Bagaimana Glam Rock, Grunge dan Pop Punk Membentuk Muda-mudinya

Bagaimana Glam Rock, Grunge dan Pop Punk Membentuk Muda-mudinya

Musik Rock populer mempengaruhi sikap mental dan perilaku mayoritas penggemarnya , disini kita akan berbicara tentang dampak secara sosial tanpa mendeskripsikan historikal yang dalam tentang genre-genre musik ini , mengarah lebih ke ranah fenomena populer yang ada di masyarakat penikmat musik tersebut.

Kita ambil kurun waktu kejayaanya di era 80an , 90an hingga 2000an , ketika genre musik tertentu mulai mendunia dan mempengaruhi gaya hidup penggemarnya , era kejayaan Glam Rock, Grunge dan Poppunk menjadi tolak pandang penulis sebagai genre yang banyak diperdebatkan dan mengalami pergeseran substansi karena berbagai sudut pandang , justru perdebatan dan persepsi yang berbeda - beda yang menjadikan genre - genre musik ini sudah tidak hanya sekedar menjadi genre musik saja melainkan sudah meng-akulturasi menjadi sebuah "sub-culture"

Kita ambil sosok representatif band yang berpengaruh di eranya yang mewakili sub-culture yang digandrungi anak muda pada waktu itu yaitu , Guns n' Roses - NIRVANA - dan BLINK 182 dimana akan bersinggungan langsung dengan apresiasi masyarakat , apresiasi disini adalah bagaimana cara masyarakat menerima musik sebagai stimulus dengan melalui 3 aspek, yaitu Kognitif , Afektif dan Psikomotorik

GLAMROCK

Kita sedikit telisik tentang era 70 - 80an yang membuat Glamrock menjadi besar di mulai dari era musik rock dengan gaya hidup "hippies" di "Britania raya" , diawali dengan kecenderungan mengutamakan penampilan sebagai sebuah aksi teatrikal , kemudian pengaruh seni - seni lain seperti gaya film - film "Andy warhol" sangat berpengaruh di substansi perkembangan music Glamrock , icon yg mendongkrak genre ini semakin populer adalah "David bowie" , "Alice cooper" dan "Freddie Mercury" , hal-hal tentang transgender yang menjadi topik utama yang diangkat di era itu mulai samar ketika peran musisi "Hard rock" di genre glam rock ini lebih mendominasi.

Maka perhatian masyarakat musik dunia cenderung lebih tertarik menikmati Glamrock sebagai warna musik yg lebih menarik bersanding dan berlawanan dengan perkembangan musik "Metal" pada waktu itu , kemudian Glamrock sebagai genre musik bergeser substansinya menjadi simbol gaya hidup bebas dan fashion yang memberontak , rambut gondrong , celana ketat dan pria berdandan dengan image sexy dan glamour menjadi intensitasnya.

Gaya hidup Rock Star yang secara universal bisa membius penggemar musik di era itu dari , sosok perfeksionis rambut panjang indah , berpenampilan menarik bak wanita dengan skill bermusik di level "Jago " ditambah dengan aksi yang memukau muncul sebagai simbol idola remaja pada waktu itu dengan budaya gank dan groupies sebagai bentuk fanatismenya ... setelah generasi euphoria glamrock dari "Motley Crue" hingga "Skid Row" dan "Guns n' Roses" lah yang menjadi ikon secara umum di kejayaan pengaruh glamrock di era itu , sosok "Axl Rose dan Slash" adalah magnet tersendiri bagi grup band ini dimana mereka membuat genre ini menjadi gaya hidup yang mempengaruhi hingga ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Ada dampak sosial yang mendasar di kehidupan di era itu , salah satunya adalah trend pria berambut panjang menjadi idola , celana ketat dan pernak pernik rockers sangat di cari, di dunia musik pun di era itu marak dengan festival band dimana mereka berlomba - lomba dalam kemampuan bermusiknya seperti yang kita ketahui di setiap penjurian festival band biasanya akan ada penilaian terbaik untuk setiap permainan secara personal , seperti the best guitarist , the best vocalist dan seterusnya dan juga sering faktor penampilan dan kostum menjadi nilai lebih sehingga hal tersebut menjadi sebuah pencapaian pada setiap musisi .

