COKI 'KPR': Impian dan Ambisi Kelompok Penerbang Roket Tentang Lirik Bahasa Indonesia

  • By: Coki
  • Rabu, 26 July 2017
  • 5983 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Sebelumnya gue telah berbagi cerita soal musisi-musisi dan apa yang menginspirasi gue. Kali ini gue mendapat kesempatan buat bercerita kembali, dan yang akan gue bahas adalah soal gue dan Kelompok Penerbang Roket yang memakai lirik bahasa Indonesia dalam penulisan lagu.

Bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan. Alat untuk mentransfer apa yang kita pikirkan. Bahasa pun bisa berbentuk lisan, tulisan, atau gerakan, dan adapun orang memercayai dalam bentuk energi, kayak di film Kungfu haha. So, itu penjelasan sedikit soal bahasa versi gue.

[bacajuga]

Pada umumnya dalam musik, lirik sering dipakai untuk menerjemahkan pesan dari musik itu sendiri. Itu versi simpel dan straight forward aja. Dari zaman ke zaman, musik pun banyak macamnya, dan semua itu tidak lepas dari situasi, tren, teknologi, dan eksplorasi.

Tidak semua musik berlirik, banyak yang tercipta hanya dengan musikalitas itu sendiri. Karena nada dan ritme bisa memberi pesan melalui energi. Contoh ketika menonton film perang, musiknya yang dramatis bikin pesan lebih tersampaikan.

Oke, kembali ke bahasa. Gue rasa semua daerah di dunia ini mempunyai musiknya sendiri, dan beberapa dari itu menggunakan lirik dengan bahasanya masing-masing. Seiring berjalannya zaman, bangsa Inggris menyebar di hampir seluruh bagian dunia, dan secara bersamaan bahasa Inggris pun menyebar dan mengakar. Dan sejauh ini bahasa Inggris menjadi bahasa yang banyak dipakai.

Tidak lepas dari besarnya power dan eksposur dari negara-negara yang punya industri besar di musik, yaitu Inggris dan Amerika Serikat, bahasa Inggris pun makin terkenal penggunaannya di dalam musik. Dan itu pun juga industri musik Inggris dan Amerika Serikat sangat berkembang dan meng-influence banyak orang. Jadi kata lainnya adalah, kebetulan negara yang industri musiknya besar itu menggunakan bahasa Inggris.

Kenapa gue memilih bahasa Indonesia dalam penulisan lagu?

Dengan bahasa Indonesia, gue merasa lebih leluasa dan nyaman untuk menyampaikan pesan itu. Dan gue rasa bahasa Indonesia adalah bahasa enak didengar, dan gue merasa bangga menggunakannya dalam lagu.

Selain itu, gue punya impian soal bahasa Indonesia.

Yaitu, semoga suatu saat nanti bahasa Indonesia bisa ikut populer dan meramaikan musik dunia. Bukan sesuatu yang tak mungkin, melihat banyak band dari mancanegara yang memakai bahasanya sendiri dan bisa mendapat antusias dari negara lain. Sebagai contoh, L'Arc-en-Ciel yang punya banyak penggemar di Indonesia dan negara lain. Atau Sigur Rós yang juga populer di berbagai negara.

Dan juga menurut gue contoh nyata yang terjadi di Indonesia dan mancanegara adalah fenomena K-Pop. Indonesia pernah terkena demam K-Pop, dan mungkin masih sampai sekarang. Banyak lagu Korea Selatan yang menyebar lewat TV, radio, dan yang paling signifikan adalah media sosial.

Gue mencerna fenomena K-Pop ini, dan akhirnya menjadi suatu motivasi.

Tentu orang menyukai sesuatu karena ada alasannya, dalam konteks musik dan musisi. Hal-hal seperti musik itu sendiri (nada, lirik, irama), fashion, atau cara musisi itu mempresentasikan image dan musiknya atau yang bisa dibilang ‘attitude’, itulah yang bisa menarik perhatian dan akhirnya disukai.

Jadi kata lainnya adalah: kalau keren, orang akan suka. Walau orang tidak mengerti bahasa dalam liriknya, kalau keren ya akan suka. Itulah yang gue tangkap.

Jadi image ‘keren’ bisa mengubah paradigma. Atau ada contoh lain yang sering gue lihat, orang memakai baju yang mungkin mereka tidak tahu arti dari kata-kata/gambar di bajunya. Ya mereka suka karena bajunya terlihat keren atau bergengsi atau gaul haha.

Jadi mungkin saja, suatu saat nanti ada festival musik internasional yang menampilkan band/musisi dengan beragam bahasa.

Baik, itu pilihan gue kenapa memakai lirik bahasa Indonesia.

Memakai lirik bahasa apapun tak jadi masalah asal itu nyaman. Tapi terkadang gue suka melihat musik yang berlirik bahasa Inggris, tapi kok grammar-nya aneh. Kan jadi enggak asyik, sayang aja. Mungkin beberapa penikmatnya atau fans tak menganggap itu masalah atau mungkin malah tak paham, tapi ketika orang bule yang mendengarnya akan tertangkap aneh. Jadi ya balik ke pilihan.

Jadi menurut gue, akan lebih maksimal hasilnya kalau nyaman dan tersampaikan maknanya.

Baik, itu saja cerita soal lirik dan bahasa dari gue. Semoga bahasa Indonesia makin bergengsi haha. Sampai jumpa di artikel berikutnya, and keep rockin’!

Foto Coki dan Kelompok Penerbang Roket oleh Rendha Rais.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
12752 views
Supporting Stage
2635 views
supershow
3571 views
supernoize
3974 views