Playlist di rumah

Arief 'Blingsatan': Tetap 'Liar' dengan Playlist Lo Walau di Rumah Aja

Halo, apa kabar buat kalian yang masih stay di rumah aja? Respect buat kalian. Tentunya kita sama-sama rasakan hal yang sama meskipun ada dari kalian yang sudah nggak tahan mulai keluar-rumah rumah seperti saya. Sudahlah, ayo kita kembali ke rumah lagi. Rasa bosan, stress kadang mulai melanda kita. Berbagai cara kita untuk mengalihkanya dengan menghibur diri, kadang melakukan sesuatu untuk sekadar membunuh waktu, apalagi buat mereka yang sehari-harinya terbiasa meliar di luar. Dari hobi olah raga ekstrem hingga kegiatan outdoor macam skate, bersepeda , main motor sampai adventure. Kalian juga yang terbiasa nge-gigs kemana-mana bahkan melakukan touring. Nah, ada tips nih buat kalian yang ingin menjaga keliarannya walau di rumah aja.

Kita coba menengok sekilas psikologi musik dalam ranah "Musikologi" dimana musik sangat erat hubungannya dengan psikologis kejiwaan manusia. "Musik" adalah seni yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, sedangkan "psikologi" adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dengan perspektif yang beragam, seperti yang kita tahu dan rasakan sendiri. Musik mampu mendorong adrenalin, membawa suasana bahagia, membawa ketenangan, hingga ke terapi pengobatan, sampai pada korelasi hubungan dengan kesehatan mental dengan ketahanan fisik, ketika musik dikaitkan dengan kemampuannya meningkatkan hormon "endorfin" yang bisa memberikan rasa bahagia, dengan efek biologis bisa menaikkan sistem imun di dalam tubuh.

Di kehidupan sehari-hari, musik sering menemani kita mewakili sebuah pengalaman-pengalaman kita hingga bisa menjadi cerita indah di kehidupan kita, baik itu disengaja atau tidak disengaja. Musik apa yang menemani kalian saat berpacaran, saat kalian party di era dan tempat tertentu, musik yang selalu didengarkan oleh ayahmu ketika perjalanan bersama keluarga, sampai musik yang kalian dengar pada saat upacara bendera dan senam pagi di sekolah atau kantormu. Apabila musik-musik itu kamu dengarkan pada saat ini bisa mengembalikan suasana hati seperti memori di mana sering kita dengarkan.

Ketika peradaban sadar bahwa musik adalah kebutuhan yang lebih pribadi, didukung dengan teknologi yang berkembang seiring dengan ketika manusia mulai memilih dan mengatur musiknya sendiri untuk kebutuhannya sendiri, maka munculah istilah "playlist." Playlist adalah daftar lagu yang diambil dari perpustakaan lagu yang menarik bagi kita dalam hal dan situasi tertentu 

Kita kembali ke topik tips bagaimana menjaga keliaran walau di rumah aja. Keliaran identik dengan musik yg memacu "adrenalin" di mana salah satu sumber kebahagiaan bagi orang-orang tertentu yang berjiwa bebas. Lagi-lagi penulis mengunakan apresiasi sebagai nalar ukurnya, di mana setiap orang mempunyai daya "kognitif," "afektif," dan "psikomotorik" sebagai elemennya dalam mengapresiasi sebuah musik.

Secara "kognititif," setiap individu akan mencari materi lagu berdasarkan pengetahuannya tentang musik, baik itu genre, musisi idola atau hal lain keunikan pada musik tersebut. Zaman sekarang pun playlist bisa direkomendasin atau dibuatkan oleh kanal streaming sesuai selera seseorang. Kegiatan kognitif ini, juga misalnya seperti mengenal atau mencari musik dengan genre-genre baru atau mendengarkan playlist dari band dan musisi yang baru kita sukai sambil melakukan kegiatan browsing tentang historikal musisi tersebut.

Kemudian Secara "afektif," playlist tersebut akan menimbulkan sikap emosional, dan perilaku di mana dengan pasca pandemi ini afektif dituntut untuk bisa mengontrol suasana hati agar tetap bisa menikmati playlist, semisal dengan mengingat memorial musik cadas masa lampau dengan mengembangkan sisi imajiner kita pada masa tersebut. Dengan membayangkan berada di festival music Woodstock misalnya, playlist yang dikombinasikan dengan melihat list video live concert musisi atau band idola, saya rasa cukup membakar emosional kita agar tetap bersemangat dan masih banyak lagi yang bisa dikembangkan dengan hal ini.

