Fadhi Perdana ‘GHO$$’: Membangun ‘Ambience’ dalam Proses Rekaman

  • By: Fadhi Perdana
  • Sabtu, 3 February 2018
  • 2714 Views
  • 7 Likes
  • 31 Shares

Proses produksi rekaman adalah hal dasar yang dilakukan oleh seorang musisi ataupun sebuah band sebelum dapat merilis karya-karyanya. Hal paling dasar ini dilakukan dengan banyaknya metode yang terus berkembang dari masa ke masa, salah satu aspek terpenting dalam proses rekaman adalah ambience pada lagu tersebut.

Ambience dalam musik itu sendiri dapat diartikan sebagai suasana yang terdengar dan terasa di dalamnya. Pada tiap proyek musik yang saya kerjakan, membangun ambience adalah salah satu aspek yang paling penting untuk menciptakan sebuah karya. Bagaimana harapan yang diinginkan dari seorang musisi sebagai penciptanya, maupun harapan pendengar sebagai penikmat sebuah lagu tersebut?

Tidak hanya sebuah pesan, setiap musisi pasti ingin menciptakan suasana apa yang akan disampaikan melalui karya-karyanya. Suasana inilah yang menjadi salah satu faktor yang akan menentukan ke mana arah karya musik tersebut. Sebagai musisi, membuat blueprint sebuah karya dan melakukan workshop pra-produksi rekaman adalah proses yang akan menjadi tolok ukur hasil akhir dari sebuah karya musik tersebut.

Banyak sekali pendengar musik yang mendengarkan sebuah lagu berdasarkan mood apa yang sedang dialaminya. Sebut saja lirik yang  terkoneksi dengan kehidupan pribadinya, tempo lagu yang cepat maupun lambat dapat menjadi soundtrack dalam aktivitasnya, ataupun bermacam-macam bebunyian yang terdapat pada lagu tersebut.

Sebuah karya lagu atau musik yang dihasilkan akan menciptakan pemikiran-pemikiran dan pengalaman baru yang berbeda-beda dari tiap pendengarnya. Penggunaan ambience yang tepat akan menambah dan bahkan menyempurnakan sebuah musik yang diciptakan oleh penulis lagu, produser, arranger, komposer atau bahkan teknisi rekaman sekali pun dalam sebuah karya musik tersebut.

Salah satu lagu populer yang sangat terasa ambience di dalamnya adalah “Champagne Supernova” milik Oasis, yang menggunakan suara desiran angin dan ombak pantai.

Beberapa nama musisi yang memiliki ciri khas ambience pada karyanya adalah Trent Reznor dan Kevin Parker. Trent Reznor, mastermind Nine Inch Nails ini dikenal melalui karya musik-musiknya yang penuh dengan kegelapan atau disebut ‘dark ambient’ dibalut dalam musik industrial rock.

Sedangkan Kevin Parker yang membentuk Tame Impala lebih cenderung menggunakan ambience yang penuh dengan konsep trippy bersifat penuh warna yang diaplikasikan pada musik psychedelic rock.

Trent Reznor, dengan style dan genre industrial-nya tentu saja berhasil membawa penikmat karya-karyanya ke dalam dimensi kegelapan penuh dengan nada-nada kebencian, depresif, dan destruktif tapi dapat juga menenangkan jika didengarkan pada saat yang tepat. Terbayangkah musik seperti apa yang dihasilkan oleh seorang Trent Reznor? Suara-suara organik yang terdengar dalam lagu-lagu yang dihasilkan Trent Reznor, seperti pukulan kaleng besi, radio rusak, suara mesin-mesin berat, gesekan benda-benda kasar itulah yang menjadi benang merah ambience seorang Trent Reznor.

Ambience orisinal yang dihasilkan benda-benda tersebut dapat direkam secara langsung sesuai kebutuhannya, tetapi dengan teknologi musik yang berkembang dengan pesat ini, suara-suara tersebut dapat dimanipulasi dengan adanya samples dari software DAW (Digital Audio Workstation) maupun dari perangkat analog modular synthesizer.

Studio Trent Reznor (Nine Inch Nails) dipenuhi Analog Modular Synthesizer

Lain halnya dengan Kevin Parker yang membuat musik psychedelic rock dengan suasana yang cenderung mendekati vintage sound, akan membawa pendengar ke dalam dimensi travelling without moving, dikarenakan bebunyian yang dapat membuka imajinasi dalam keadaan penuh damai, sekalipun bebunyian noise ala Kevin Parker kerap terdengar pada lagu-lagu Tame Impala. Nuansa orkestra dan choir nan megah yang biasa terdengar pada lagu-lagu pop pada umumnya, tergantikan oleh suara-suara ambience gitar dengan rangkaian efek-efek pedal dan synthesizer yang dimainkan oleh Kevin Parker.

‘Home Studio’ tak beraturan ala Kevin Parker (Tame Impala)

Membangun ambience dalam sebuah proses rekaman memanglah hal yang tidak mudah. Tetapi, dengan mengatahui arah tujuan sebuah karya musik yang akan diproduksi, tidak ada alasan untuk tidak dapat membangun ambience saat proses produksi rekaman sebuah karya musik, jika seorang musisi masuk ke dalam dimensi lagu yang akan diciptakannya sendiri. Tentu saja hal ini berkaitan dengan suasana atau mood yang sedang dialami, atau ingin dibentuk oleh seorang musisi dalam memulai proses produksi rekaman.

*Foto: Achmad Soni Adiffa (foto Fadhi Perdana), berbagai sumber

1 COMMENTS
  • yukeren

    Mantaapp

Info Terkait