Massto Sidharta: DIY Musicians: Tips Lakukan Sendiri Band Mandiri Ala The SidhartaS

Saya musisi yang besar di komunitas musisi di Jalan Potlot, Jakarta. Pernah menjadi pemain drum di band Kidnap Katrina di era 90-an, pernah bekerja di manajemen Slank, Pulau Biru dan kini aktif sebagai vokalis dalam band PopOut yang bergenre electronic pop rock serta sebagai drummer di band keluarga yang bernama The SidhartaS, nama band yang berasal dari nama ayah saya dan Kakak saya, Bimbim Slank. Band yang terdiri dari dua om dan dua keponakan ini beraliran dasar rock dengan cabang aliran punk, grunge, rock n roll serta berbagai cabang lainnya, berbeda-beda penilaian dari tiap pendengar nya. Personilnya adalah, Bimbim Slank (vokal/gitar), Massto PopOut (drum), Awa San Diogo (gitar) dan Firas Rachun (bass).

The SIdhartaS merupakan band silaturahmi keluarga yang tercetus di meja makan keluarga. Bimbim mengatakan bahwa dia ingin memberi pelajaran tentang bagaimana membentuk sebuah band dan menjadikannya sebuah bisnis. Tapi katanya, dia bukan guru yang baik, jadi dia mengajarkan dengan cara langsung membentuk band bareng, melalui cara indie melepaskan atribut besar Slank, kalau bisa… J

Baru-baru ini The SidhartaS merilis sebuah album yang diproduksi sendiri dengan label Potlot Sound bekerjasama distribusi dengan Demajors Records. Disini saya ingin menceritakan pengalaman saya bersama TheSidhartas dalam memproduksi dan merilis sebuah album di era teknologi digital bersamaan dengan maraknya pembajakan hak cipta lagu melalui pengunggahan dan pengunduhan ilegal.

Proses penciptaan lagu
Kami berlatih dan merekam lagu di sebuah kamar milik Firas. Kami berkumpul setiap hari Senin, hari yang dikhususkan untuk proses kreatifitas The SidhartaS karena kebetulan hari itu lebih luang bagi setiap personil dari kesibukan lainnya.

Setiap pertemuan, kami saling melempar ide sebagai tema yang akan diciptakan menjadi syair lagu. Tema bisa asal sebut, tergantung mood, bisa tentang suasana hati dari romantisme, narsis, marah, topik hangat di masyarakat saat itu sampai kebuntuan ide, hingga tercipta lagu “Selesai Gak Selesai”. Tapi yang terpenting, sebagai seniman musik, seperti yang pernah disebutkan oleh Bimbim, bahwa tugas seniman adalah mencipta, tetap mencipta jangan berhenti hingga menghasilkan sebuah karya. Setelah itu, latih bersama teman-teman dalam band biar kompak mainnya.

Proses rekaman low budget, uang dan teknis bukan masalah
Firas yang yang memiliki gelar Diploma of Audio Engineering di SAE Institute Jakarta juga bertugas sebagai Sound Engineer di album The SidhartaS. Di kamarnya pula lagu-lagu The SidhartaS direkam. Bimbim juga pernah berkata, jangan persoalan teknis menjadi hambatan untuk berkreatifitas, harus kumpulin alat lah, nabung dulu yang ngga kekumpul-kumpul duitnya, misalnya. Di kamar Firas, album The Sidhartas dikerjakan dengan peralatan yang sederhana seadanya. Drum direkam hanya dengan dua mikrofon. Sisanya secara direct direkam menggunakan software melalui sebuah laptop.

Intinya, proses rekaman bisa dilakukan tanpa kendala dana. Relasi juga jadi hal yang penting kalau mau melakukan proses rekaman murah meriah. Mungkin tidak semua personil band memiliki soundcard untuk menghubungkan instrumen seperti gitar, bass ataupun mikrofon untuk take vocal. Begitupula dengan drummer yang tidak selalu memiliki set drum lengkap. Melalui relasi, kita bisa saja meminjam soundcard untuk rekaman. Kalau belum punya set drum, kita bisa rekam di studio. Hal ini bisa jadi penghematan yang lumayan, karena kita sudah take gitar, vokal dan bass dengan rekaman rumahan. Demi kelancaran band, seluruh biaya mesti jadi tanggungan bersama.

Manajemen, orang terdekat atau member band merangkap manajer
Bagi sebuah band, penting untuk memiliki seorang manajer, untuk bisa membantu mengurus persoalan teknis produksi dan show. Jika kesulitan mendapatkan manajer yang profesional, kita bisa pilih seorang dari teman dekat, saudara atau siapapun yang memiliki waktu, menyukai produk dan siap untuk jungkir balik bareng band. Disitu kita bisa sama-sama belajar dan memajukan band. Kebetulan manajer The SidhartaS adalah kakak saya dan Bimbim, yang merupakan ayah dari Awa dan Firas. Tapi jangan lupa untuk buat perjanjian simple yang menyatakan pembagian tiap dapat keuntungan, karena teman bahkan saudara bisa pecah, karena UUD.

