Dewo Iskandar

Intermezzo: Macam-Macam Peserta Kompetisi Band

  • By: Dewo Iskandar
  • Senin, 25 March 2019
  • 747 Views
  • 0 Likes
  • 4 Shares

Berhasil di karier bermusik adalah sebuah pencapaian yang diidamkan banyak musisi, mulai dari kelas professional maupun pemula. Banyak yang rela mempertaruhkan waktu maupun uang demi pencapaian itu. Gue berani bilang bahwa menjalani karier bermusik adalah sebuah soft-gambling, tapi gue tak memungkiri bahwa bermusik adalah pekerjaan seru dan menyenangkan. Pasti itu sebabnya masih banyak orang yang mengejar keberhasilan di bidang ini, baik untuk coba-coba ataupun secara profesional. Tempat berkumpulnya musisi-musisi dari berbagai macam tingkat adalah event kompetisi band atau festival band. Sebuah event dimana banyak musisi berbagai level unjuk gigi.

Melalui tulisan ini gue pingin bernostalgia sedikit pengalaman gue selama beberapa kali mengikuti kompetisi band pada masa membentuk band sekolah dan awal-awal ngeband bersama THE GRGTZ. Tulisan ini dibuat untuk intermezzo semata dan tidak bermaksud menyinggung suatu kalangan atau tingkatan tertentu, karena menurut gue tiap-tiap orang punya tahapannya sendiri dan gue sangat menghormati itu. Jadi mari membaca dengan kepala dingin ya. Baiklah, tanpa berlama-lama lagi. Berikut ini adalah macam-macam peserta band versi Dewo Iskandar:

 1. Newbie

Peserta ini biasanya adalah band baru dan mungkin bisa dibilang pengalamannya masih seumur jagung. Main sering belum pas, masih meraba-raba mencari sound. Namun, inilah titik penentuan apakah mereka hanya coba-coba atau serius bermusik. Lingkungan dan mindset yang tepat sangat berpengaruh bagi kemajuan mereka. Bagi para newbie yang passionate ingin naik tingkat hingga tahap professional, diharapkan jangan sampai salah pilih social circle dalam bermusik untuk kemajuan musikalitas mereka. Kecuali, tujuan bermusiknya untuk senang-senang belaka saja. Balik lagi ke tujuan pembentukan band itu sendiri.

2. Bocah Jago

Biasanya, band ini isinya anak-anak ajaib. Ya, anak anak kecil yang entah mungkin memang murid kursus musik dengan guru yang mantap dan disatuin dalam satu band, atau memang berbakat dari sononya. Sering dapat peringkat level tinggi dalam penilaian juri. Maklum, karena masih kecil dan jago. Ngeselin? Makanya jangan kalah sama anak kecil, hehehe.

 3. Sok Jago

Nah, ini yang lebih ngeselin lagi. Suka nyelip di tiap kompetisi, biasanya pake gitar Ibanez, kalo sound check paling kenceng. Biasanya yang paling medioker tuh pemain bass-nya, terus drummernya bawa-bawa double pedal. Sering stand by di depan panggung buat melihat band lain, entah untuk atur taktik atau mau coba-coba bikin keki band yang lagi manggung.

4. MVP

Band yang satu ini bicara perseorangan, maksudnya adalah ini band yang entah bagaimana salah satu anggotanya terlalu jago. Biasanya, walau mereka enggak menang, minimal personil MVP ini nyabet gelar juara lain; bisa best gitar, vokal dan sebagainya.

5. The Tiger Of Competition

Bisa disebut Macan Festivalan. Nah, yang ini sudah jelas: band jenis ini sudah bisa dibilang personilnya berpengalaman semua. “Metropolis part III“ dari Dream Theater jadi sarapan pagi mereka. Sudah sangat jelas dari gaya aransemen, sedikit bumbu Dream Theater campur Dewa 19 yang ditengah-tengah lagunya tahu-tahu ada notasi etnik. Band seperti ini kesempatannya cukup tinggi untuk dapat peringkat pertama. Biasanya kostumnya merah hitam gitu. Dunia band bisa dibilang seperti Liga Champion bagi mereka. Percayalah, 90% dari mereka adalah band rock.

6. Jazz ABG

Nah, mereka ini tandingannya macan festiva! Dengan aransemen berbalut kord miring ala jazz, band-band ini dipercaya bisa menjadi gempuran maut untuk band ala Dream Theater tadi.