Dari situ muncul fenomena dimana era itu memunculkan jiwa-jiwa perfeksionis sebagai seorang musisi , karena tingginya tuntutan seorang musisi pada waktu itu menjadi salah satu faktor banyaknya musisi yg mengalami gangguan pada psikologisnya, tidak sedikit diantara mereka yg terkena "sindrom rockstar". Tapi, di era itu pulalah Indonesia banyak melahirkan musisi-musisi atau band yang berkualitas seperti misalnya , Slank , Dewa 19 , Power Slave , Voodoo , Protonema , Boomerang dan sebagainya

Dan pada awal 90an trend Glamrock ini mengalami titik jenuh dimana sosok Rocker glamour dengan beraneka macam bentuk telah ada dan hampir masiv dan terlihat seragam.

GRUNGE

Sejarah Grunge booming di era musik Alternative Rock oleh trio yang berasal dari Aberdeen Washington dan besar di kota Seattle , NIRVANA salah satu icon yang sanggup merobohkan kejayaan glamrock yg menuai banyak kontroversi dengan fakta - fakta yang justru melejitkan nama Nirvana dan Kurt Cobain sebagai frontman-nya , kilas balik sekilas musik grunge muncul sebagai suara dari kota kecil Seattle atau akrab dengan sebutan Seattle Sound, ada nama2 pengusung awal musik ini , "Neil Young" yang disebut - sebut sebagai " Godfather of Grunge " kemudian ada "Mother love bones" , "Mudhoney" , "Melvin" dan yang sangat fenomenal yaitu "Temple of the dog" , dimana diband itu ada Chris Cornell dari "Soundgarden" dan "Edie Fedder" dari "Pearl Jam".

Era musik alternative adalah dimana bermunculan bentuk - bentuk original berbagai musik rock sebagai alternatif pilihan musik yang sudah ada , musik yang terapresiasi dengan sangat gemilang di seluruh masyarakat musik di dunia dan berhasil membentuk sebuah sub-culture yang teridentifikasi dengan alami di era 90an , tampil Underdog era Alternative Rock memberikan banyak pilihan , bentuk-bentuk lain yang terasa fresh dari bentuk mainstreamnya dari Punk Rock seperti "Green Day" , Offspring dll .

Ada pula bentuk lain dari Ska seperti "No Doubt" dan "Save ferris" dll , bentuk lain dari britpop seperti "Oasis" dan "Blur" dan masih banyak lagi, ketika orang mulai jenuh dengan perfeksionis yang terlihat seragam dari Glam Rock , bak membalikan tangan Grunge telah mendobrak lewat Alternative rock yang diwakili oleh Nirvana , dari image glamour penuh perfeksionis menjadi image "Lusuh" yang depresionis .. dari sosok "Axl Rose" digantikan sosok "Kurt Cobain" , Sebastian Bach" digantikan sosok "Tom York".

Jangankan orang biasa bahkan selebritis pun mengikuti trend grunge ini seperti "Brad pitt" , "Johnny Depp" dan masih banyak yang lainya , grunge menjadi fashion yg revolusioner di era itu , kesan glamour berge geser menjadi kesan lusuh , gaya casual para pekerja kelas menengah dari boots , jeans belel hingga flanel dan sweater lusuh menjadi hal trendy di era itu , ekspresi "hadbanger" mulai sedikit tergeser dengan ekspresi lebih ke luapan emosi yang lepas seperti "moshing" dan "stage diving" yang perlahan tersosialisasikan , di indonesia sendiri tonggak perubahan ini dipicu oleh pagelaran "Jakarta pop alternative festival" di tahun 1996 yang digelar di Plaza Timur Senayan dimana festival itu mendatangkan lineup yg cukup ternama di era itu dari "Sonic Youth" , "Foo Fighter" hingga "Beastie Boys" , dimana era itu juga sudah muncul band-band Alternative di indonesia seperti "Netral" , "PAS" band , "Koil" , "Kubik", "Karpet" dll.