Tidak sedikit fase "psikomotorik" di mana setiap individu mengimplementasikan dengan perbuatan ekspresi diri. Seperti para musisi di era pandemi dengan beragam konten yang dikerjakan dengan tetap berada di rumah, dari rekaman hingga live streaming dari sekedar cover-cover lagu, hingga berkarya bersama seperti apa yang dilakukan penulis dalam side project band-nya dari punk rocker lintas kota yang bernama Strong.inc.

Sedangkan mereka yang playlist-nya identik dengan kegiatan outdoor harus bisa beradaptasi dalam masa pandemi ini, semisal playlist yang tetap didengarkan para skater walaupun dia hanya melakukan aktivitasnya di dalam rumah dengan trick-trick minimalis , atau kegiatan sederhana mengedit koleksi foto atau video trip para pencinta adventure yang mencari lagu yang pas untuk karya konten digitalnya. Para pesepeda yang melakukan bersepedanya secara virtual dengan playlist khusus "virtual cycling", atau seperti yang dilakukan penulis membuat event virtual worldwide trackstand challenge, yaitu ketrampilan stay di atas sepeda dengan beragam posisi tanpa harus menurunkan kaki di tanah dengan dilakukan di dalam atau area rumah saja yang mana challenge ini diikuti oleh para pesepeda berbagai negara dari lintas benua.

Dari tiga elemen di atas, kognitif, afektif, dan psikomotorik ternyata kita bisa meng-create diri kita untuk tetap merasa hidup bebas dengan playlist kita. Berikut rekomendasi playlist dari kawan-kawan saya dengan beragam profesi dan kegemarannya:

Satria Vijie

Seorang skateboarder asal Jakarta ini mempercayakan playlist-nya ke "Skateborder Trackz" yang ada di Spotify.

Jejelogy

Seorang offroader ini punya personal playlist dengan nama "Julian Johan" di Spotify yang berisi lagulagu keren bergenre nu metal.

Doni Zola

Seorang coach futsal profesional, berikut daftar lagu rekomendasinya yang bisa dimasukkan ke playlist.

1. Edane - Kau Pikir Kaulah Segalanya

2. SID - Punk Hari Ini

3. Plastik - Seperti

4. Jamrud - Pelangi di Matamu

5. PAS Band - Jengah

6. Kotak - Terbang

7. Blink-182 - All the Small Things

8. Radiohead - Creep

9. Scorpions - Wind of Change

10. Bon Jovi - Always 

Lukman Laksmana 

Frontman dari Superglad dan Kausa. Ini playlist rekomendasinya:

1. Russian Circles - Sinaia

2. Brutus - War

3. Bad Religion - Sinister Rouge

4. Social Distortion - I Was Wrong

5. Rigor Mortis - Die In Pain

6. Saint & Sinners - Skinhead 4 Life

7. Booze & Glory - London Skinhead Crew

8. Red Fang - Wires

9. Gojira - Silvera

19. Kraut - Kill For Cash

Schode Ilham 

Seorang kreator digital di bidang adventure. Ini songlist jagoannya:

1. System of a Down - Toxicity

2. Bullet for My Valentine - Tears Don’t Fall

3. Linkin Park - Papercut

4. Rage Against the Machine - Killing in the Name of

5. Avenged Sevenfold - Critical Acclaim

6. Slipknot - Duality

7. Burgerkill - Anjing Tanah

8. Lamb of God - Redneck

9. Sepultura - Roots Bloody Roots

10. Dream Theater - Spirit Carries On

Diego Shefa

Vokalis dari Noxa dan GHO$$. Berikut daftar lagunya:

1. Glassjaw - Siberian Kiss

2. Dark Castle - Awake In Sleep

3. Letlive. - Day 54

4. Converge - Wretched World

5. Wear Your Wounds - Rust On The Gates

6. Youth Code - Carried Mask

7. Ho99o9 - City Rejects

8. Death Grips - No Love

9. GHOSTEMANE - FLESH0

Oky "Anakdolan" 

Seorang fotografer dan jurnalis traveler. Ini list lagu andalanya:

1. Steppenwolf – Born to be Wild

2. The Beatles - Strawberry Fields Forever

3. Queen - Radio Ga Ga

4. Deep Purple - Highway Star

5. Gorillaz - Clint Eastwood

Dari apa yang saya curahkan di sini merupakan tulisan ringan sekaligus berbagi sedikit pengetahuan. Semoga menjadi semangat kita bersama untuk terus bergerak dengan segala keterbatasan sebagai momen kebangkitan nasional. Merdeka!

*Foto header: Norbert Buduczki via Unsplash

0 COMMENTS