7. Si Analitis

 

Biasanya mereka enggak sejago nomor lima, tapi sering menang festival. Nah lho, bingung kan? Mereka bisa menang karena bermain dengan taktik. Mereka tahu gimana caranya buat menang. Seperti yang kita tahu, terkadang sering dunia kompetisi band bisa jadi dunia subjektif. Nomor enam biasanya paham betul selera juri A, biasanya mereka scouting dulu siapa jurinya. Begitu sudah tahu, biasanya aransemennya dieksekusi secara tepat guna. Enggak jarang setelah pengumuman pemenang, mereka membangun pertemanan ke juri buat mendulang review demi perkembangan bandnya. Memang mereka enggak sejago nomor lima, tapi shot on goal-nya lima, goal-nya ada empat.

8. Si Nggak Terimaan

Mereka biasanya suka ngomel tiap kali gagal masuk peringkat. Entah di social media, atau di dunia nyata. Sering pula nyalahin juri, nyalahin band yang kenal juri, nyalahin soundman vendor atau pihak manapun yang mereka pikir layak disalahkan. Semoga band-band ini semakin berkurang ya. Bersikap sportif itu lebih nikmat, guys.

9. Band Rasa Lego

Biasanya sih kalo ada temen-temen satu geng yang pada pengen nge-band, ini solusinya! Berhubung regulasi jumlah personil band biasanya lima sampai enam orang, bingung juga kalo ada 15 orang, enggak mungkin semua satu band semua. Maka dibuatlah sistem ini: Rotasi Player. Bisa tiga sampai lima band tapi orangnya dia-dia lagi. Bongkar pasang macam Lego itu hal yang biasa.

10. Little High, Little Low

Nah, gue agak kasihan sama mereka, enggak jelek tapi enggak begitu bagus. Kemampuan personilnya rata rata mumpuni, tracklist-nya bagus, seleranya sidestream (Audioslave, misal), tapi jarang menang karena kalah liar sama Macan Festivalan. Saran gue, yang begini mending bikin lagu bagus terus dirilis.

11. Reunion Band

Band yang isinya teman-teman lama yang sudah lama enggak bermusik kemudian dapat info ada lomba band. Mereka langsung ajak temennya ikut, maklum, generasi ogah tua. Biasanya penghuni band ini sih mas-mas usia 27 hingga 35. Gue pun pernah ngelakuin ini bareng band jaman SMA beberapa waktu lalu, nostalgic sekali. Hehehe.

12. Band Personel Cewek

Judul sudah berbicara, cukup stunning lah. Terutama buat para cowok jomblo.

13. Just For Fun!

Boleh disangkal keberadaan band ini, tapi percayalah bahwa mereka ada. Ya! Mereka adalah segelintir band yang agak ngeselin bagi beberapa orang. Mereka ikut lomba karena ingin manggung aja, enggak lebih. Tracklist mereka sering menjadi haram bagi para Macan Festivalan.

14. Band Dandan

Band yang tampilannya casing-nya oke banget! Bisa dibilang, mereka bisa abis setengah sampai satu jam di ruang ganti untuk siap-siap. Kadang, alat yang dipakai agak kebanting dengan tampilan mereka. Alat makeup mereka kerap lebih keren daripada alat musiknya. Seringnya sih di komunitas pencinta musik dengan visual ekstrim tertentu.

15. Muka Pelik, Alat Butik

Kebalikan nomor 14, karena enggak punya waktu atau uang untuk memoles diri, jadilah tampilan mereka casing-nya kurang maksimal. Biasanya kayak abang-abang yang rambutnya agak kurang terurus. Maklum, lebih banyak ngabisin waktu atau uang untuk nyalonin gear-nya daripada dirinya sendiri. Nah, tapi biasanya gear-nya bikin iri, contohnya efek gitar (paling banter) pakai Ibanez TS, bass-nya Fender Musicman.

16. Teknisi

Mereka lebih kayak “Anak STM” mampir di kompetisi band. Kalo bahas soal teknis pelistrikan dan sinyal alat musik, mereka pasti gape banget. Biasanya tiap kali festival band, mereka sering dikerubutin anak band lain yang mau tanya-tanya.

Oke, itu tadi jenis-jenis peserta kompetisi band atau band festivalan yang sering gue temuin. Macam-macam visinya, macam-macam bentuknya, tapi perbedaan justru yang membuat keberagaman jadi seru. Kemenangan tak selalu berbentuk piala ataupun trofi, tapi kemenangan adalah ketika kita bisa menguasai diri kita sendiri untuk lebih berkembang dengan cara yang sportif. Semoga tulisan ini bermanfaat, ambil baiknya buang jeleknya.

*Foto: Dari berbagai sumber

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
191 views
superbuzz
152 views
supernoize
2800 views
superbuzz
610 views