Daniel Mardhany ‘Deadsquad’: Sepenggal Kisah Tak Terlupakan dari ROCKADVENTURE 2018

Pengalaman menjadi bagian dari ROCKADVENTURE sebagai pengisi acara dan penonton adalah pengalaman yang jarang atau mungkin belum pernah saya rasakan sebelumnya. ROCKADVENTURE titik Semarang adalah pengalaman perdana bagi saya bersama Deadsquad bermain di tengah alam bebas. Di ROCKADVENTURE Semarang, Deadsquad bermain bersama Barasuara dengan berbagai band lainya dengan genre beragam, yang disatukan dalam satu event yang tidak standar.

Pengalaman bermain 10 lagu ekstra cadas sambil berebut suplai oksigen dengan pepohonan di Kampung Kopi Banaran adalah suatu pengalaman baru yang menyenangkan dan penuh tantangan. Itung-itung melatih stamina, karena manggung di tengah “rimba” ternyata lebih menguras stamina, dibandingkan dengan manggung sama Deadsquad di tempat-tempat outdoor indoor seperti biasanya.

Salah satu momen spesial tercipta waktu menjadi pengisi acara di Semarang, karena di tengah setlist Oomleo dan Indra 7 berkaroke ria dan liar, bertepatan dengan pergantian hari dari tanggal 24 Maret ke 25 Maret, yang merupakan hari jadi saya, dan teman-teman di panggung membuat kejutan kecil-kecilan di malam itu. Saya diminta berkaraoke lagu sesuai permintaan saya. Saya memilih lagu “Blue Monday” milik New Order, dan di situlah kefalesan saya berkumandang di tengah malam, hehe.

Bagi Pasukan Mati yang hadir dan menyaksikan momen itu, mungkin mereka kaget karena dua jam sebelumnya saya nge-growl dan scream di panggung dengan lagu-lagu Deadsquad yang sarat akan muatan amarah dan kebencian. Dua jam kemudian setelah berteriak-teriak di tengah rimba, saya asik menyanyikan lagu milik band new wave idola saya, New Order yang berbeda sangat jauh dan jomplang dengan penampilan saya bersama Deadsquad.

Tanpa ragu dan tanpa malu bernyanyi, dengan suara sumbang saya lengkap dengan goyangan ala new wave, haha. Ini semua terjadi kerena keintiman antara pengisi acara dan penonton di event tersebut. Seperti tidak ada jarak di antara penonton dan band-band pengisi acara hari itu.

Paginya saya dan Stevi jamming dengan MATS, band modern rock asal Palembang, yang drummernya juga merupakan drummer unit dark hardcore asal kota yang sama, Gerram. Lagi-lagi suara fales saya bergema di tengah alam bebas, kali ini di pagi hari. Beruntung ada vokalis MATS yang bisa bernyanyi “normal”, jadi suara fales bawaan lahir saya jadi sedikit samar, hehe.

Selang sebulanan setelah ROCKADVENTURE Semarang, saya kembali menjadi bagian dari ROCKADVENTURE, tapi kali ini sebagai penonton. Titik terakhir ROCKADVENTURE 2018 diadakan di Tanakita Sukabumi, sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, tapi saya ingin sekali merasakan camping di tempat itu karena iri mendengar pengalaman dari teman-teman yang pernah merasakan pengalaman berwisata ke tempat tersebut. Pas banget kali ini ada ROCKADVENTURE jadi sekalian aja saya ke Tanakita Sukabumi, dan kebetulan Burgerkill, salah satu band favorit yang baru mengeluarkan album, manggung juga di acara tersebut.

Saya menonton BK dari era Alm. Ivan Scumbag dan drummer Toto, tapi sebagai penggemar yang akhirnya menjadi teman. Saya belum pernah nonton mereka bermain di tengah alam bebas. Selain itu saya juga udah lama gak nonton Rocket Rockers manggung, dan saya penasaran juga penampilan dari Scaller, unit electro pop yang produksi albumnya punya sound canggih. Saya penasaran gimana dengan sound mereka ketika live.