Seperti apa yang saya jelaskan diatas tentang Apresiasi dengan 3 elemen yaitu Kognitif , Afektif dan psikomotorik , Grunge membawa impak dengan sisi negatif di generasi waktu itu , ketika icon 90an itu adalah musisi - musisi yang tidak siap dengan ketenaran di mana dilihat dari latar belakang nya kebanyakan musisi grunge bermain musik tidak untuk ketenaran atau bisa dibilang lebih untuk " have fun " dan mediapun cenderung menyoroti perilaku negatif nya saja , dimana di era itu berita menarik adalah berita sisi negatif seorang artis , sebagian besar idola remaja pada saat itu adalah pengguna obat2an terlarang

Tidak sedikit , diantara mereka meninggal akibat overdosis dan itu berimbas dengan perilaku musisi maupun pecinta musik muda di tanah air sosok bertalenta kita bahkan hanyut di arus ini seperti "Galang rambu anarki" , Ryan Hidayat" dan masih banyak lagi dan dari segi positifnya khususnya di indonesia , grunge dan alternative memberikan sinyalemen kepada musisi tanah air untuk berkarya dengan kepercayaan diri dengan karakternya sendiri , tidak lagi soal fisik dan skill tinggi tapi bagaimana bermusik secara original , sehingga era ini menjadi momen kebangkitan musik "Independent"di tanah air dimana kekuatan kemerdekaan para musisi ini mampu menggeser dominasi artis Major label di era itu.

POP PUNK

Menginjak era 2000an , kembalinya musik punk menjadi popular telah dirintis dari era Rock Alternative oleh beberapa icon-nya ada Greenday , Offspring dll , dan puncak Euphoria musik Punk Rock menjadi Populer yaitu ada di awal 2000an dimana icon band yang menjadi pendobrak di era itu adalah Blink182 yang dimotori oleh Mark Hoppus , Tom Delonge dan Travis Barker.

Secara kultural musik Punk Rock menjadi populer lagi karena punk sudah tidak lagi hanya tentang kehidupan jalanan dan protes sosial melulu , punk mulai masuk di kehidupan anak Sekolahan dan anak rumah-an , di era itu punk sudah bercerita tentang kehidupan anak-anak muda tentang cinta , keluarga , pertemanan dsb , kemurungan dan kefrustasian berubah menjadi kegila - kegilaan , bahkan narkotika sudah tidak melekat lagi di image seorang musisi , digantikan dengan trend aktivitas ekstrim seperti "Skateboard" , "BMX" dan sejenisnya , tidak berhenti disitu dari Pop Punk kemudian munculkan kembali Sub-genre emo punk , melodic punk dll.

Di indonesia di era 2000an tercatat 5 band yang berpredikat dengan massa terbesar pun disandang oleh 3 band punk , "Superman is Dead" , Endank Soekamti dan Pee Wee Gaskin. Di era ini fashion bergeser ke era Streetwear yang lebih casual dari tema skate , surfing hingga band seperti t-shirt , short pant dan sneaker dan trend fashion ini ikut mendorong menghidupkan industri brand clothing dalam negeri juga.

School of Rock mungkin tepat untuk disandang di genre ini ketika Poppunk menjadi awal trend musik keras yang bisa masuk di pentas - pentas seni sekolah dan dampak bagaimana ekspresi yang bersifat fisik tumbuh di pentas seni seperti Pogo , Slamdance hingga Violence Dance , merupakan ekspresi yang lebih di digemari anak muda , karena di era ini pecinta musik keras jauh dari pergaulan narkoba tapi sangat dekat dengan aktivitas fisik.

Begitulah kurang lebih bagaimana musik bisa membentuk perilaku pecinta musiknya dengan apresiasi yang dimiliki sebagai manusia berbudaya melalui tiga elemen yaitu Kognitif , Afektif dan Psikomotorik sebuah fase pengenalan dan pemahaman kemudian berlanjut ke jenjang emosional bagaimana seseorang menjiwai lebih dalam hingga psikomotorik yaitu fase dimana mereka bertindak dan berperilaku.

0 COMMENTS