Manajer harus lah sosok yang memang mencintai musik kita dan mengerti kelebihan serta kekurangan masing-masing personil. Selain itu, usahakan pula memilih manajer yang relasinya luas. Jika saja belum menemukan sosok yang pas untuk seorang manajer, kita bisa menunjuk satu player untuk mengemban jabatan ini. Ia mesti sosok yang bisa memimpin dan yang pasti, pembagian keuntungan pun mesti dipertimbangkan dan dibicarakan.

[pagebreak]

Distribusi, percayakan pada label atau mandiri
Distribusi bersama Demajors Records kami pilih karena perusahaan ini cukup mewakili bagi aliran musik The Sidhartas selain keponakan-keponakan saya tidak tega menjual albumnya sebagai tambahan layanan penjualan makanan ayam goreng misalnya. Demajors Records juga merupakan label rekaman yang telah mapan dan bisa menjual fisik audio CD melalui jaringan distribusi alternatif dimana saat ini banyak toko-toko CD telah gulung tikar. Sebenarnya, saat ini semua bisa melakukan penjualan musiknya sendiri, dengan banyaknya media sosial, bisa menjadi media musisi untuk menambah teman, penggemar dan berjualan.

Untuk melakukan penjualan dan distribusi musik, kita mesti menentukan kota mana saja yang cocok jadi target pasar musik kita. Kita juga mesti melakukan pencarian tempat-tempat yang menjual rilisan musik di tiap kotanya. Biasanya masing-masing tempat memiliki sistem bagi untung masing-masing, ada pula sistem beli putus. Hal yang pasti, jangan sampai kita merugi dari segi finansial karena tidak paham soal hal ini.

Promosi, relasi dan media sosial
Promosi bisa juga dilakukan melalui media sosial, mulai dari saudara-saudara, teman-teman, mita mereka bagikan lagi ke teman-temannya, juga kirim CD promosi ke radio-radio, event organizer dan ke berbagai media lainnya. Cari kontak-kontaknya di Google, telepon, ajak kenalan, dan ajak ngobrol. Manajer bisa bertugas untuk buka jalur, personil band juga baiknya ikut komunikasi dengan pihak media dan penggemar, ini akan lebih memberikan nilai lebih karena kedekatan personal.

Jika band tidak tergabung dengan manajemen atau label, maka peran untuk promosi ini harus ditangani manajer atau personil band. Setidaknya kita mesti bisa membuat press release yang baik dan benar untuk mempromosikan single, perilisan video klip, album ataupun konser. Manfaatkan kontak email ataupun nomor telepon yang telah kita dapatkan. Setiap kali ada hal berkaitan dengan promosi, pastikan kita rajin mengirim informasi pada pihak media.

Media sosial pun berperan penting dalam kegiatan promosi ini. Seiring berkembangnya teknologi, pihak penyelenggara acara ataupun penikmat musik melihat kredibilitas band dari akun media sosial yang mereka miliki. Ambil saja contoh akun Twitter, Facebook, Instagram dan Youtube, semuanya berkesinambungan. Jadwal manggung, rilisan single, video klip dan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan band mesti rajin kita rilis di media sosial. Setidaknya ada salah satu pihak dari personil atau member band yang mengerti desain grafis, sehingga bisa jadi pendukung saat membagi jadwal manggung atau hal lainnya dalam bentuk visual.

Tampil
Selanjutnya, latihan dan terus latihan yang teratur waktunya lalu cari tempat untuk tampil sebanyak-banyaknya, perkenalkan musik kamu ke sebanyak-banyaknya orang. Sebagai band baru, mungkin akan sedikit sulit untuk mendapatkan show. Kamu mesti rajin-rajin beredar dengan relasi dan musisi lainnya. Selain itu, jagan tutup mata dan telinga untuk acara-acara kecil. Semua band besar berawal dari show kecil. Di awal karir, sebuah band bakal lebih banyak mengeluarkan uang untuk berlatih atau bahkan membuat show kolektif. Ini merupakan awal yang penting, memperkenalkan live show band kamu pada banyak orang. Namanya juga bermain band, percuma kalau hanya didengar dari rekaman dan jarang tampil

Promosikan lagi acara-acara kamu di media sosial, pikirkan juga gimmick yang membuat show kamu berbeda dengan show sebelumnya. Karena karya musik ujung tombaknya adalah penampilan. Saat ini pun penghasilan dari musisi sangat mengandalkan dari show, jangan tunggu sistem benar dulu, nanti keburu abis masanya J. Semoga bermanfaat.

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
883 views
supernoize
883 views
supernoize
883 views
supernoize
883 views
supernoize
883 views
supernoize
3106 views

Saat Venue Musik Gugur Perlahan