Eka Annash: Musik Rock dalam Sinema Superhero

  • By: Eka Annash
  • Selasa, 21 November 2017
  • 4139 Views
  • 5 Likes
  • 3 Shares

Sejak lahirnya dunia sinema lewat film bisu di awal abad 20, musik sudah menjadi bagian esensial dari film itu sendiri. Bisa bayangin nggak film favorit kamu ditonton tanpa suara musik di latar belakangnya? Nggak bakalan seru dan nggak memorable pastinya. Dengan adanya musik bisa membangun emosi dan mood penonton, sehingga mengikat ingatan mereka terhadap adegan tertentu yang terkoneksi simultan bersama musik yang didengar.

Musik juga bisa membangun atmosfer sebuah adegan yang terasosiasi dengan tema tertentu. Alat tiup bagpipe misalnya, selalu menempel erat dengan setting lokasi Skotlandia. Atau bunyi sitar yang merepresentasikan elemen India dan Timur Jauh. Musik jazz untuk menemani adegan formal. Dan untuk mewakili elemen agresif, dinamis atau pemberontakan, sudah pasti musik rock yang menemani sebagai musik latar.

[bacajuga]

Musik rock dan dunia sinema sudah berjalan berdampingan erat sejak dekade 50-an. Bentuk hubungannya bermacam-macam. Kalau dikategorikan mungkin bisa dibagi beberapa format hubungan musik rock dengan film; mulai dari penggunaan lagu sebagai latar belakang sebuah scene dan penggunaan lagu sebagai tema (atau theme song). Lalu ada format di mana lagu background (atau disebut scoring - biasanya instrumental) untuk keseluruhan film diciptakan oleh satu band atau musisi tertentu yang dianggap mempunyai konsep estetika sama dengan subjek filmnya. Sampai di mana si musisi atau band ikut tampil di layar baik sebagai cameo atau pemeran utama sekaligus memainkan musik ciptaan mereka. Ada juga format musikal atau dokumenter dimana lagu memainkan peran penting dalam narasi film.

Dari momen Elvis Presley menggoyangkan pinggulnya di Jailhouse Rock, The Yardbirds tampil live di film Blow Up, The Ramones yang muncul di film Rock n’ Roll Highschool, atau lagu “Lust For Life” punya Iggy Pop yang menjadi track ikonik pembuka film Trainspotting.

Rock n’ roll dan sinema kontemporer sudah menjadi dua elemen yang tidak terpisahkan. Munculnya lagu rock dari band legendaris biasanya memperkuat dan mengangkat tensi intensitas sebuah adegan. Bahkan banyak sutradara yang merangkai sebuah adegan berdasarkan struktur lagu, sehingga menjadi bagian integral dari adegan tersebut.

Mayoritas film besutan Martin Scorcese selalu menggunakan lagu-lagu The Rolling Stones sebagai pondasi sequence sebuah adegan. Sutradara Jim Jarmusch (yang juga eks musisi era CBGB New York) selalu menyelipkan selera musik eklektiknya di setiap filmnya, mulai dari Tom Waits, Neil Young, Screaming Jay Hawkins, Iggy & The Stooges sampai Wu Tang Clan.  David Lynch sebagai sutradara film cult juga selalu memperhatikan bagaimana musik direpresentasikan dalan filmnya. Bahkan ia juga menyumbang lagu kreasinya sendiri sebagai tema film dan merilis album penuh via David Lynch MC, label rekaman miliknya.

Di sektor lain, walaupun sebenarnya praktek produksi soundtrack film superhero dengan musisi/band untuk tema lagu/soundtrack/scoring sebenarnya sudah lama terjadi, tapi satu dekade belakangan ini kembali meningkat kuantitas penggunaan lagu rock klasik di film-film superhero keluaran Marvel dan DC. Mungkin karena memasuki abad 21 ini teknologi digital untuk membantu produksi film superhero dengan efek kompleks baru tersedia, sehingga bermunculan seri superhero ditemani soundtrack yang dianggap cocok untuk mewakili karakter tokoh sang pahlawan. Mulai dari “Immigrant Song” - Led Zeppelin di film Thor: Ragnarok, “Come Together” - The Beatles di Justice League (dibawakan ulang oleh Gary Clark Jr.), dan “Iron Man” - Black Sabbath di Iron Man pertama. Film Iron Man 2 bahkan menggunakan sederet single dari AC/DC untuk soundtrack-nya. Juga Guardians of the Galaxy yang memutar ulang hits dari dekade 70-an dan film Watchmen yang bernostalgia dengan track legendaris tahun 60-an.

