DEEPER UNDERGROUND: Berani Maju di Jalur Musik Ekstrem

  • By: Ade Himernio
  • Rabu, 5 October 2016
  • 4844 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Buat penghasilan utama jadi musisi di jalur musik ekstrem?  Mungkin enggak sih?  Gimana ngejalaninya?

Akhir-akhir ini kita sering mendengar perbedaan pendapat antar musisi underground - terutama sesama musisi dan band lama dan cukup eksis di komunitas underground. Perdebatan mengenai profesi sebagai musisi underground Indonesia. Saya enggak akan membahas musisi dari luar, khususunya di Indonesia. Apakah profesi sebagai musisi underground bisa menjamin kehidupan kita?

Di sini saya akan share pendapat dari beberapa teman sesama musisi profesional yang mengambil langkah di skena musik underground, baik yang totalitas dengan profesinya sebagai musisi, yang sembari bekerja sebagai pegawai kantoran maupun yang berwirausaha.

 

Sebagai musisi underground profesional, apakah profesi ini sudah cukup menjanjikan untuk menjadi pegangan hidup, atau kita harus tetap bekerja dengan profesi yang berbeda?

Eben - gitaris Burgerkill

Sampai saat ini profesi musisi underground memang belum bisa dijadikan pegangan hidup utama, kondisi industri musik ekstrem di Indonesia bisa dikatakan belum benar-benar stabil. Mengingat masih sedikit pelaku industri -seperti label, media, dsb. - yang mau berinvestasi dan fokus untuk menggarapnya. Sistem kerja yang masih terbilang sederhana dan malah terkesan seadanya, kebanyakan pelaku industri musik ekstrem di Indonesia mengerjakannya sebatas untuk kesenangan dan eksistensi saja. Jarang ada label indie yang merilis album ekstrem yang bisa memberikan pengaruh besar ke bandnya, terutama urusan finansial. Jadi langkah untuk mencari peluang dengan menjadi wirausahawan dan mengolah area lain untuk meraih pendapatan lebih dari bermusik, seperti membuat merchandise dan lain-lain.

Tony Ch Pangemanan - vokalis Noxa

Kalau sekarang, total menekuni band untuk mendapat penghasilan besar dan masa depan tentu saja belum cukup. Jadwal manggung saja belum banyak, jadi masih harus bekerja dengan profesi lain.

 

 

 

 

Andre Tiranda - gitaris Siksa Kubur

Menurut saya sih sama saja, mau jadi musisi profesional baik yang underground atau yang mainstream ya tergantung sikapnya. Bukan karena besar bayarannya. Karena kalau dibayar besar tapi kalau tingkahnya amatiran, ya tetap masih amatir. Soal jadi pegangan hidup atau bukan, ya tergantung masing-masing orang. Kalau tahan lapar, enggak ada tanggungan, banyak koneksi, menomor-tigakan idealisme, tidak niat berkeluarga atau betah makan tahu tempe, ya bisa-bisa saja. Tapi kalau mau jadi musisi underground – terlebih di Indonesia – kayaknya harus punya sampingan. Terlebih yang sudah berkeluarga. Enggak bisa menggantungkan hidup ke band ekstrem underground, karena enggak gampang menjadi profesional tapi tetap underground.

Andyan Gorust - drummer Deadsquad

Kalau menurut pendapat dan berdasarkan pengalaman saya, awalnya tidak pernah ada cita-cita untuk menjadikan hobi bermain drum – terlebih bermain di band underground – sebagai pekerjaan. Tapi setelah dijalani dengan passion dan semangat tanpa henti, ternyata lama-lama membuahkan hasil. Sebelumnya saya meninggalkan pekerjaan untuk mengejar passion sebagai musisi underground. Memang belum ada banyak contoh musisi yang bekerja total di musik underground tanpa pekerjaan utama, tapi nyatanya sekarang cita-cita itu bisa jadi kenyataan.

Apakah ada cara jitu agar bisa bertahan, bahkan bisa terus berkarya di music underground?

EB: strategi terbaik yang pernah saya jalani, ya dengan tetap berkarya dan manggung sebanyak mungkin, sambil menjaga komunikasi langsung dengan penggemar. Dari sana kita bisa menjual berbagai merchandise band dan menyuntikkan propaganda yang berhubungan dengan musik kita.

TP: strategi yang bisa dijalankan, tentu dengan terus berkarya, bikin merchandise, bikin single, album dan rajin promo.

AT: cara tepat agar bisa bertahan hidup, bahkan bisa terus berkarya di musik Underground menurut saya sih ya dengan berkarya sejujur-jujurnya dan sebaik mungkin. Enggak lupa manggung di banyak tempat, menjaga hubungan baik dengan komunitas serta menjaga attitude - sikap. Karena percaya deh, karena attitude itu di atas segalanya.

AG: jadi musisi underground sebagai pekerjaan utama yang dapat menghasilkan, bisa ngebuka jalur buat membuka usaha atau bisnis yang berkaitan dengan profesi, seperti saya dengan studio tato dan bisnis merchandise kecil-kecilan. Jadi menurut saya, industri musik ekstrem sudah cukup maju dan berkembang. Peluang berkarir di band bisa berlanjut dengan membuka distro merchandise. Bahkan sekarang label rekaman sudah menjamur di mana-mana. Secara tidak langsung, sudah banyak peluang pekerjaan yang bisa disikat dari skena komunitas ini.

Tips dan pesan agar berani total di jalur ini

EB: Tipsnya sederhana. Harus yakin dengan yang kita jalani, bekerja keras, fokus dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai kendala. Sekali lagi, industri musik ekstrem Indonesia masih perlu dibangun dan dipelihara kualitasnya. Agar nanti bisa menjadi industri yang bisa menghidupi para pelaku di dalamnya.

TP : Berpikir positif, tekunin dengan mendalam dan jangan gampang menyerah.

AT : Tips dan pesan gue adalah jangan gampang berubah pikiran, jangan berpikir untuk ambil jalur instan dan jalani prosesnya. Karena pada akhirnya proses tersebut yang menentukan kalian akan bertahan atau tidak. Yang pasti, jangan takut lapar. Kalau kamu setia sama komunitas, maka komunitas akan menjaga dan merawat kamu. Itu aja.

AG : Buat anak sekarang enggak perlu takut buat ambil jalur ini. Semua hasil ditentukan oleh tindakan kita juga kok, apalagi komunitas ini semakin besar.

Jadi sekarang kita bisa simpulkan menurut sudut pandang masing-masing. Kesimpulang saya, totalitas di musik ekstrem tetap bisa menjadi peluang untuk kita di masa depan. Semua tergantung cara kita menjalaninya. Yang utama, terus berkarya, kerja keras, yakin, fokus, jangan sibuk mencari jalan singkat, jangan gampang menyerah dan berpikiran positif.

Kalau belum mapan, kita bisa mencari penghasilan sampingan seperti menjadi wirasusahawan, kerja kantoran, atau membuka bisnis yang berhubungan dengan jalur musik ekstrem. Contihnya dengan memproduksi merchandise, album dan single. Banyakin manggung, tambah terus kawan di komunitas, dan yang terpenting selalu jaga attitude kita di komunitas sesama musisi dan pecinta musik.

Yang penasaran dengan detil pekerjaan ‘sampingan’ seperti apa yang bisa kita lakukan, kita akan bahas langkah-langkah untuk bisa bertahan dan tetap berkarya di jalur musik ekstrem lain waktu.

0 COMMENTS