Saya berangkat dari Jakarta bersama Alvin yang sekarang juga tergabung bersama saya di Deadsquad sebagai penjaga lini belakang alias drum. Di sebuah rumah makan tidak jauh dari Tanakita, saya bertemu teman-teman lainya seperti mas Adjie dari Down For Life dan Adit Insomnia. Setelah itu akhirnya kami naik salah satu mobil impian saya, jeep CJ7 lawas tapi apik menuju ke Tanakita.

Sesampai di Tanakita, saya bersama rombongan langsung mencoba berbagai games, dari panjat tebing sampai memanah, walaupun hasil dari semua games yang kami coba bisa dikatakan gagal karena parameter dari score yang kami dapat. Tapi kami senang mencoba games-games interaktif tersebut, apalagi atmosfer tempat camping supernyaman di dataran tinggi Sukabumi tersebut juga mendukung.

Tidak lama setelah itu, saya dan teman-teman bertemu Vikri sang MC yang sedikit “miring”, dan teman-teman pengisi acara seperti personel dari Rocket Rockers dan Burgerkill, yang merupakan teman-teman lama kami dan sudah sering berbagi panggung dalam suatu acara musik.

Backsound bercakap-cakap kami adalah band pembuka asal kota Sukabumi, Angel of Death dengan genre metal, disusul dengan band blues yang namanya saya lupa, hehe. Dari opening sampai headliner, genre pengisi acara ROCKADVENTURE memang beragam. Saya menikmati heteregonitas itu, massa yang datangpun juga beragam dilihat dari atribut dan fashion yang mereka kenakan.

Malam hari telah tiba dan santap malam siap disajikan. Saya mengantri makan prasmanan bersama pengisi acara dan juga penonton. Tidak sedikit dari mereka yang merupakan Pasukan Mati dan menanyakan kabar soal Deadsquad dan kenapa Deadsquad tidak main di titik tersebut. Saya sendiri berharap band saya bisa bermain di Tanakita, tapi Deadsquad sudah bermain di ROCKADVENTURE Semarang yang tidak kalah serunya, dan masih banyak band keren lainya untuk berbagi slot sebagai pengisi ROCKADVENTURE.

Setelah perut kenyang, saya bersama teman-teman menonton Scaller dengan tambahan strings & brass section, dilanjutkan dengan Rocket Rockers dengan repertoar lagu-lagu pop punk-nya yang menyulut choir di malam itu.

Setelah itu saatnya Burgerkill unjuk taring di tengah malam pekat. Band yang sudah berdiri sejak tahun 1995 ini belum lama merilis album Adamantine yang CD-nya sering saya putar beberapa minggu terakhir ini. Yeah, Burgerkill bermain prima dan menghangatkan dinginya malam dengan moshpit yang tak terelakkan. Sampai pada penghujung acara malam itu, duet maut Oomleo dan Indra 7. Oomleo sendiri datang menggunakan ojek dari Ciawi-Tanakita yang memakan waktu 3 jam, memang unik beliau, haha. Seperti di Semarang, karaoke liar nan tertib terjadi dan berakibat efek samping senyuman tanda senang di antara mereka yang berkaraoke bersama dengan mic wireless berpindah-pindah tangan layaknya tongkat lari maraton.

Pagi hari saya dibangunkan Alvin untuk makan pagi. Tidak seperti hari-hari saya biasanya, saya tidak perlu waktu lama untuk bangun dan bergegas makan, biasanya standar waktu bangun tidur saya antara jam 11-12 siang, haha. Sambil sarapan nasi kuning dengan aneka topingnya. Saya bersama teman-teman menikmati jamming session antara band headliner dan band opening. Yeah, pagi yang indah dan segar. Sampai bertemu di ROCKADVENTURE 2019!

DAMAG 10-11 April 2018

Ditulis di Shoemaker Studio pada saat sesi Deadsquad rekaman materi baru

*Foto: Dokumentasi SuperMusic & Super Adventure

1 COMMENTS
  • agil71

    kapan nih ngadain acara di parakan jawa tengah hhh ada spot bagus di daerah hutan pinus search aja jumprit