Arief Blingsatan

Hak Mereka Berekspresi

Tidak adil rasanya kalau kita hanya membicarakan musik hanya dari sebatas perspektif musisi dan pengamat musik. Kali ini, kita akan bahas tentang musik di mata penikmat musik, khususnya penikmat musik dengan tingkat ekspresi tinggi.

Mereka ada di segala pelosok Nusantara, baik yang ada di kota maupun di daerah lain. Membicarakan musik adalah dialog tentang budaya, musik sebagai salah satu dari tujuh unsur di dalamnya sebagai sebuah kesenian.

Lalu kemudian topik berganti menjadi konteks industri ketika musik menjadi sebuah komoditas, seperti halnya produk yang dinilai laku atau tidak. Akhirnya, topik yang muncul adalah bagaimana musik dapat dikemas untuk mempengaruhi keputusan konsumen musik.

Dalam konteks tersebut, memunculkan perilaku konsumtif dari varian produk yang ditawarkan, yaitu rekaman musik fisik ataupun digital, merchandise, hingga pertunjukan musik off-air atau bisnis pertunjukan, maka kualitas dan kuantitas konsumen menjadi tolak ukur penilaiannya.

Ada hal yang kadang terasa tidak adil di sini: konsumen musik hanya dipandang sebagai subyek ekonomi saja, tanpa memandang bahwa musik sebagai medium transformasi budaya melalui apresiasi.

Tiga proses psikologis manusia yang terjadi saat menerima musik adalah afektif, kognitif dan psikomotorik. Ketiganya menjabarkan bagaimana proses pengenalan kemudian menjadi sebuah pengetahuan dan menuju ekspresi, yang dominan diwujudkan dalam gerak motorik. Lalu, kita bisa melihat berbagai trend musik yang sedang di gandrungi oleh usia muda yaitu diantaranya dari pop, folk, EDM, rock, hingga extreme music.

Kali ini saya mengajak pembaca, lebih mendalam, untuk mengetahui bagaimana sih penikmat musik kita. Lewat obrolan-obrolan langsung bersama mereka yang saya anggap representatif.

Sebuah obrolan bersama beberapa fanatik sebuah band cadas, dia banyak mengutarakan kecintaanya terhadap band tersebut. Dari mengenal, mendalami hingga bergaya dan membeli hampir produk varian yang dikeluarkan band favoritnya.

Sebagian besar tidak mengeluh tapi membanggakan berapa banyak uang yang dikeluarkan, usaha menabung hingga merongrong orang tuanya. Namun, saat tengah berada dalam momen puncak dan ingin mengekspresikan diri di depan pujaannya di konser, seringkali harus berhadapan tindakan represif dari sistem keamanan sebuah pertunjukan.

Mungkin tidak semuanya begitu, di beberapa kota dan daerah, masih sering terjadi hal seperti ini. Gerakan ekspresif mereka seperti pogo dance, stage diving, moshpit, wall of death hingga violent dance adalah hak mereka untuk berekspresi. Banyak hal kompleks yang terjadi saat terjadi konflik antarpenonton, dan kerusuhan seharusnya dianggap sebagai proses edukasi untuk setiap transformasi budaya yang dibawa musik tersebut.

Ada hal yang menarik dari sesi obrolan dengan mereka. Saat suatu daerah menjadi lebih sering menjadi tuan rumah pertunjukan musik EDM atau DJ perempuan yang ditampilkan dengan “kelebihannya” juga konser pop, folk serta musik halus lain yang cenderung lebih aman dari segi pertunjukan.

Terdengar beberapa hal menarik dari celotehan mereka yang mengatakan bahwa teman-teman kami banyak berbalik arah. Mereka tadinya kritis dengan isu dan masalah sosial, sembari membahas perkembangan musik, saat ini jadi lebih pintar merayu, menghias kata-kata dan mulai ngobrolin brand fashion dan update club hip.

Ini adalah sebuah gambaran bahwa setiap musik mempunyai dampak psikologis pada setiap orang dan lingkungannya. Serupa juga dengan dampak bermain skateboard dengan bermain game yang mempunyai resiko bahaya serupa. Bedanya hanya luka yang terlihat dan yang tersirat. Ajor jobo, ta ajor njero.

Topik ini hanyalah contoh fenomena yang diambil dari sebagian kecil masyarakat penikmat musik indonesia. Utamanya adalah untuk mengingatkan kita, bahwa keberadaan penikmat musik itu penting, dan mereka hanya ingin jaminan atas hak mereka untuk berekspresi.

1 COMMENTS
  • Ricko13

    Hati2 Keseleo nanti, hehe

Info Terkait

supershow
644 views
superbuzz
3258 views
superbuzz
1410 views
superbuzz
358 views
superbuzz
10906 views