Daniel Mardhany 'Deadsquad': Soal Passion dan Drummer 'Robot' Baru Deadsquad

Setelah berita Andyan Gorust hengkang dari Deadsquad, HP dan media sosial saya tak berhenti dirajam pertanyaan mengenai keluarnya drummer sekaligus pendiri Deadsquad tersebut. Setelah menghasilkan tiga album bersama Deadsquad, teman sekaligus salah satu penabuh drum berkecepatan tinggi idola saya itu akhirnya membulatkan tekat untuk cabut dari band yang dia dirikan bersama Bonny dan Stevi.

Walaupun saya sempat menahan dan juga memohon dia untuk tidak meninggalkan saya dan Deadsquad, tapi mungkin keputusan yang dia buat adalah yang terbaik buat Deadsquad dan juga dirinya yang tetap aktif menyiksa piranti drum bersama Hellcrust, band dia lainya. Yang terpenting bagi saya dia tidak "hijrah" dan tidak gantung stik dan pedal haha. Saya tetap support dia dengan Hellcrust-nya, malah dalam waktu dekat label ilegal saya, Alaium Records, akan merilis album kedua dari band yang empat personilnya merupakan eks Siksakubur tersebut, berjudul Kalamaut dalam format kaset dalam kuantitas terbatas.

Namun mengutip dari judul lagu band Swedish death metal favorit saya, Entombed, "...And life goes on", saya memutar otak untuk kelanjutan dari band yang telah saya nyawakan hampir 1 dekade ini. Untuk drummer, sejak keputusan Andyan telah bulat, di kepala saya sudah tebersit ‘manufaktur replika robot’ yang secara skill dan attitude sangat layak serta cocok menggantikan posisi lini belakang Deadsquad. Dan yang pasti bisa menutupi dan mengobati rasa kekecewaan pasukan mati, dan saya sangat yakin 666% pilihan saya kali ini tidak akan salah.

Kandidat kuat untuk subtitusi penyiksaan piranti drum ini sudah teruji di band dia lainnya, yang juga masih aktif. Saya sudah kenal sejak dia masih berseragam putih biru dan saya masih berstatus mahasiswa, di mana salah satu band saya sejak tahun 2002 yang hidup segan tapi enggak mati-mati, Abolish Conception, sering manggung bareng di acara-acara skala kecil dengan bandnya, bahkan sebelum band doi mengeluarkan album perdana.

Dari sejak pertama menonton dia bersama bandnya, gue yakin nih anak bakal jadi the next big thing di kalangan drummer. Referensi musik kandidat drummer Deadsquad pilihan saya ini juga sangat luas dan hampir sama seperti saya, dengerin musik non-death metal seperti Earth, Tool, Queens of the Stone Age, Sleep, Converge dll, yang akan memberikan warna kelam nan suram baru yang mungkin lebih segar bagi musik Deadsquad formasi terbaru nanti. Jadi secara vibe saya sudah nyambung sama dia dan sempat ada wacana dari dulu saya ingin bikin project sama dia, jadi kalo dia fix masuk Deadsquad, itu memang sudah seleksi alam dan mungkin takdirnya.

Akan sangat menyenangkan buat saya bila akhirnya bisa ngeband bareng sama dia, karena banyak kesamaan ide musikal antara saya dan 'manufaktur replika mesin' ini. Cukup mengobati rasa kehilangan saya akan Andyan yang telah sangat banyak kontribusinya untuk Deadsquad sejak detik pertama band ini dimulai, dan membakar api semangat saya untuk tetap menyuguhkan musik ekstra cadas untuk penikmat musik skena lokal dan khususnya pasukan mati. Saya yakin kalian sedih dengan keputusan Gorust hengkang, terlebih saya yang sempat frustasi dan stress cukup berkepanjangan dengan keputusan mantan mitra ngeband saya, tapi kini saya telah melihat titik terang, seterang sound shimmer guitar Cocteau Twins di era 90-an.

Untuk Deadsquad, saya dan Tepi (Stevi Item) sudah menyiapkan materi untuk single dengan calon ‘robot’ baru penjaga lini belakang band yang sudah terbentuk lebih dari satu dekade ini. Yang pasti mungkin sedikit berbeda dengan materi Deadsquad sebelumnya, karena yang main drum juga beda tangan dan kaki tapi tetap punya karakter yang kuat sebagaimana Andyan. Materi yang kami siapkan untuk single terbaru nanti tetap berpondasi Horror Vision ditambah dengan unsur musik progressive ala Tool dan dibumbui nuansa Deftones tapi diaplikasikan ke formula death metal ala Deadsquad. 

Selain fokus penggarapan single terbaru Deadsquad dengan ‘manufaktur replika mesin’ paling mutahir, saya juga disibukan dengan penggarapan MLP (bukan album bukan EP) !BERBAHAYA!, proyek grindcore hura-hura yang tertunda sejak album Horror Vision keluar, bersama teman lama, Bonny Sidharta mantan pencabik bass Deadsquad di dua album sebelum Tyranation. Single perdana dari !BERBAHAYA! sudah bisa kalian dengar di akun Soundcloud ini.

Di dimensi lainnya, saya juga sedang menggarap album bersama band terabsurd yang pernah saya punya, DIE ROBOTER, yang dipengaruhi musik krautrock khas Jerman. Di band ini saya menyiksa gitar Jaguar dengan akal-akalan belasan efek stompbox karena chord yang sangat minimalis dan dibalut dengan beat monoton. Single versi overdub kolektif enggak jelas ini bisa dicek di Soundcloud Alaium Records.

Selain ketiga band aktif itu, saya juga sedang mengerjakan proyek solo ambisius saya yang dibaptis dengan nama Bisinggama. Mungkin pada bulan Maret saya akan menyicil rekaman proyek solo bergenre shoegaze itu, karena passion saya akan musik shoegaze sudah harus diabadikan dalam suatu EP, dan saya telah menyiapkan 5 lagu mentah siap rekam. Mungkin proyek solo ini akan diproduseri oleh Rijal Hamdi dari Buroq sekaligus juga bassis terbaru Die Roboter.

Semua band saya bergenre berbeda karena saya enggak akan mau memainkan musik yang sama dengan band-band yang telah saya punya. Saya jalankan semua ini karena passion. Masalah pendapatan dari band memang efek samping yang cukup penting, tapi passion di atas segalanya, dan pemasukan berjalan seiring apresiasi orang terhadap karya saya. Yang bisa membatasi passion saya akan musik mungkin adalah ajal!

Foto: dokumen pribadi Daniel, www.deadsquad.net

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
1397 views
supernoize
1479 views
supernoize
1602 views
supernoize
3413 views
superbuzz
2461 views

5 Negara Eropa Tercadas

superbuzz
2657 views