Ikatan kerjasama promosi pasti menguntungkan kedua belah pihak antara band dan filmnya. Album soundtrack dari sebuah film bisa laku keras menembus chart dan band yang terlibat juga bisa sekalian promosi single terbaru sebagai soundtrack/lagu tema film.

Daftar panjang band/ musisi yang membuat lagu tema khusus untuk sebuah film tidak terhitung sampai sekarang. Mulai dari rangkaian seri film James Bond yang di antaranya menampilkan Paul McCartney (“Live and Let Die”), Garbage (“The World Is Not Enough”), dan Chris Cornell (“You Know My Name”). Atau sepanjang dekade 90-an, franchise film Batman menampilkan sederet nama seperti U2 dengan single “Hold Me, Kiss Me, Thrill Me, Kill Me” dari film Batman Forever (1996) dan Smashing Pumpkins dengan “The End Is The Beginning Is The End” untuk film Batman & Robin (1998). Prince juga ditunjuk menggarap satu album penuh soundtrack dan scoring film Batman (1989) karya Tim Burton. Atau Guns N’ Roses yang menggunakan momen dirilisnya film Terminator 2: The Judgement Day (1991) untuk melepas single pertama, “You Could Be Mine” dari album Use Your Illusion I sebagai tema lagu film, terbukti langsung meledak paralel dengan filmnya yang melesat ke puncak box office.

Band rock Indonesia juga ada yang berkiprah mendukung perilisan film superhero di awal tahun 2000-an. Tercatat ada /rif yang menyumbang lagu “Dunia” untuk film Spider-Man (2002) dan Edane dengan lagu “Cry Out” untuk Spider-Man 2 (2004), juga Boomerang dengan lagu “Bebas Hambatan” untuk film Tomb Rider 2 : The Cradle of Life (2003). Sementara album soundtrack film lokal juga menjamur di sepanjang dekade 2000-an dimulai dengan film Janji Joni (2005) yang menampilkan band indie lokal seperti The Adams, Teenage Death Stars dan Sajama Cut di antaranya. Juga soundtrack Catatatan Akhir Sekolah yang diramaikan dengan The Sigit, Seringai dan Pure Saturday. Film Berbagi Suami juga meledak ditemani track dari Sore dan White Shoes and The Couples Company. Band The Changcuters bahkan berhasil jadi bintang utama seri film Tarix Jabrix di tahun 2008 sekaligus membawakan lagu-lagu hits dari album perdana mereka.

Jadi memang rock dan sinema bisa dibilang satu entitas yang tidak bisa dipisahkan. Banyak sutradara film yang juga merupakan penggemar berat musik rock atau sebaliknya, musisi yang juga fanatik dengan seri film tertentu atau karya seorang sutradara. Dua elemen ini saling menginspirasi dan mempunyai efek sebagai titik tolak berkarya. Sudah bisa dipastikan akan muncul terus lagu rock yang menjadi inspirasi sebuah film atau film yang dibuat berdasarkan penggalan lagu, baik untuk produksi film lokal dan internasional.

Berikut daftar film dengan elemen musik terbaik.

5 film dengan penggunaan lagu rock terbaik  :

1. The End - The Doors di film Apocalypse Now (1979)

2. Gimme Shelter - The Rolling Stones di film Goodfellas (1990)

3. Lust For Life - Iggy Pop di film Trainspotting (1996)

4. Public Image - Public Image Limited di film Basquiat (1996)

5. Bela Lugosi’s Dead - Bauhaus di film The Hunger (1983)

5 film dengan tema musik rock:

1. Singles (1994)

2. Quadrophenia (1979)

3. The Fabulous Baker Boys (1989)

4. Ladies and Gentlemen, The Fabulous Stains (1982)

5. Easy Rider (1969)

5 film dokumenter terbaik tentang musik:

1.The Filth and The Fury (2000)

2. Meeting People Is Easy (1998)

3. Montage of Heck (2014)

4. The Decline of Western Civilization Part I (1981) & Part II (1988)

5. Cracked Actor (1975)

5 album soundtrack film terbaik:

1. The Crow (1994)

2. Judgement Night (1993)

3. Singles (1994)

4. Reality Bites (1994)

5. Purple Rain (1984)

5 soundtrack film Indonesia terbaik

1. Badai Pasti Berlalu (1977)

2. Berbagi Suami (2006)

3. Janji Joni (2005)

4. Gie (2005)

5. Catatan Si Boy (1987)

3 COMMENTS
  • dephythreehandoko

    awesome

  • juangpratama

    Good article...8

  • feri041

    bang eka, mau koreksi dikit, itu untuk film singles rilisnya tahun 1992 bukan tahun 1994, thanks

Info Terkait

superbuzz
3227 views
supernoize
721 views
superbuzz
437 views