Saya sendiri berharap bisa merealisasikan salah satu proyek dalam laptop yang dapat diterjemahkan menjadi satu karya seni lukis.

 

Make Music with Floating Points

Sam Sheperd (Floating Points) dapat dibilang nama baru di industri musik. Sebagai Electronic Music Producer, pendekatan dan gaya yang digunakan dalam beberapa albumnya terutama dalam komposisi “Silhouettes I, II & III” terdengar sangat organik dari segi rekaman dan elemen instrumentasi. Bagi saya pribadi, Floating Points sukses menggabungkan elemen Modular Synthesizer dan Strings Ensemble menjadi karya musikal yang tidak pernah bosan untuk didengar berkali-kali. Dia merupakan salah satu nama di urutan atas yang ada dalam daftar kolaborator impian, di mana kami berada di dalam studio, synth modular jamming dan melahirkan karya seni rekaman yang baru.

 

Produce with Joe Chiccarelli

Dari sekian banyak produser yang saya kagumi di dunia, nama Joe Chiccarelli sepertinya ada dalam list teratas produser impian saya. Dari beberapa artikel dan interview Joe Chiccarelli yang saya ikuti, orang ini sering mengedepankan visi rekaman studio sebagai suatu treatment yang berbeda dengan situasi live performance. Di mana energi dalam suatu track terbangun melalui elemen-elemen kecil yang saling megisi ruangnya. Hasilnya, terciptanya track yang dapat selalu didengar berulang kali.

 

Have a Signature Guitar

Yang satu ini impian saya yang masih belum kesampaian. Setelah tiga tahun berganti gitar untuk memenuhi kebutuhan sound, terutama dalam musik SCALLER, sempat terlintas oleh saya untuk membuat satu gitar offset. Sejenis Fender Starcaster yang saya miliki dengan fitur Latched Kill Switch, Coil Tap dan Lead Circuit terpisah. Mungkin sedikit terdengar berhalusinasi tapi bukan tidak mungkin terjadi seiring dengan semakin marak bertambahnya Luthier jenius di dunia ini yang dapat menerjemahkan ide-ide gila menjadi sebuah gitar. 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
3126 views
supernoize
2445 views
supernoize
3157 views
supernoize
6222 views