Daniel Mardhany Game

Daniel Mardhany: Anak Band Juga Suka Nge-Game!

Musik dan game punya hubungan yang sangat vital. Dalam game pasti ada musik, baik itu berupa semacam backsound/scoring dan juga lagu sebuah band di dalam sebuah game. Saya mempunyai memori yang sangat personal antara game dan musik saat saya remaja, tepatnya pas masih duduk di bangku SD-SMP. Saat itu adalah era kejayaan PlayStation 1 dan game favorit saya adalah Tony Hawk's Pro Skater. Di game tersebut saya mengenal banyak lagu dari band yang akhirnya menjadi lagu favorit saya, yang masih sering saya dengarkan seperti Lagwagon - May 16, Anthrax X Public Enemy - Bring the Noise, Bad Religion - You, RATM - Guerilla Radio, Goldfinger - Superman. Grand Theft Auto juga merupakan game dengan musik pengiring yang sangat oke bagi saya. Bahkan saya banyak tahu band/ lagu dari game tersebut.

Banyak backsound game yang sangat memorable yang di-cover ribuan orang di dunia. Salah satu contoh gampangnya adalah backsound Mario Bros dengan berbagai macam genre. mulai dari versi metal sampai versi pop/jazz ada semua. Genre musik pun ada yang lahir dari game. Yup, musik 8-beat yang sempat booming di awal abad 21. Di genre musik kontemporer tersebut, console game seperti gameboy akhirnya berfungsi sebagai instrument musik dengan berbagai macam modifikasi dan di-combine dengan FX stompbox.

Jaman saya kuliah dulu, musik 8-beat sempat menjadi tren dan sesuatu yang umum. Banyak acara khusus untuk musik-musik 8-beat dan musisi/band 8-beat menjadi bagian dari acara musik genre lain sampai acara musik kampus. Oh iya, Bottlesmoker mungkin band yang berangkat dari skena tersebut dan terus bereksplorasi di ranah musik elektronik skala global.

Berapa tahun terakhir ini banyak scoring/backsound game yang di-restorasi dengan cara profesional dan dirilis dalam format mewah yaitu vinyl. Harganya pun ajaib,biasanya di atas standar pada umumnya. Datadisc adalah salah satu label independent yang berbasis di London yang secara spesifik merilis vinyl musik game seperti Sonic, Street of Rage, Metal Slug dan lainya. Coba cek saja Instagram @datadisc. Saya pernah membeli soundtrack vinyl game "Shadow of Collosus" dan ternyata selain kemasannya yg bagus, sound-nya juga bagus banget karena scoring ini digarap orkestra Kow Otani sebagai komposer.

Hal antara game dan musisi yang paling membuat saya terkejut sekaligus tertawa adalah thanks list dari Trey Azagtoth, gitaris Morbid Angel, band yang lekat dengan tema lirik dan citra satanis. Di album ke-3 band death metal legendaris asal Florida yang bertakjuk Covenant berbagai nama karakter game favoritnya dia tulis dalam thanks list seperti Chun-Li dari Street Fighter. Dalam pikiran saya mungkin saja game-game tersebut berpengaruh ke sisi musikal doi atau mungkin hanya sekedar bercandaan antitesis dari citra sangar band tersebut. Matt Heavy sang otak Trivium juga merupakan game freak aktif memposting di Twitch. Mendiang Lemmy dan Jonathan Davis 'Korn' juga gamers hardcore dan sering membahas itu dalam beberapa interview / dokumentasi mereka di YouTube.

Di ranah musik lokal sih gak usah jauh-jauh, Stevi Item, gitaris band saya sendiri sering mengadakan mabar (main bareng) game mobile PUBG melalui room dalam aplikasi zoom. Coki 'NTRL' juga maniak game PS4. Dia sering bertemu dengan Boni (bassis Deadsquad era 2 album awal) di dalam game online yang mereka mainkan. Ada hal yang sedikit lucu saat Deadsquad bermain di event Rock in Celebes. Saat itu Boni nyeletuk bertanya "Kita nginep di hotel apa? Gue mau check TV-nya merk apa, soalnya gue mau bawa PS nih." Biasanya kan kalo band mau manggung yang di tanyakan seputar "Ntar di panggung amply-nya apa ya?"  Boni kayaknya sudah terlalu intim dan "dalam"'dengan game, haha. Bahkan semasa Boni di Tengkorak, dia pernah membuat lagu yang terinspirasi dari nada game Tetris yang akhirnya berjudul "Hisbullah".

Mungkin tidak sedikit musisi lokal yang seperti itu. Andra, gitaris Dewa dan Andra and the Backbone bahkan punya hardcase khusus untuk console game miliknya yang suka dibawa saat dia manggung keluar kota. Saya sendiri juga serius bermain game tapi tidak terlalu populer di sini, game mobile yang intens saya mainkan adalah Saint Seiya, haha. Sehingga kemungkinan bertemu dengan orang Indonesia sangat minim. Biasanya saya bertarung dengan orang Jepang/Korea/Spanyol dengan bahasa yang saya tidak mengerti, haha. Biasanya lawan main saya berkomunikasi dengan menggunakan huruf kanji, hangeul atau bahasa latin yang tidak saya mengerti.

Di Amerika, DJ Marshmello telah melakukan streaming DJ set dalam game Fortnite. Skin karakter Marshmello juga ada di game tersebut. Penonton DJ set virtual itu adalah mereka yang terkoneksi dengan karakter mereka di Fortnite dengan skin karakter mereka. Ini sebelum Travis Scott melakukan hal yang hampir sama di Fortnite di era pandemi.

Di pandemi seperti ini hal itu bisa jadi alternatif bagi musisi /band untuk melakukan suatu show virtual. Khayalan dan harapan saya saat ini adalah Deadsquad bisa manggung di dalam game. misalnya Deadsquad manggung di map Sanhok PUBG, haha. Hal ini sangat memungkinkan di dunia yang semakin digital. Bahkan wacana dan khayalan ini sebenernya sudah ada sebelum panggung "beneran" mati suri, tinggal kita tunggu tanggal mainnya.

0 COMMENTS